• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Polisi akan pidanakan penyerang Ahmadiyah

Siapapun yang akan menyerang Ahmadiyah, akan dipidanakan. Begitu janji Kadiv Humas Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Mabes Polri sebagaimana yang dikutip oleh Detikcom. Ini adalah pernyataan publik pertama dari Kepolisian yang tegas, menyikapi ancaman konflik horizontal antara Jemaat Ahmadiyah dan para penentangnya.

Selama ini, Kepolisian cenderung lalai dan membiarkan Jemaat Ahmadiyah teraniaya di berbagai kota. Serangan demi serangan yang ditujukan kepada Jemaat Ahmadiyah sama sekali tak diperhatikan. Jemaat Ahmadiyah yang menjadi korban serangan selalu disalahkan dan dikalahkan. Sebaliknya, para penentang Ahmadiyah yang selalu mengumbar ancaman dan terang-terangan menantang tak pernah diproses secara hukum.

Sudah jelas ancaman Sobri Lubis (Sekjen FPI) yang memerintahkan bunuh dan serang Ahmadiyah. Kejadiannya sudah dilaporkan ke Mabes Polri. Tapi tak ada respon apapun dari Kepolisian. Demikian pun para penyerang markas Jemaat Ahmadiyah di Parung-Bogor dan masjid Ahmadiyah di Manislor, Kuningan tetap bebas tak disentuh sedikit pun oleh aparat kepolisian. Ancaman-ancaman para penyerang itu pun terus bertebaran di mimbar mereka, seolah-olah menantang keberanian aparat negara untuk menangkap mereka. Karena merasa membela agama, mereka merasa berada di atas hukum dan bisa melakukan apapun di negeri ini.

Kita tunggu realisasi ucapan Polisi. Siapakah yang akan ditangkap dan dipidana: Jemaat Ahmadiyah yang menjalankan keyakinannya dengan damai; atau para penentangnya yang jumlahnya banyak dan mengancam anarkisme jika Jemaat Ahmadiyah tak dilarang pemerintah.

Link: Detikcom

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: