• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Isu Ahmadiyah akan dibawa ke PBB

Jika pemerintah Indonesia tidak tanggap terhadap serangan-serangan yang dilakukan terhadap Ahmadiyah, bahkan bersikap buruk dengan rencana untuk melarang Ahmadiyah, isu ini akan dibawa ke forum internasional.

Pemerintah kelihatannya tidak berpegang pada konstitusi dan lebih suka menuruti tekanan MUI, FUI, dan kawan-kawannya. Tanpa proses peradilan, Jemaat Ahmadiyah yang semestinya dilindungi hak-haknya sebagai warga negara justru hendak dibubarkan.

Rencana untuk membawa isu ini ke PBB dan dunia internasional mencuat dalam diskusi di Wahid Institute, Senin (14/4). Pernyataan ini juga diutarakan oleh Asfinawati, Direktur LBH Jakarta, yang menjadi kuasa hukum Jemaat Ahmadiyah menanggapi keputusan Bakor Pakem hari ini yang akan mendorong pelarangan Jemaat Ahmadiyah.

Ketidakmampuan negara melindungi warga negara dari ancaman/tindakan persekusi warga negara lain adalah sebuah hal yang memalukan. Ditambah lagi, kini negara yang berperan untuk mempersekusi keyakinan sebagian warga negaranya atas desakan sekelompok warga negara yang lain.

Pelarangan Ahmadiyah itu sering disandarkan pada argumen untuk menghindari anarkisme publik dan menjaga stabilitas nasional. Repotnya, yang dibela oleh pemerintah selalu pihak yang mengancam kerusuhan, bukan korban dari ancaman itu. Lebih buruk lagi, proses pencabutan hak warga negara itu dilakukan tidak melalui mekanisme hukum, tetapi melalui mekanisme politik.

Duh… Indonesia…

Link berita: DetikCom

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: