• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Ancaman mati FPI kepada Ahmadiyah

Tayangan film “Fitna” yang menghebohkan dunia Islam itu ternyata belum membuat umat Islam reflektif, bahwa berbagai sikap keagamaan yang ditampilkannya di publik itu sangat buruk.

Di Indonesia, ceramah-ceramah keras seperti yang ditayangkan di film Fitna itu sebenarnya tidak asing buat kita. Baca saja potongan transkrip rekaman salah satu ceramah Sobri Lubis, Sekjen Front Pembela Islam (FPI), 14 Februari 2008.

“Dan kita sudah ingatkan pemerintah sudah kita ingatkan pemerintah, nanti akan dibahas oleh tuan guru kita Ust. Mohammad Khaththath dan ini yang perlu kita ingatkan kalau nanti ternyata pemerintah *CUT* agama islam kami nyatakan kami ajak umat islam ayo mari kita perangi ahmadiyah, BUNUH ahmadiyah dimanapun mereka berada saudara! ALLAHUAKBAR!! Bunuh, bunuh, bunuh, BUNUH!
Nggak apa-apa bunuh darimana belanya… ini namanya bela paksa. Lu ngerusak akidah gw, udah bukan halal lagi udah… udah HOLOL… udah HOLOL. Bukan main… ahmadiyah halal darahnya untuk ditumpahkan, nanti dibilang melanggar HAM, persetan kitab HAM, tai kucing kitab HAM! Kira-kira kalau dibelain kitab HAM melulu entar nabi-nabi palsu muncul lagi donk, kemarin di bandung muncul nabi… nabi lagi. Ya Allah Ya Rabb, ngaku Nabi bikin Ka’bah .”
“Bersama-sama kita ingatkan, jadi ahmadiyah kalau nggak mau kembali kepada Islam, kita perangi atau tidak?”
“PERANGI AHMADIYAH, BUNUH AHMADIYAH, BERSIHKAN AHMADIYAH DARI INDONESIA! ALLAHUAKBAR!”
“Nggak apa-apa, nggak apa-apa kita bertanggung jawab, saya pribadi maupun FPI maupun umat islam yang lain para ulama, bertanggung jawab kalau ada yang bunuh ahmadiyah bilang disuruh kami, bilang disuruh Ust. Sobri Lubis, disuruh Habib Rizieq Syihab. Nggak bakal masalah, kami siap tanggung jawab untuk dunia akhiratnya, untuk bunuh ahmadiyah dimanapun juga mereka berada! ALLAHUAKBAR!”

Mengerikan. Ceramah ini terjadi di muka umum. Dan ini adalah ceramah AGAMA, bukan pertemuan partai politik, preman, atau pasukan perang.

Semuanya didokumentasikan dan sudah dilaporkan ke Mabes Polri oleh teman-teman Ahmadiyah. Tapi tetap saja mereka melenggang bebas. Polisi tidak mau mengambil tindakan. Padahal, isinya sudah jelas-jelas agitasi dan ancaman pembunuhan. Dan itu adalah tindakan kriminal.

Kalau ceramah-ceramah Islam seperti ini terus terjadi dan umat Islam yang moderat tak mengambil posisi menentang mereka, jangan salahkan orang lain kalau ada persepsi yang buruk terhadap Islam secara keseluruhan.

Ini betul-betul PR besar buat umat Islam untuk menjaga kejernihan dan kemuliaan ajaran Tuhan yang dibawanya dari pembajakan oleh kelompok radikal. Bukan orang luar yang bisa menghancurkan sebuah ajaran Tuhan, tetapi perilaku/akhlak umat itu sendiri yang menghancurkan kredibilitas ajaran Tuhan itu.

12 Tanggapan

  1. Wah, FPI itu kalo mau dengar nasehat ulama ngga bakalan berani sembarangan hantam sana-sini kalo ada “maksiat” atau kekufuran. Ulama sudah jelas sikapnya: melarang “main hakim sendiri” apabila ada kemaksiatan, melarang merusak property orang lain (baik muslin maupun non muslim), melarang bomb bunuh diri (hayooo, baru dengar kan?), melarang provokasi dan fitnah, melarang zholim terhadap saudara sesama muslim atawa non muslim.
    Itu nasehat ulama. Silahkan lihat di situs-situs yang memuat fatwa ulama terkait isu-isu tsb.
    Lebih baik FPI itu fokus ke dakwah peningkatan kualitas umat Islam seperti pencegahan kultus individu thd para habib, melarang umat Islam utk nyembah2 kuburan para habib dsb.

  2. Dulu ada kejadian serupa, seorang Hitler berpidato untuk menghabisi kelompok Jahudi. Bangsa Jerman cuek.
    Setelah sukses, Hitler berpidator menghabisi kelompok komunis. Bangsa Jerman cuek. Setelah itu berpidato menghabisi gipsi. Bangsa Jerman cuek. Setelah itu berpidato menghabisi katolik. Bangsa Jerman masih cuek juga. Setelah itu berpidato menghabisi protestan. Masih cuek juga. Setelah itu bunuh diri.

    Bangsa Ind masih belum sadar, bahwa bibit Hitler itu selalu tetap bergentayangan, dalam rupa dan bentuk apapun. CIrinya jelas: menganggap dirinya absolut benar dan yang lain salah sehingga pantas dimusnahkan.
    Hitler adalah orator yang hebat, dan massa sangat mudah disetir oleh orator-orator spt itu. Isu agama dan suku adalah modal yang baik untuk membakar massa yang masih terbelakang/miskin seperti Indonesia.
    Kaum intelek Ind harus semakin didorong untuk menarik garis yang jelas, batas yang tegas, antara musuh dan kawan. Musuhnya jelas MUSUH KEMANUSIAAN. Mereka pengecut, munafik, dan malacurkan lidahnya, bersembunyi dibalik massa yang tidak paham agenda terselubung.

    Muslim yang berkeyakinan kekerasan itu dilarang Allah, tetapi mendiamkan, tidak bereaksi thd tindak kekerasan atau pidato kekerasan, sama buruknya dengan pelaku kekerasan itu sendiri.

    Itulah yang tampak dalam panggung dunia saat ini, muslim Indonesia yang awalnya terkenal santun dan beradab, saat ini diharubirukan oleh polah cucu-cucu Hitler, yg histeris Allahuakbar, memancing darah, ngacungkan pedang.
    Jangankan orang barat/luar negeri, saya sendiri yg non muslim, ketakutan.
    Jangankan tersinggung dicemooh ttg agama secara terbuka melalui buku, media cetak elektronik. Sakit kuping karena pengeras suara mesjid pun nggak berani berkutik. Menuruti nasihat orang bijak ‘orang gila jangan diladeni’ demikian juga muslim gila jangan diladeni.

    Saya sedih melihat muslim cuek atau mengangguk-angguk mendengar muslim gila. Karena dg terpaksa harus mengelompokannya ke golongan yang harus ditakuiti.

  3. […] kelihatannya cukup serius, disertai dengan rencana serangan ke Ahmadiyah di berbagai kota. Menyimak ancaman Sobri Lubis (Sekjen FPI) pada ceramahnya di Banjar, yang menyerukan perintah bunuh kepada Je…, bukan tidak mungkin konflik horizontal akan terjadi. Kita semua berharap konflik dan penganiayaan […]

  4. Tuh kan Geert Wilder dengan film fitnahnya benar…
    Jadi jangan marah kalau didokumentasikan. Kalau marah berarti tidak menerima kenyataan. Sama persis seperti orang yang nyolong sendal ketahuan, tapi mengamuk ketika ditunjuk maling. Ogut juga orang islam sih, tapi ngga kayak gitu-gitu amat… Kayaknya Islam ngga pernah mengajarkan vandalis seperti itu deh dikala Islam itu sendiri sedang ditindas; artinya kondisi hari ini kan Islam sedang mengalami kekalahan, kok bergaya seperti juragan? Kalau gitu sih namanya post power syndrome: Sudah tidak punya apa-apa tetapi masih merasa punya kumis, padahal giginya aja pada ompong… Kaciaaan deh lu

  5. Perang ? Lo Pikir negara punyak jidat lo apa ? Perang ? Yakin lo ? Perang ? Darah ? Halal ?
    Kita saksikan manusia pemberani dari Indonesia ini,
    Perang !!!!

  6. Meskipun saya tidak sependapat dengan tindakan anarkisme, tapi Ahmadiyah merupakan bencana aqidah bagi umat Islam yang jauh lebih dahsyat dari pada sekadar bencana fisik.

    Itulah kepatuhan umat dalam menjaga dan memelihara aqidahnya.

  7. wah, barusan aku nonton video-nya, uh…ngeri banget, pidato kok kayak preman, gak sesuai deh ama jubah yang dipakai.

    kalau menurut saya, mereka itu (FPI) atau sobri….., berpikir tentang islam kurang, atau bahkan dangkal banget deh…..

    mau nonton video-nya sobri,, FPI dan lain2, hubungi saya.
    http://www.212baca.wordpress.com

    saya bukannya mau menyebarkan lho…..ini khan bisa jadi profokasi, makanya saya gak mau nyebarkan, nanti dianggap profokasi.

  8. @sakinahnoor,
    Meskipun saya tidak sependapat dengan tindakan anarkisme, tapi Ahmadiyah merupakan bencana aqidah bagi umat Islam yang jauh lebih dahsyat dari pada sekadar bencana fisik.

    Itulah kepatuhan umat dalam menjaga dan memelihara aqidahnya.

    ————————————————————————–

    Setujuu…!!!!!
    Lha…supaya tidak timbul anarkisme dan bencana aqidah,……ya harus dilawan dan diperangi juga dengan aqidah yang lebih berakhlak dan mulia!!!.

  9. salam kenal mas sumardiono, mendegnar nya saja sudah ngeri, apalagi saya yang orang ahmadiyah…tak ubahnya seperti firaun ketika menghadaspi musa karena takut akidah nabi musa mempengaruhi akidah rakyatnya, mkaa tak ada kata lain, bunuhhhh…..sesakan-akan agama bukan memberi kedamaiana tetapi lebih kepadsa penebar teror.

  10. Ahmadiyah diserang karena telah menyalahi akidah Islam yang benar.

    Buang saja Mirza Ghulam Ahmad itu. Jelas2 dia boneka buatan Inggris di India. Ngapaian bawa2 Mirza Ghulam Ahmad.

    Tidak ada Nabi setelah beliau.
    Wahai orang Ahmadiyah, BERTOBATLAH

  11. Aku setuju bangat kalau ahmadiyah dihancurkan soalnya dia telah menodai agama ISLAM… dan memang sewajarnya dihancurkan.. kalau pidato FPI itu sangat2 wajar bahkan harus dan wajib… ya mau gimana lagi umat Islam di negeri pada memble… dan loyo, bahkan uda nyata2 sesat di dukung.. BRAVO FPI… polisi…??? ah Lambat looo kalau uang cepat tiup sempritan mana simnya gitooo

  12. BUNUH AHMADIYAH…. perang melawan kafir itu jihad,,, yang banyak bacot banyak komen…. goblok loooo… iblis lo dukung… ketik C spasi D Capek deeee buat ulama yang plin plan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: