• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Negara harus adil dan netral

Masalah Ahmadiyah bukan hanya urusan MUI dan FUI. Ketika negara diminta untuk terlibat dalam urusan ini, maka Ahmadiyah menjadi urusan publik, urusan semua warganegara Indonesia. Dan karena Indonesia didirikan oleh berbagai komponen bangsa yang terdiri dari beragam agama, maka pendapat berbagai komponen bangsa itu layak untuk didengarkan.

Salah satu yang bersuara keras terhadap rencana pelarangan Jemaat Ahmadiyah adalah Akar Djati, komunitas lintas agama/kelompok di Cirebon. Berikut ini pernyataan lengkap dari Akar Djati:

Akar Djati
Celebrating Diversity, Strengthening Solidarity: A Message From Cirebon

PERNYATAAN SIKAP

Negara Seharusnya Bersikap Tegas, Adil dan Netral Terhadap Semua Penganut Agama, Aliran Kepercayaan dan Sekte

Kekerasan berbasis agama semakin marak terjadi hampir di tiap daerah di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Kekerasan yang diikuti dengan diskriminasi, subordinasi, stigmatisasi bahkan kriminalisasi terhadap beberapa keyakinan ini sama sekali tidak mendapat tindakan tegas dari pemerintah. Pemerintah dinilai telah lalai dalam melindungi, menghormati dan memenuhi hak-hak warga negara minoritas, khususnya minoritas agama. Serta tidak adanya pengusutan hukum secara tuntas terhadap para pelaku pelanggaran, termasuk pelanggaran yang menimpa Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
Menyikapi soal rencana pembubaran Ahmadiyah oleh pemerintah, menurut hasil pertemuan intensif antara Depag dan Kejari, kami menilai negara telah melakukan pelanggaran terhadap konstitusi NKRI yang tertuang dalam UUD 1945 dan UU No.39 Tahun 1999 serta UU No.12 Tahun 2005 mengenai kebebasan memeluk agama dan keyakinan serta mendapat perlakuan yang sama didepan hukum.

Rencana pembubaran ini berpotensi pada pecahnya persatuan dan kesatuan NKRI, memperluas konflik horisontal, serta dapat menurunkan harkat dan martabat bangsa dimata internasional sebagai salah satu negara yang ikut serta meratifikasi kovenan hak sipil dan politik.

Oleh karenanya, kami mendesak pemerintah, aparat negara, elemen negara, organisasi keagamaan, dan elemen masyarakat lainnya sebagai berikut:

• Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin hak asasi bagi setiap warga Negara Republik Indonesia, sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 Pasal 28 E dan UU No.39 Tahun 1999 Mengenai Jaminan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan;
• Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bangsa yang majemuk dalam agama, keyakinan, etnis, budaya, jenis kelamin, dan lain-lain;
• Ajaran semua agama, nilai-nilai adat Nusantara yang mengajarkan dan mewajibkan kepada penganut dan pemeluknya untuk selalu bersatu, bertindak adil, saling menghormati dan menyayangi kepada sesama manusia;
• Bangsa Indonesia membutuhkan situasi yang kondusif untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, aman, demokratis, patuh terhatap hukum dan konstitusi yang berlaku

1. Menyerukan kepada seluruh masyarakat wilayah III Cirebon untuk menghormati, bertoleransi, berdamai pada tiap-tiap perbedaan yang ada di masyarakat dan bertindak berdasarkan hukum dan ketentuan yang berlaku;
2. Menuntut kepada para aparat negara untuk mengusut segala tindak kekerasan yang terjadi di wilayah III Cirebon ini dengan adil dan beradab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku;
3. Menuntut kepada para aparat Negara untuk berbuat adil dan beradab kepada setiap warga negara tanpa melihat latar belakang agama, keyakinan, etnis, golongan, adat, budaya, jenis kelamin, dan lain-lain;
4. Menuntut kepada aparat negara untuk menegakkan hukum, melindungi setiap warga negara Indonesia secara adil, beradab, aman dan nyaman tanpa melihat latar belakang agama, keyakinan, etnis, golongan, adat, budaya, jenis kelamin, dan lain-lain;
5. Menyerukan kepada seluruh masyarakat wilayah III Cirebon agar tidak mengeksploitasi SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) untuk kepentingan apapun.

Cirebon April 2008,
Ttd.
AKAR DJATI

PP. Lakpesdam NU Jakarta, PC Lakpesdam NU Cirebon, PC Lakpesdam NU Majalengka, PC Lakpesdam NU Indramayu, PC LDNU Majalengka, Fahmina Institute, Forum Lintas Iman Cirebon (Forum Sabtuan), Budha Sasana, LBH Bandung, PMII Kabupaten Cirebon, MKAI, Gereja Kristen Pasundan (GKP) Bandung, PGIS, Desantara Depok, JIMM (Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah), PBHI Jabar, Jaringan Kerja Pemantauan dan Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (PAKB2), Pesantren Al-Mizan Majalengka.

Sekretariat: PP. Al-Mizan Majalengka
Jln. Raya Timur No.456/2
Cibolerang, Jatiwangi 45454
Majalengka Jawa Barat

Satu Tanggapan

  1. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://agama.infogue.com/negara_harus_adil_dan_netral

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: