• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Menjelang evaluasi Ahmadiyah oleh Pakem

Menurut jadwal, tanggal 15 April 2008 adalah waktu evaluasi Ahmadiyah oleh Pakem. Menjelang tanggal itu, pressure dan tuntutan terhadap pembubaran Ahmadiyah semakin meningkat.

Pelaku penekanan itu masih sama, yaitu garis Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Tim Pembela Muslim (TPM), dan kawan-kawannya. Bendera yang digunakannya bisa bertambah bermacam-macam, mulai Forum Umat Islam (FUI), Forum Ulama Umat Islam (FUUI), Aliansi Umat Islam (Alumi), dan sebagainya.

Mereka mulai melakukan penggalangan dan pembentukan opini publik di mana-mana. Mereka juga melakukan tekanan hukum, salah satunya melalui tuntutan yang dilakukan oleh TPM (DetikBandung).

Logika yang digunakannya masih sama, yaitu dianggap sesat dan menghina Islam. Dan dengan logika itu minta pemerintah membubarkan Ahmadiyah.

Padahal, NKRI sudah jelas-jelas bukan negara Islam dan bukan negara berdasarkan syariat Islam. Penghinaan terhadap Islam pun belum pernah dibuktikan di pengadilan.

Repotnya, orang-orang yang menentang Ahmadiyah itu selalu mengatasnamakan Islam dan Tuhan, bahkan untuk mengancam di mimbar-mimbar agama. Ungkapan murtad, hancurkan, halal darahnya seringkali demikian mudah terlontar di dalam mimbar agama mereka.

Kalau seperti itu praktek berislam, jangan salahkan kalau ada film-film “Fitna” lainnya. Jangan salahkan orang lain dan jangan tersinggung karena perilaku buruk sendiri dibuka ke publik.

Satu Tanggapan

  1. Wah, tindakan dan ancaman FPI atau reaksioner adalah satu sisi, sedangkan Ahmadiyah ada di sisi lain.
    FPI dan reaksioner tdk dapat legitimasi dari Agama Islam. Jadi kegiatan mereka memang ngawur dan zhalim.
    Mengenai Ahmadiyah, lebih baik memang diperkenalkan dan didaftarkan saja sebagai agama baru. Wong jelas doktrinnya beda dengan Agama Islam.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: