• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Tiga kekerasan pasca rekomendasi Bakor Pakem

SKB pelarangan Ahmadiyah memang belum dikeluarkan. Tetapi, rekomendasi Bakorpakem untuk melarang Jemaat Ahmadiyah sudah dipublikasikan. Apa yang terjadi? Apakah para penentang Ahmadiyah puas? Apakah kekerasan dan anarkisme mereda?

Yang terjadi justru Jemaat Ahmadiyah mengalami 3 kejadian kekerasan, yaitu di Singaparna, Parung-Bogor, dan Parakan Salak-Sukabumi. Hari ini, Febi Yonesta, pengacara dari LBH Jakarta bersama anggota Jemaat Ahmadiyah membuat pengaduan ke Bareskrim Mabes Polri.

***

Apa sih yang dikhawatirkan dari Ahmadiyah sehingga kebencian itu sedemikian meluapnya sehingga umat tak menabukan anarkisme dan kekerasan?

Apa yang terjadi terhadap pemahaman keagamaan saat ini yang menjadi begitu intoleran dan gemar melampiaskan anarkisme kemarahan? Bukankah Ahmadiyah sudah ada sejak sebelum NKRI dan sejak dulu pun tak ada kekerasan/anarkisme kepada mereka?

Link: Detikcom

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: