• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Menyikapi Rencana Pelarangan Jemaat Ahmadiyah

Nasib Jemaat Ahmadiyah berada di ujung tanduk. Pemerintah Indonesia kelihatannya tunduk pada tekanan massa yang dilakukan para kelompok penentang Ahmadiyah, yang dimotori antarai lain Forum Umat Islam (FUI), FPI, MMI, HTI, dan kawan-kawannya. Tanda-tanda pelarangan semakin kuat, terlihat dari pernyataan-pernyataan pejabat Kejaksaan Agung yang dimuat di media pro-pembubaran Ahmadiyah, seperti Republika dan Suara Hidayatullah. Spanduk-spanduk mengenai Ahmadiyah mulai tersebar, demo besar-besaran sudah disiapkan tanggal 20 April ini.

Hari ini, Senin 14/4, para aktivis yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menyuarakan keprihatinannya terhadap masa depan bangsa Indonesia. Bertempat di Wahid Institute, sejumlah aktivis lintas agama dan keyakinan yang peduli terhadap masa depan NKRI mengkhawatirkan rubuhnya sendi-sendi NKRI yang berdasarkan konstitusi menjamin eksistensi berbagai komponen bangsa Indonesia yang beragam.

Hadir dalam pertemuan hari ini, antara lain: Syafii Anwar (Muhammadiyah, ICIP), Siti Musdah Mulia (ICRP), Anand Krishna (Anand Ashram), Usman Hamid (Kontras), Asfinawati (LBH Jakarta), Maya Muchtar (NIM, National Integration Movement), Irsa Bastian (Wahana Kebangsaan), Lamardi & Mubarik Ahmad (Jemaat Ahmadiyah), dan banyak lagi aktivis kebangsaan/spiritual lain.

Aliansi mengeluarkan pernyataan sikap sebagaimana yang tertuang dalam press release di bawah ini.

MENJAGA MARTABAT BANGSA
Press Release Menyikapi Rencana Pelarangan Jemaat Ahmadiyah Indonesia
Jakarta, 14 April 2008

Setelah berbagai kasus tindak kekerasan, kriminalitas, dan main hakim sendiri yang tidak pernah diusut secara hukum, Ahmadiyah saat ini justru terancam akan benar-benar dinyatakan oleh Kejaksaan Agung RI sebagai organisasi terlarang. Melalui pertemuan intensif antara Departeman Agama dan Kejagung, akhirnya ancang-ancang untuk membubarkan Ahmadiyah diputuskan.

Ancaman pembubaran ini begitu mengkhawatirkan bukan hanya karena ratusan ribu warga Jemaat Ahmadiyah benar-benar akan dikriminalisasi dan berpotensi menjadi korban kekerasan baik oleh masyarakat maupun negara, bukan hanya akan memperluas konflik horisontal dan disintegrasi bangsa, melainkan juga terkait dengan pelecehan terhadap martabat bangsa Indonesia sebagai bangsa beradab dan menjunjung tinggi Hak Asasi manusia.

Akibat kecenderungan para pengelola negara untuk mengkriminalisasi keyakinan satu kelompok berdasarkan kepentingan kelompok lainnya ini pula, di ranah publik kita dihadapkan pada meruyaknya provokasi-provokasi massa, ancaman pembumihangusan maupun pembunuhan terhadap penganut Ahmadiyah. Kondisi ini jelas melemahkan posisi negara di hadapan warganya, bahkan mengancam eksistensi Indonesia sebagai negara majemuk.

Karena itu, demi menjaga keutuhan bangsa, demi terlindunginya hak sipil seluruh warga negara, dan demi terlindunginya harmoni sosial yang telah dibangun bersusah payah di negeri ini, kami, segenap elemen bangsa yang peduli dengan komitmen berbangsa yang bhinneka tunggal ika, kami perlu menyatakan sikap sebagai berikut:

1.    Meminta kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Bakorpakem maupun Departemen Agama, untuk mempertimbangkan ulang dan membatalkan rencana pelarangan Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang jelas-jelas bertentangan dengan prinsip Hak Asasi Manusia dan prinsip hukum yang dianut di Indonesia.
2.    Menegaskan bahwa negara kita adalah negara hukum dan konstitusional. Artinya segala proses penyelenggaraan kehidupan berbangsa didasarkan atas konstitusi dan hukum, bukan atas dasar desakan kelompok kepentingan dan golongan tertentu, apalagi yang jelas-jelas antidemokrasi dan menghalalkan kekerasan.
3.    Meminta kepada seluruh pengelola negara Indonesia untuk menjamin hak-hak kebebasan dasar (normative) setiap warganegara Indonesia tanpa kecuali; dan menunjukkan komitmen tinggi untuk mewujudkan kesetaraan tiap-tiap warganegara di muka hukum, dan terutama dalam menegakkan rule of law;
4.    Meminta kepada aparat negara untuk mengantisipasi dan menghentikan segala bentuk provokasi, ajakan, perilaku intoleransi dan segala bentuk kekerasan yang muncul di tengah masyarakat; serta menjamin penegakan hukum atas siapapun yang melakukan tindak kekerasan dan kriminalitas atas nama apapun, tanpa pandang bulu.

Sebagai bagian dari anak bangsa, kami juga mengingatkan kepada para tokoh agama, partai politik, ormas-ormas dan kelompok keagamaan, organisasi civil society, media massa, dan segenap elemen masyarakat, untuk:

1.    Mengedepankan semangat toleransi dan kearifan dalam menghadapi perbedaan-perbedaan dengan orang atau kelompok tertentu, termasuk dalam soal keyakinan agama.
2.    Tidak gampang terhasut oleh pihak-pihak atau kelompok-kelompok tertentu untuk membenarkan ataupun turut serta dalam tindak-tindak kekerasan yang menebar rasa tidak aman dan permusuhan antar sesama anak bangsa.
3.    Mewujudkan agama sebagai faktor harmoni, bukan disharmoni, pendorong kedamaian, bukan pemantik permusuhan.
4.    Tidak memberi pembenaran apapun, terutama dari sisi doktrin dan teologi agama, terhadap setiap tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama.
5.    Berada pada jalur moderasi dan mengambil peran terdepan dalam menumbuhkan semangat toleransi dan perdamaian dalam menghadapi perbedaan apapun.

ALIANSI KEBANGSAAAN UNTUK KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN
AKKBB

Elemen-elemen pendukung:
Indonesian Conference on Religion and Peace, National Integration Movement, The Wahid Institute, Kontras, LBH Jakarta, Jaringan Islam Kampus, Jaringan Islam Liberal, Lembaga Studi Agama dan Filsafat, Generasi Muda Antar Iman, Institut DIAN/Interfidei, Masyarakat Dialog Antar Agama, Komunitas Jatimulya, eLSAM, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Lembaga Kajian Agama dan Jender, Pusaka Padang, Yayasan Tunas Muda Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Forum Mahasiswa Ciputat, Tim Pembela Kebebasan Beragama, El_Ai_Em Ambon, Yayasan Ahimsa (YA), Jakarta, Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Dinamika Edukasi Dasar (DED) Jogjakarta, Forum Persaudaraan Antar-Umat Beriman Jogjakarta, Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Surakarta, SHEEP Indonesia Jogjakarta, Forum Lintas Agama Surabaya, Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya, LSM Adriani Poso, PRKP Poso, Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia NTB, Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok, Forum Komunikasi Lintas Iman Gorontalo, Crisis Center SAG Manado, LK3 Banjarmasin, Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulawesi Selatan, Makassar, Jaringan Antar-iman se-Sulawesi, Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG KALSEL) Banjarmasin, PERCIK Salatiga, Sumatera Cultural Institut Medan; Muslim Institut Medan; PUSHAM UII Jogjakarta; Swabine Yasmine Flores-Ende; Komunitas Peradaban Aceh; Yayasan Jurnal Perempuan; Yayasan Anand Ashram

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: