• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Jaksa Agung: Ahmadiyah segera dihentikan

Jaksa Agung Hendarman Supandji, Jumat (18/4), menyatakan bahwa SKB untuk melarang Ahmadiyah melakukan seluruh kegiatan sedang disusun. SKB itu melibatkan Jaksa Agung, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri. Proses itu diperkirakan membutuhkan waktu 2 minggu.

Menurut Hendarman, pembuatan SKB itu sesuai dengan ketentuan yang termuat dalam PNPS No 1/1965. Sampai dikeluarkannya SKB itu, Ahmadiyah masih belum dilarang melakukan kegiatan. Itulah sebabnya, Mukernas Jemaat Ahmadiyah di Denpasar, Bali yang direncanakan tanggal 18-20 April masih mendapat izin penyelenggaraan.

Mukernas Jemaat Ahmadiyah itu sendiri merupakan kegiatan tahuan untuk mengevaluasi kegiatan setahun dan menyusun program kerja satu tahun ke depan.

***

Dua minggu ke depan adalah waktu kritis, bukan hanya untuk Ahmadiyah, tetapi juga untuk masa depan Indonesia. Keputusan yang diambil pemerintah akan menciptakan preseden politik dalam kebijakan mengenai agama/keyakinan. Sekali pemerintah memutuskan untuk melarang Jemaat Ahmadiyah yang sudah eksis di Indonesia sejak 1922, MUI dkk akan menggunakannya sebagai alasan untuk melarang yang lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: