• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Mereka memaki Pancasila

Seorang anggota DPR dan pejabat pemerintah berkirim SMS memprihatinkan kondisi bangsa Indonesia yang semakin kacau. Hari ini aku membaca satu kutipan SMSnya.

Berikut ini petikan SMS-nya:

“Hr ini laporan dr bondowoso HT bersama MUI setempat bikin seminar propaganda syariat islam dan kilafah. memaki Pancasila, ternyata dihadiahi SKB. bsk mrk lanjut kampanye di Situbondo (atas biaya APBN via MUI ~ Depag? ini tragedi) manusiawi harus perspektif korban, bukan perpetrators dong pak,,, bisa dianggap genocide, canada-UK sdh mengecam RI soal ahmadiyah, selain sidang HR council tahun lalu di Jenewa soal serangan thd gereja2. hati nuraninya siapa pak? Ditaruh mana konstitusi, UU 12/2005 ttg hak sipil- 39/99 ttg HAM?”

***
Pada satu sisi, ada kelompok yang terus memprogandakan syariat Islam dan hendak mengganti Pancasila. Mereka memaki Pancasila dan sering melontarkan ancaman-ancaman anarkisme dan pembunuhan. Kelompok ini bebas berkeliaran dan justru sering mendapatkan tempat terhormat di masyarakat, suara mereka didengarkan dan dipertimbangkan pemerintah dengan takzim.

Sementara itu, ada kelompok masyarakat yang menjalankan ibadah dengan baik dan tidak pernah melakukan keonaran publik. Bahkan, kelompok ini terlibat dalam perjuangan dan pembangunan Indonesia. Tetapi karena ancaman pihak pertama, kelompok ini terancam dibubarkan dan dilarang di Indonesia. Inilah Jemaat Ahmadiyah.

Di dalam SMS itu, HT adalah Hizbut Tahrir Indonesia (Indonesia) dan MUI adalah Majelis Ulama Indonesia.

Mau ke mana Indonesiaku….?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: