• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Usai menonton film Fitna

Sore tadi aku nonton film Fitna yang didownload teman dari Youtube. Melihat reaksi yang keras dari berbagai pemerintah Islam, sebelum menonton aku mempunyai ekspektasi tertentu di dalam benakku. Ekspektasiku, film itu pasti berisi berbagai fitnah mengenai Islam, fakta mengenai Islam yang diputarbalikkan, Islam diolok-olok, dan sebagainya.

Kalau tidak parah, mana mungkin para pemerintah Islam itu begitu marah? Mana mungkin Indonesia memutuskan untuk memblokir Youtube (yang isinya banyak yang sangat bermanfaat) kalau isi Fitna tidak kacau? Aku membayangkan film itu pasti heboh isinya.

Setelah menonton, bahkan dua kali (karena film itu durasinya pendek, sekitar 17 menit), mmmm…

Menurutku film itu biasa-biasa saja. Isinya adalah fakta mengenai realitas yang ada di umat Islam, tapi dengan framing kesimpulan tertentu seperti yang dipersepsikan Geert Wilders terhadap Islam. Faktanya sendiri adalah bagian realitas yang ada di dalam umat Islam.

Dibuka dengan dokumentasi peledakan World Trade Center (WTC) dan kereta api di Madrid, film itu selanjutnya memvisualisasikan mengenai berbagai sikap umat Islam radikal, termasuk kutipan-kutipan dari Kitab Suci Al Quran.

Apakah kutipan Al Quran dan terjemahannya yang ditampilkan di film itu diubah? Setahuku tidak. Apakah ceramah-ceramah agama yang muncul di film itu direkayasa dan dikarang Geert Wilders? Setahuku memang fakta.

Di Indonesia, tak sulit buat untuk menemukan cuplikan-cuplikan ceramah/pendapat seperti di Fitna, misalnya:

  • ceramah yang menyatakan bahwa Islam adalah satu-satunya kebenaran; Islam lebih baik dari Kristen, Yahudi, Hindu, dan Buddha; dan yang lain selain Islam adalah sesat.
  • kutipan-kutipan kebencian terhadap Yahudi dan Kristen pun rasanya bukan sebuah hal yang asing di telinga kita kalau sedang mendengarkan ceramah agama.
  • ceramah-ceramah membakar semangat bahwa Islam pernah menang dan akan menang lagi menaklukkan negara-negara lain di dalam kekhalifan Islam juga bukan hal yang aneh.
  • kutipan ayat-ayat jihad dan hadits mengenai orang Yahudi yang akan dikalahkan itu sering kita dapati di buku-buku Islam yang ada di toko-toko buku.

So, mengapa begitu heboh dan berangnya pemerintahan Islam di berbagai negeri? Bukankah itu adalah sebagian cermin dari umat Islam?

Memang, kalau dilihat spirit dan ending filmnya, menurutku film Fitna adalah propaganda politik aliran sayap kanan radikal yang mulai khawatir terhadap banyaknya imigran dari berbagai negara ke Eropa. Para imigran itu telah mengambil jatah pekerjaan dan menjadi beban yang harus ditanggung negara-negara Eropa. Menurutku, ini adalah soal kekhawatiran ekonomi, bukan agama.

***

Problemnya adalah, umat Islam memberikan peluang kepada para radikal/fundamentalis untuk membajak dan menguasai wacana Islam. Mereka menguasai masjid-masjid dan mimbar-mimbar agama sehingga suara mereka menjadi dominan di masyarakat. Kalau tak ada potret-potret kaum radikal (yang jumlahnya begitu banyak dan ada di mana-mana), peluang untuk mendiskreditkan Islam itu tak akan begitu terbuka sebagaimana yang dilakukan dengan mudah oleh Geert Wilders melalui film Fitna itu.

Untuk kasus Indonesia saja sebagai contohnya. Lihatlah dan dengarkan materi-materi ceramah yang ada di masjid dan mimbar-mimbar agama kalau mereka mulai membicarakan agama lain (Kristen dan Yahudi). Adilkah, sejukkah, damaikah?

Dengarkan ceramah-ceramah mengenai kelompok yang dianggap sesat seperti Jemaat Ahmadiyah yang sering ada di Masjid Besar Al Azhar Jakarta. Bukankah seruan jihad, perang, menyerbu, dan ungkapan-ungkapan mengenai halal-darahnya itu begitu mudah diumbar di muka publik? Dan bukankah semua itu diatasnamakan Islam? Terus, kalau semua itu “dipotret” dan orang berkesimpulan bahwa Islam mengajarkan kekerasan, siapa yang salah?

***

Sekali lagi, tantangan terbesar pada umat Islam saat ini adalah refleksi secara internal. Awalnya memang mungkin saja denial. Wajah yang “dibingkai” dalam Fitna itu memang terlihat sangat buruk dan tak enak untuk diakui. Tapi, menurutku hal itu lebih baik direfleksikan. Dan kalau memang ada yang salah, dibutuhkan keberanian untuk melakukan reorientasi teologi.

Harus ada keberanian untuk memisahkan Islam dari kelompok radikal; yang sejak awal Islam sudah menumpahkan darah khalifah ke-3 (Utsman) dan khalifah ke-4 (Ali). Dan ini adalah PR besar, sangaaaat besar.

Tanpa pemisahan Islam dari kelompok radikal, masa depan Islam tampaknya akan berat.

Ini opini pribadiku. Anda boleh setuju atau tidak setuju dengan opini ini.

31 Tanggapan

  1. tidak perlu lagi kau sulut api yang hampir padam, dan tidak selayaknya kau membenci dan mencemooh agama lain. bukankah diajarkan juga didalam agamamu………kalo kamu orang budha pasti taulah…atau dirimu ga punya agama ya itu urusanmu sendiri………..bagimu agamamu bagiku agamaku

  2. gUa setuju bangEl ma lO..wAlaupun guA bUkan se-mUslim!!
    lOve peAce no rAdikal

  3. Berimbang dan berasaskan realitas. Tulisan yang bagus. Ini menjadi PR bagi kalangan Islam moderat, untuk tidak membiarkan kaum fundamentalis menjadi wakil dan corong suara mereka.🙂

  4. Rommy: sy seorg monotheis etis (bertuhan YME, tidak berafiliasi pada agama tertentu). Smg tak terbersit setitik pun kebencian dan cemoohan dalam tulisan ini.
    Di dalam perahu kehidupan yang berlayar, kita saling mengingatkan dengan baik; krn perahu yang bocor akan menenggelamkan kita semua..
    Salam dalam kecintaan kepada Tuhan dan seluruh umat manusia…🙂

  5. cek dulu bro kebenaran film itu dengan ayat2 alquran yg dikuttip. saya takutu kalo film itu hanya untuk mendeskritkan umat islam.

  6. Aku setuju dengan opini anda! Smoga Umat Islam yg baca tulisan ini bisa lebih intropexi diri lagi!! LoVe TUHAN n peace!!

  7. Sukurlah ada juga yang ngebahas ini. Diblog gw menghimbau orang untuk membaca pesan Film Fitna secara objektif malah dikecam.😦

    Indonesia emang cuma bisa koar-koar demokrasi.

  8. Sahabat88: thanks bro atas peringatannya. Saya sudah perhatikan ayat Al Quran yang dikutip dan terjemahannya; tidak ada yg dipelintir. Anda sudah menonton?🙂

  9. Islam itu tidak identik dengan Kekerasan.
    Tapi kalau Umat Islam bereaksi keras ituy hal yang wajar

    Kalau umat Islam ingin meminpin dunia dengan Khilafahnya
    itu sudah kewajiban kita umat Islam

    Islam adalah agama yang paling Benar. itu BENAR 1000%
    Agama lain pun akan dilindungi oleh Islam
    kenapa? karena Islam mencakup seluruh aspek kehidupan
    tentu saja jika Islam yang memipin tidak berarti akan menghapuskan Umat lain. Pelajari kisah Umar Bin Khatthab saat menaklukkan Palestina
    baca kisah Shalahuddin Al Ayyubi saat mengobati raja Inggris “Lion Heart” sewaktu Perang Salib. dll

  10. di dalam islam yang saya dapatkan adalah semua tindakan seorang hamba Allah akan dipertanggungjawabkan secara pribadi di akhirat kelak. islam sangat melarang pembunuhan tanpa disertai hak yg benar. bahkan dalam kondisi perang pun kaum islam dilarang untuk membunuh wanita, anak-anak, orang tua, dan orang2 yang tidak bersenjatakan.😀
    anda kalau membahas ayat alquran jangan sepotong-potong, baca seluruhnya dan pahami, jika ada yg janggal bisa tanyakan ke saya?
    film fitna yg dipropagandakan barat tersebut tidaklah obyektif, coba kita smak bagaimana perjalanan perang di bosnia, afganistan, kashmir, dan irak. siapa korban yang terbanyak? berapa bayi yg berguguran? berapa wanita yang
    diperkosa? di irak saja kaum islam yg tewas akibat keganasan amerika cs sebanyak 500 ribu jiwa lebih. bagaimana di wilayah yg lain?
    kenapa harus islam saja yg anda kritik?
    siapa yang pantas diidentikkan dengan kekerasn?
    apakah islam?
    ataukah negara pembantai terbesar sepanjang sejarah?

  11. Ummat Islam saat ini memang harus lebih extra melatih kesabaran. Hanya dengan sebuah film saja kita sudah terbakar emosi. Coba kita ingat bagaimana perjuangan Nabi Muhammad dalam menghadapi kaum kafir. Memang kita masih banyak harus belajar dari junjungan kita Nabi Muhammad.

  12. Sebuah tulisan yang jujur.

    Sebagai non muslim, saya dapat melihat perbedaan besar antara kelompok radikal Kristen dengan radikal Islam. Kelompok radikal Kristen tidak menghalalkan pertumpahan darah untuk membela agama apalagi Tuhan. Adalah hal yang aneh, naif dan lucu bila Tuhan Yang MahaKuasa masih perlu dibela.

    Dan ini paling penting : pemisahan antara politik dan agama. Keduanya sering dicampuradukkan demi tujuan kelompoknya sendiri dengan berbagai dalih dan propaganda.

  13. bagi mereka yang menganggap kebenaran tentang film ini mohon dicermati kembali, sering salah pengertian dalam penafsiran sebuah ayat, satu ayat tidak berdiri sendiri tetapi masih terhubung dengan ayat lain………(bagaimana orang bisa menilai orang lain itu salah, kalo dia tidak menyelami sifat orang tersebut)…. jangan menyalahkan agama karena salah satu pemeluknya berbuat salah, apakah dirimu sendiri tidak pernah berbuat salah, kalopun iya apakah aku sebagai seorang muslim akan menyalahkan agamu/kepercayaanmu…….
    (100% tidak, karena kesalahan itu hanya datang dari manusia itu sendiri dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT)…..

  14. Saya belum nonton filmnya, terlepas dari itu, saya rasa sinar2 kejayaan Islam sudah mulai terasa dimana-mana sehingga ada pihak2 yang merasa terancam dan perlu mendeskriditkan Islam, memecah belah, dan mengadu domba antar umat Islam sendiri dan umat Islam dengan umat agama lainnya. Menurut saya, kita jangan terpancing berbuat anarkis karena saya rasa tujuan wilders adalah menunjukkan bahwa Islam bereaksi anarkis atas filmnya yang provokatif. Bagusnya, film kayak gitu dicuekin aja, jangan terpancing.
    Disisi lain, kalau merujuk opini temen kita dalam blognya,

    Memang, kalau dilihat spirit dan ending filmnya, menurutku film Fitna adalah propaganda politik aliran sayap kanan radikal yang mulai khawatir terhadap banyaknya imigran dari berbagai negara ke Eropa. Para imigran itu telah mengambil jatah pekerjaan dan menjadi beban yang harus ditanggung negara-negara Eropa. Menurutku, ini adalah soal kekhawatiran ekonomi, bukan agama.

    Mungkin awalnya atau memang sebenarnya atas nama motif ekonomi (seperti halnya pendudukan Amerika atas Irak), menurut saya lebih tidak mulia (hina) dibanding Amerika yang pura-pura mencari senjata pemusnah masal untuk menggulingkan Sadam Hussein dan menguasai minyak di Irak dibanding mendeskriditkan agama lain untuk motif ekonomi semata.

    Wallahu a’lam bishshawab

  15. Yang saya anut dalam Islam adalah saya percaya agama islam ini adalah agama yang rahmatan lil alamiin….

    orang yang bikin film FITNA itu,,, sepertinya sedang mengalami sakit jiwa. dia putus asa makanya begitu…

    Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu…

    Sudah gitu aja..

  16. yg terpenting..
    perkuat ukhuwah islamiyah..
    tingkatkan iman dan taqwa..

  17. Permisi…bole numpang komen?
    Buat yang menulis blog ini, siapapun dirimu,..(karena aku tidak kenal, aku tau blog ini karena muncul dalam situs pencarian film fitna yang aku buka).

    Pertama, buat Sumardiono, berkomentar tentang film Fitna itu sah2 aja, itu hak semua orang, apalagi Anda, tapi apabila Anda tidak mengetahui apa itu Islam, lebih baik jangan berkomentar terlalu banyak,…apalagi sampai mengatakan bahwa dalam film itu tidak ayat Al-Qur’an yang dipelintir,…mungkin pengertian Anda saja, hehehe, u don’t know that much dear,,,,,

    Kedua, buat Jephman, tadi aku baca ada yg membanding2kan agama Islam radikal dengan Kristen radikal, hmm…lagi-lagi, tentu aja Anda bilang tidak sama dan berbeda, karena yang dibuat filmnya cuma agama Islam aja yaitu Fitna, dan juga Tuhan memang tidak perlu dibela,..
    Tapi mungkin bangsa Arab membela diri mereka sendiri, ada sebab ada akibat, ada sebab kenapa bangsa Arab begitu bersemangatnya tentang jihad, karena penderitaan mereka oleh bangsa Amerika, tapi kenapa negara2 muslim yang lain tidak bersemangat berperang seperti mereka? contohnya Indonesia??…..
    Karena Jephman, khotbah yang Anda lihat di film Fitna itu adalah cerminan bangsa Arab dan bukan umat muslim secara keseluruhan,..jadi bukan membela Tuhan, kalau Tuhan mau, seluruh dunia ini habis dalam waktu sekejap saja.

    Ketiga, buat seluruh umat muslim, bersabarlah!! cobaan untuk kita memang selalu datang bertubi-tubi, tidak ada agama lain yg mengalami cobaan seperti ini, tetap shalat dan perkuat ukhuwah Islamiyah….ingat film Ayat-ayat Cinta? Sabar dan Ikhlas,..itulah Islam sesungguhnya.

  18. Kenapa yang dipermasalahkan selalu AGAMA? Masalah yang kita hadapi itu khan sudah banyak. Ada masalah ekonomi, keluarga, karir, sekolah, dll. Rasanya kalau kita membahas masalah agama, waktu kita bakal terbuang percuma deh.

    Mending juga kita nulis blog, nonton anime, main game, belajar, dll daripada mempermasalahkan agama, betul ngga?
    No offence and peace for Indonesia!

    BTW, apakah siaran langsung sepakbola Liga Belanda juga dicekal?

  19. mengenai stetmen anda bahwa tidak ada ayat Al Quran yg dipelintir.. saya kok jadi ragu, memangnya anda belajar Al Quran sama kyai mana? ustadz mana? atau buya mana?
    atau jangan2 PERNAH membaca Al Quran aja?

    coba baca postingan kawan yang satu ini
    http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2008/04/02/download-film-fitna/

    mengenai merebaknya radikalisme di Islam akhir2 ini, memang tidak salah, dan itu juga bukan tanpa sebab. dimana hal tsb muncul dikarenakan adanya aksi yang mendahului nya. semut pun akan menggigit kalo diinjak bukan?

    dan bahwa masih banyaak PR bagi umat Islam saat ini, betul, banyaak sekali. dan itu adalah tantangan umat Islam masa kini, dan salah satunya adalah untuk menanggapi pelem fitna yang tak lebih dari fitnah ini dengan arif, elegan dan cerdas.

    salam piss..😉

  20. titov: terima kasih atas link-nya mas. Saya sudah baca dan komentar di sana.
    Soal radikalisme dan kekerasan: menurut saya tak ada alasan untuk membenarkannya, dilakukan oleh siapapun baik Amerika, umat Yahudi, umat Kristen, umat Islam, atau siapapun.
    Dan semuanya perlu bukti melalui sikap dan tindakan-tindakan dari orang yang memeluknya…🙂

  21. wah buat yang nonton felm Fita

    kemaren nemu di Blog Ini

    Link ke

    SorryForTheFilm

  22. ** Eh I mean Fitna (salah ketik)

  23. […] Artikel lengkapnya sebagai berikut Kompas – Indonesia blokir Youtube Kompas – Cegah Fitna, Indonesia blokir 4 situs Usai menonton film Fitna (pemikiran pribadi) […]

  24. Sipp laa…

    Itu memang bisa dibilang sebuah paradoks. Saya sendiri juga heran dengan kasus seringnya muslim Indonesia mengolok-olok dunia barat sementara ketika disinggung, marah. Mirip seperti anak kecil yang tidak mau diganggu tapi senang mengganggu temannya. Dan ketika mereka marah2 itu memang justru semakin menunjukkan kalau Islam agama yang “darah tinggian”. Dalam perpspektif Islam mungkin film FITNA ini menyinggung, tetapi dalam perspektif Geert mungkin biasa saja. Bayangkan perspektif orang Yahudi atau Kristen yang mendengar ceramah di Masjid. Saya sendiri sering membayangkan teman saya yg non-muslim tetapi (entah sengaja apa tidak) ikut pelajaran Agama Islam di kelas.

    Mungkin memang seharusnya menanggapi sesuatu dengan tenang bukannya marah-marah, kan?

  25. mungkin seperti pepatah “Buruk muka cermin dibelah”🙂

    @Hardstone07

    tapi kenapa negara2 muslim yang lain tidak bersemangat berperang seperti mereka? contohnya Indonesia??…..

    Wong wanita2nya (baca TKW) diperkosa dan dilecehkan diArab sana, masih pantas ya membela mereka. Dimana posisi para Arabian itu saat Indonesia sedang krisis ekonomi??? Bukannya menolong malah ikut menikmati wanita2 Indonesia yg kerja disana. Coba tolong dijawab dulu hihihihi …

  26. @Hardstone07
    Tapi.., Ah sudahlah ga usah dijawab. Nanti paling jawabannya model pejabat ngeles. “Itu kan oknum tertentu” hehehe … 😆

  27. Kalo kata gw sih, itu Film cuma keren covernya doang, tapi dalemnya rongsokan😀

    Kalian lom coba perang di comentnya youtube ya? rame lho comment-nya menjadi medan perang kata-kata ^^, sayang sekali skrg utube dah diblok sama pemerintah goblok yg gaptek dan gatau diri…^^

  28. radikalisme atau term sejenis itu adl label yang selalu disematkan kpd sekelompok manusia yang sedang berjuang meraih kebebasan dari “penjajahan” kelompok manusia lain. ingat ga bahwa NICA alias pemerintahan administratif belanda di indonesia selalu menganggap pejuang-pejuang kemerdekaan kita sebagai “ANJING-ANJING EXTRIMIST”?
    menurut kita, mereka pejuang pembela tanah air dari perampok-perampok asing, sedang menurut Belanda, pejuang-pejuang kita adalah extrimist, bandit dsb dst nya.
    Hal ini juga terjadi dlm fenomena beragama. orang Islam yang mencoba utk taat agama dibilang fundamentalist. orang Islam yang berjuang mengusir penjajah dr negerinya disebut terorrist. Menurut saya itu semua label dr manusia-manusia sakit, umat Islam jangan perdulikan.
    Saya sangat tidak menyukai extrimisme sikap beragama seperti apa yg dipertontonkan oleh para pelaku peledakan bom bunuh diri , pembajakan pesawat, pelaku 9/11, dsb. Itu sikap beragama yang SALAH apabila dilihat dari sisi dogma Agama. Tetapi yg juga saya benci adalah sikap para intolerant dr kalangan di luar Islam. Sok tau ttg Islam. Apa yg dilakukan oleh UMAT ISLAM dianggap sebagai bagian ajaran Islam. Orang Islam mencuri, dianggap dogma Islam mengajarkan demikian. Orang Islam menculik, dianggap dogma Islam menganjurkan dsb. Krn salah pandang inilah saya yakin mereka jd intolerant. Pdhal mereka selalu meng-agung2-kan obyektifitas dan toleransi. Kenyataannya? Nothing. Lihat saja film fitna atau tulisan2 lan di internet. Tapi saya berharap mudah2 an ini hanya 1 atau 2 oknum dari masyarakat barat yang beradab itu.

  29. Ayat-ayat CInta, begitu heboh muslim Ind mengelu-elukannya. Memang kalau lagi nginjek nggak pernah sadar. Yang di injek yang kerasa. Itu kan ada cewe kristennya yang menurut skenario kesengsem sehingga pindah agama. Emang kristen Ind heboh? engak tuh…anjing menggonggong kristen berlalu.

    Sedemikian hebohnya sampai saya berpikir “memang masturbasi itu enak” Rupanya bangsa pun hobi masturbasi.

    Ketika muncul Fitna..aaaaaaaaa…… heboh, dunia kiamat. Pada peradaban era teknologi informasi, ada argumen, dijawab dengan argumen.
    Ada batu melayang, boleh lah kita bales ngelempar batu. Jangan kayu kita lempar terus ke Malaisia yang islam itu.
    Ada peluru dateng bales peluru. Tapi kalo ICBM dateng kita bales pake apa yach?

  30. Ini komen saya , :
    1. ada beberapa fakta yang harus dijelaskan tentang qur’an, diantaranya :
    ayat2 Qur’an yang memerlukan penjelasan yang jelas: “Bunuh kafir di mana pun kau menemukanya.” (2:191) “Perangi mereka, sampai tidak ada fitnah lagi dan ketaatan adalah semata-mata bagi Allâh saja.” (2:193) “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.” (8:55) “Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.” (8:12) “Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.” (9:28 )

    Bagaimana para Muslim menerangkan ayat2 ini?
    Saat ini yang paling mengerikan bagi non muslim (kafir) adalah tujuan islam untuk menguasai dunia, karena islam bukan hanya segedar agama seperti agama-agama lain yang ada di dunia. Islam adalah gerakan politik. Islam akan diperjuangkan menjadi hukum dasar untuk setiap negara di dunia ini, yang tidak mau maka dia kafir dan kafir tidak lebih dari budak (setidaknya itulah pengakuan Abu Bakar Ba’asyir yang dilakukan pembiaran oleh pemerintah untuk setiap ucapannya) Kalau pun semua orang telah memeluk Islam, perang akan terus berlangsung, karena Muslim akan terus bertempur satu sama lain untuk menentukan mana yang benar2 Islam “sejati.”

    Komunisme itu jahat, tapi orang2 komunis cinta kehidupan dan karenaya yang terjadi adalah Perang Dingin dan itu dapat berakhir tanpa terjadi perang nuklir.

    Muslim cinta kematian. Hal ini merubah semua hal. Kau mungkin mengira orang yang cinta kematian tentunya orang tidak waras, tapi bagi islam kematian merupakan bagian iman di alam baka.

    Pelajari Al-Qur’an dengan benar dan kamu akan mengakui bahwa kekerasan itu memang dibenarkan dalam islam

    2. ini juga ada adegan kekerasan yang dilakukan orang islam, karena orang lain mau beribadah, dan ga ada urusan dengan penindasan seperti disampaikan oleh rekan kita, bahwa tindakan yang dilakukan umat muslim adalah reaksi. ini dia peristiwanya

    Kronologi “Aksi” di Gereja Katolik, Parung, sabtu 22 Maret
    Posted by: “mahmud darzad” mahmuddarzad
    Thu Apr 3, 2008 1:49 am (PDT)
    ak ambil dari milis sebelah:
    mungkin bermanfaat.. .karena tidak ada media yang menginformasikan
    In mediacare@yahoogrou ps.com, Widi wrote:
    >
    > nggak ada beritanya di media ya?
    >
    >
    > >> Kronologi “Aksi” di Gereja Katolik, Parung, sabtu 22 Maret
    > >> 2008
    > >>
    > >> Kronologi “Aksi” di Gereja Katolik, Parung, sabtu 22 Maret
    > >> 2008
    > >> (pembatalan Misa Paskah). Kronologi ini disusun oleh DPP
    > >> Gereja St.
    > >> Joannes Baptista, Parung.
    > >>
    > >> 1. KRONOLOGI
    > >> 2. “AKSI DAMAI” FKRM JF
    > >> 3. 22 Maret 2008
    > >> 4. Paskah di Gereja Yohanes Baptista Bubar. TempoInteraktif
    > >> ———— ——— —–
    > >> *A. Informasi Awal*
    > >>
    > >> – Sejak 1977 hingga kini 2008, Gereja Katolik, Parung tidak
    > >> pernah memiliki gedung gereja.
    > >>
    > >> – Sejak 1992 – awal Maret 2008, dengan menggunakan tenda,
    > >> misa dan aktivitas rohani diadakan di lapangan terbuka milik
    > >> Bpk.
    > >> Felix Juhari di Lebak Wangi, Parung.
    > >>
    > >> – Tahun 1990-1993 Gereja berupaya untuk mempunyai tanah di
    > >> Tulang Kuning. Akhirnya Gereja memiliki tanah sebagai bakal
    > >> lokasi
    > >> Gereja sekitar 7.500 M2.
    > >>
    > >> – Tahun 2001 Gereja hendak mendirikan Gedung Serba Guna (ada
    > >> IMB), namun digagalkan oleh aksi massa Ikatan Remaja Masjid
    > >> (Irmas),
    > >> Parung.
    > >>
    > >> – Februari 2005, Gereja berniat Paskahan di Tulang Kuning.
    > >> Paskahan tersebut digagalkan oleh aksi sekelompok orang yang
    > >> tidak
    > >> jelas identitasnya. Mereka adalah lawan politik dari Kepala
    > >> Desa
    > >> Waru (Tulang Kuning ada di desa Waru) yang memenangkan
    > >> Pilkades.
    > >> Menurut mereka kemenangan Kades (Bpk Toing Ariyanto) karena
    > >> didukung
    > >> dananya (80 juta) oleh Gereja.
    > >>
    > >> – Gereja terus bersosialisasi dan berhubungan dengan warga
    > >> masyarakat dan aparat pemerintah sekitar Tulang Kuning.
    > >> Aktivitas
    > >> sosial non keagamaan (posyandu, bakti sosial, olah raga)
    > >> terus
    > >> digalakkan.
    > >>
    > >> – 1 Februari 2007, Gereja mengajukan permohonan IMB kepada
    > >> Bupati Bogor. Hingga kini belum ada jawaban!
    > >>
    > >> – Agustus 2007, Misa Agustusan berlangsung di Tulang Kuning
    > >> dan lancar.
    > >>
    > >> – Sejak Agustus 2007, Misa sore sudah bisa berlangsung aman
    > >> di Tulang Kuning.
    > >>
    > >> – 24 September 2007, ada Misa HUT Paroki di Tulang kuning.
    > >> Aman dan kondusif. Umat yang hadir sekitar 1.000 orang.
    > >> Parkir
    > >> dikelola oleh warga muslim setempat dan keuangan parkir
    > >> diperuntukkan bagi mereka. Setelah acara
    > >> Agustusan berlangsung aman, aparat keamanan (Danramil
    > >> 2111/Parung,
    > >> Bpk Wibowo) dan aparat pemerintah (Camat Kec. Parung, Bpk
    > >> Roni
    > >> Sukmana, Msi) menganjurkan agar acara-acara besar seperti
    Misa
    > >> umat
    > >> bisa diadakan lagi
    > >> agar masyarakat terbiasa dan mengakui keberadaan jemaat
    > >> Katolik.
    > >>
    > >> – Misa Tahun Baru 2008, berlangsung aman(hadir juga oleh
    > >> Danramil, Kapolsek).
    > >>
    > >> – Selama pekan suci, 16 – 23 Maret 2008, Gereja berniat lagi
    > >> Paskahan di Tulang Kuning setelah berkoordinasi dengan aparat
    > >> keamanan dan aparat pemerintah serta melibatkan umat non
    > >> Katolik
    > >> sekitar Tulang Kuning (menangani keamanan dan perparkiran) .
    > >> Upacara
    > >> Minggu Palma (16 Maret), Kamis Putih (20 Maret), dan Jumat
    > >> Agung (21
    > >> Maret) semua berjalan lancar, aman. Namun untuk Upacara Malam
    > >> Paskah
    > >> dan Hari Raya (Minggu) Paskah digagalkan oleh aksi demo Forum
    > >> Komunikasi Remaja Muslim “Jamiul Fataa”, Desa Waru Induk,
    > >> Kec.
    > >> Parung.
    > >>
    > >> – Malam Paskah (22 Maret) umat Paroki “kocar-kacir” mencari
    > >> gereja Katolik terdekat agar bisa Misa Malam Paskah sesuai
    > >> anjuran
    > >> Pastor Alfonsus Sutarno, PR. Di Tulang kuning sendiri tetap
    > >> diadakan
    > >> Misa Malam Paskah dalam ruangan yang ada. Dengan derai air
    > >> mata, 100
    > >> umat ikut Misa Malam Paskah dipimpin Pastor Alfonsus Sutarno,
    > >> PR.
    > >>
    > >> – Minggu (Hari raya) Paskah, 23 Maret 2008 Misa Paskah
    > >> diadakan di Kapel Susteran OSF (Marsudirini) , Telaga
    > >> Kahuripan,
    > >> Parung kurang lebih 10 km dari Tulang Kuning.
    > >>
    > >> – Kemana kami misa selanjutnya? ……. Hanya Tuhan yang
    > >> tahu.
    > >> ============ =========
    > >>
    > >> *B. “Aksi Damai” FKRM JF*
    > >>
    > >> Sekitar jam 09.00 Gereja menerima fotokopi surat yang
    > >> ditujukan
    > >> kepada Kapolsek Parung dari Forum Komunikasi Remaja Muslim
    > >> “Jamiul
    > >> Fataa” (FKRM JF), nomor 11/FKRM JF/III/2008. Surat itu Gereja
    > >> terima
    > >> dari polsek Parung. Surat itu berisi pemberitahuan kepada
    > >> Kapolsek
    > >> Parung bahwa FKRM JF akan mengadakan acara aksi damai dan
    > >> orasi pada
    > >> Sabtu, 22 Maret 2008 pukul 12.30-18.00 di lokasi tanah Gereja
    > >> Katolik (Tulang Kuning). Aksi damai ini akan mengerahkan
    > >> sekitar
    > >> seribu (1.000) massa dan bertujuan untuk menolak
    > >> segala bentuk kegiatan dan pembangunan Gereja Katolik.
    > >>
    > >> Sejak Gereja menerima berita di atas, Gereja langsung
    > >> berkoordinasi
    > >> dengan umat untuk mengantisipasi aksi massa tersebut
    > >> (sekaligus
    > >> mempersiapkan pelaksanaan upacara Malam Paskah). Umat Katolik
    > >> yang
    > >> berkumpul saat itu sekitar 75 orang laki-laki.
    > >>
    > >> Mengingat masih ada waktu menuju jam 12.30, Gereja terus
    > >> mengupayakan agar ada dialog antara Gereja dan pendemo. Yang
    > >> mengupayakan adanya dialog adalah Badan Pembina Masyarakat
    > >> (Babinmas) dan Badan Pembina Desa (Babinsa). Namun
    > >> upaya dialog ini menemukan jalan buntu karena penanda-tangan
    > >> surat
    > >> permohonan aksi damai (Abdul Malik, Selamet Darmanto, dan
    Drs.
    > >> Nasim
    > >> Jale) sedang sibuk dan tidak mau dihubungi.
    > >>
    > >> Sekitar jam 12-an, salah satu umat Katolik meninjau lokasi
    > >> Mesjid
    > >> tempat massa berkumpul. Jumlah massa yang ada saat itu
    sekitar
    > >> 200
    > >> orang. Umat kami sempat bertanya pada warga masyarakat di
    > >> sekitar
    > >> mesjid itu, dan warga menyatakan bahwa mereka tidak mengenal
    > >> para
    > >> pendemo itu (hal ini terjadi karena pendemo berasal dari Desa
    > >> Waru
    > >> Jaya, tetangga Desa Waru Induk tempat Gereja Katolik).
    > >>
    > >> Sekitar pukul 14.30, Gereja mulai mendengar teriakan “Allahu
    > >> Akbar”
    > >> dan nyanyian-nyanyian berbahasa Arab, dan sesekali seruan
    > >> tentang
    > >> penolakan Gereja. Tidak lama kemudian, pukul 14.30 massa
    > >> datang ke
    > >> tanah Gereja, namun tidak bisa melewati pintu gerbang tanah
    > >> Gereja
    > >> karena dihadang aparat keamanan. Mereka berkekuatan sekitar
    > >> 75
    > >> orang di bawah komando Haji Illyas (ketua MUI Kecamatan
    > >> Parung),
    > >> Nasim Jale (Pembina FKRM JF), dan Abdul Malik
    > >> (Ketua FKRM JF). Demonstran terdiri dari sekitar 10 orang
    > >> dewasa,
    > >> selebihnya anak-anak remaja selevel SMP-SMA. Bahkan agar
    > >> tidak
    > >> tercerai-berai, para demonstran cilik ini dikurung dengan
    tali
    > >> rafia.
    > >>
    > >> Aksi damai yang mau mereka usung ternyata diingkari. Pendemo
    > >> datang
    > >> hanya untuk memaksakan kehendak, mengancam akan bertindak
    > >> anarkis,
    > >> dan siap mati saat itu bila tuntutan mereka tidak terpenuhi.
    > >> Tuntutan pertama adalah agar Gereja membongkar tenda (sebagai
    > >> catatan, sejak 1977 hingga saat ini, Maret
    > >> 2008, Gereja tidak pernah punya gedung gereja.
    Misa/ibadah dan
    > >> segala
    > >> aktivitasnya hanya dinaungi tenda di lapangan terbuka. Sejak
    > >> 1992
    > >> tenda itu terpasang di Gardent Restoran di Lebak Wangi,
    Parung
    > >> –
    > >> tanah lapang milik keluarga Bpk. Felix Juhari -. Dan sejak
    > >> Pekan
    > >> Suci,16 Maret 2008, Gereja memberanikan diri untuk misa
    dengan
    > >> tenda
    > >> di tanah lapang bakal Gereja Katolik di Tulang Kuning,
    Parung.
    > >> Tentu
    > >> saja setelah Gereja bersosialisasi dan hidup bersama di
    > >> tengah
    > >> masyarakat Tulang Kuning dan berkoordinasi dengan Tripika dan
    > >> aparat
    > >> pemerintah).
    > >>
    > >> Ketika Gereja tidak mengindahkan tuntutan pendemo untuk
    > >> bongkar
    > >> tenda, mereka semakin nekat dan semakin keras berorasi
    > >> membakar
    > >> massa, bahkan akan merangsek masuk lokasi tanah Gereja untuk
    > >> membongkar sendiri tenda yang terpasang. Akhirnya untuk
    > >> menghindari
    > >> kontak fisik, terpaksa Gereja membongkar tenda itu. Saat
    > >> Gereja
    > >> membongkar terpal tenda, demonstran cilik itu tertawa penuh
    > >> kemenangan. Dengan terbongkarnya tenda, otomatis tuntutan
    > >> kedua mereka agar tidak misa/beribadah di tanah Tulang
    Kuning,
    > >> mereka
    > >> peroleh.
    > >>
    > >> Sementara pembongkaran tenda berlangsung, salah satu umat
    > >> Katolik
    > >> meminta dialog dengan pendemo. Lalu perwakilan demonstran
    > >> (Illyas,
    > >> Jale, Atmawijaya) masuk ke lokasi tanah Gereja, namun bukan
    > >> untuk
    > >> dialog, malah mereka mengeluarkan tiga lembar kertas surat
    > >> pernyataan yang telah mereka siapkan. Pihak Gereja dipaksa
    > >> untuk
    > >> menandatangai surat yang berisi bahwa Gereja
    > >> menyetujui pembongkaran tenda, peniadaan segala bentuk
    > >> peribadatan
    > >> di tanah Tulang Kuning, dan penghentian segala bentuk upaya
    > >> perizinan membangun Gereja. Awalnya Gereja yang di wakili
    > >> Bapak FX
    > >> Sidi Harsoyo (Ketua Panitia Pembangunan Gereja) dan Bapak FX
    > >> Rahyono
    > >> (Wakil Dewan Pastoral Paroki) tidak mau menandatangani surat
    > >> pernyataan itu. Namun, Illyas pergi hendak menemui dan
    > >> membakar
    > >> emosi massa. Akhirnya, demi keselamatan umat Katolik
    (terutama
    > >> ibu-ibu dan anak-anak) yang sudah mulai berdatangan untuk
    > >> misa/ibadah Malam Paskah (jam 18.00), kami hendak
    > >> menandatanganinya.
    > >> Namun ketika Bapak FX Sidi Harsoyo dan Bapak FX Rahyono sudah
    > >> memegang pulpen dan siap untuk tanda tangan, salah satu umat
    > >> Paroki
    > >> berteriak, “Jangan, Pak! Itu berarti kita tidak punya
    > >> wibawa”.
    > >> Akhirnya Bpk Sidi dan Bpk Rahyono urung menandatangani
    > >> surat pernyataan. Setelah tidak terjadi penandatanganan surat
    > >> itu,
    > >> H. Illyas kembali menemui massa hendak mengajak massa untuk
    > >> bertindak anarkis. Untunglah, Drs. H Namar Soemantri (Satpol
    > >> PP Kec.
    > >> Parung) mampu menyelesaikan persoalan ini dengan mengatakan
    > >> bahwa
    > >> surat pernyataan itu akan dibawa ke Forum Kerukunan Umat
    > >> Beragama
    > >> (FKUB) Kabupaten Bogor. Dengan demikian, surat pernyataan itu
    > >> tidak
    > >> Gereja tandatangani.
    > >>
    > >> Jam 17.30 massa membubarkan diri setelah mereka melihat
    > >> sendiri tenda
    > >> terbongkar dan kemungkinan untuk misa/beribadah tidak mungkin
    > >> terjadi, dan soal penandatanganan surat pernyataan akan
    > >> dibahas di
    > >> FKUB.
    > >>
    > >> Karena tenda sudah terbongkar dan tidak mungkin lagi
    > >> misa/beribadah
    > >> Malam Paskah di Tulang Kuning, maka Pastor Alfonsus Sutarno,
    > >> PR
    > >> (pastor Paroki) menganjurkan umat untuk Misa di Gereja
    > >> Katolik
    > >> (Paroki) terdekat. Mereka ada yang pergi ke gereja Katolik di
    > >> Cinere, Depok, Bogor, dan Cibinong. Namun
    > >> ada banyak orang tua dan anak-anak yang tidak bisa Misa Malam
    > >> Paskah
    > >> dan merayakan pesta kemenangan Yesus Kristus atas maut.
    > >>
    > >> Sementara itu, orang-orang yang masih *standbye* di tanah
    > >> Tulang
    > >> Kuning, diajak oleh Pastor Alfonsus Sutarno, PR untuk Misa
    > >> Malam
    > >> Paskah sederhana di salah satu ruangan yang ada di Tulang
    > >> Kuning.
    > >> Dengan tangisan keprihatinan, umat Katolik itu, merayakan
    > >> pesta
    > >> kemenangan Yesus atas maut.
    > >>
    > >> (disusun oleh DPP Gereja St. Joannes Baptista, Parung)
    > >> ============ =======
    > >> Dear all,
    > >>
    > >> setelah saya menanyakan kesana kemari akhirnya tadi siang
    > >> saya
    > >> memperoleh nomor telpon dan email dari Romo Alfonsus Sutarno,
    > >> Pr,
    > >> pastor paroki Santo Johannes Baptis di Parung, Kabupaten
    > >> Bogor .Dengan ramah beliau mengirimkan
    > >> kronologi kejadian pada hari Sabtu tanggal 22 Maret 2008
    > >> dimana
    > >> sekelompok orang telah menuntut agar gereja Katolik
    > >> membatalkan
    > >> ibadah perayaan Paskah pada hari Sabtu malam dan hari Minggu
    > >> tanggal
    > >> 23 Maret 2008 .
    > >>
    > >> Perayaan Paskah merupakan sebuah perayaan besar umat Nasrani
    > >> memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari alam
    > >> maut .Seperti
    > >> diketahui bahwa pada hari Jumat tanggal 21 Maret adalah hari
    > >> Jumat
    > >> Agung yang merupakan peringatan wafatnya Yesus diatas kayu
    > >> salib dan
    > >> pada hari ketiga atau hari Minggu tanggal 23 Maret umat
    > >> Kristiani
    > >> merayakan hari kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut .
    > >>
    > >> Jadi perayaan Paskah merupakan perayaan besar bagi umat
    > >> Kristiani
    > >> seperti perayaan Natal untuk memperingati hari kelahiran
    > >> Yesus .Jadi
    > >> Anda semua dapat membayangkan bahwa apabila umat Kristen
    dalam
    > >> hal
    > >> ini umat Katolik warga gereja di Parung dilarang dengan paksa
    > >> agar
    > >> tidak menjalankan ibadah hari raya Paskah maka tindakan itu
    > >> merupakan sebuah pelanggaran HAM berat .
    > >>
    > >> Silahkan baca laporan kronologis kejadian yang amat sangat
    > >> memalukan
    > >> bangsa ini .Alamat gereja ada dalam laporan tersebut dan
    > >> apabila
    > >> Anda membutuhkan nomor HP Romo Alfonsus Sutarno, Pr silahkan
    > >> menghubungi saya melalui SMS .Juga disajikan sedikit sejarah
    > >> berdirinya gereja Katolik di Parung . Silahkan
    > >> menyimaknya .
    > >>
    > >> Terima kasih untuk perhatian dan bantuan Anda sekalian
    > >>
    > >> Salam hormat,
    > >>
    > >> Theophilus Bela
    > >> Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ)
    > >> Sekjen Indonesian Committee on Religions for Peace (IComRP)
    > >> Duta Besar Perdamain (Ambassador for Peace)
    > >>
    > >> —– O
    > >>
    > >> Kepada yth.
    > >>
    > >> Bapak Theophilus Bela
    > >>
    > >> di Tempat
    > >>
    > >> Salam Damai Kristus,
    > >>
    > >> Pertama-tama kami juga meng ucapkan Selamat Pesta Paska.
    > >> Terimakasih
    > >> atas perkenalan Bapak dan sebagaimana bapak mohonkan pada
    > >> kami,
    > >> berikut ini kami kirimkan kronologi peristiwa “aksi damai”
    > >> FKRM JF.
    > >> semoga berguna dan bisa menjadi jalan bagi kami. Terimakasih
    > >> Salam
    > >>
    > >> Pst. Alfonsus Sutarno PR
    > >> ============ ========= ========= =
    > >>
    > >> Paskah di Gereja Yohanes Baptista Bubar
    > >> 24 Maret 2008 16:22 TEMPO Interaktif, Jakarta:
    > >>
    > >> Ketua Lingkungan Paroki Yohanes Baptista Emil Kleden
    > >> menyatakan,
    > >> Perayaan Paskan di Gereja Katholik Paroki Yohanes Baptista,
    > >> Parung,
    > >> Kabupaten Bogor dibubarkan oleh sekelompok orang yang mengaku
    > >> dari
    > >> organisasi ulama, Sabtu (22/3) pukul 12.30 WIB.
    > >>
    > >> “Padahal kami sudah mendapatkan ijin (lisan) dari kecamatan,”
    > >> kata
    > >> Emil kepada Tempo Sabtu sore. Jemaat yang berjumlah sekitar
    > >> 200-an
    > >> orang sempat berhadapan dengan massa, namun pemimpin gereja
    > >> mengingatkan agar menghindari kekerasan. Jemaat kemudian
    > >> mengalah,
    > >> membubarkan ibadah dan membongkar tenda.
    > >>
    > >> Menurut Emil, ibadah itu baru pertama kali diadakan karena
    > >> sebelumnya menggunakan tempat pribadi di Lebak Wangi selama 9
    > >> tahun.
    > >> Kemudian gereja mendapatkan tempat yang baru, tetapi ijin
    > >> mendirikan
    > >> bangunan belum keluar, padahal sudah diurus sejak 6 tahun
    yang
    > >> lalu.
    > >>
    > >> Karena belum ada bangunan, gereja mendirikan tenda-tenda
    > >> untuk
    > >> digunakan sebagai tempat ibadah. Karena belum ada ijin,
    gereja
    > >> baru
    > >> mendirikan kapel diatas tanah 6000 meter itu.
    > >>
    > >> Ibadah perayaan Paskah ini sudah berlangsung sejak hari
    minggu
    > >> yang
    > >> lalu, dan sudah mendapatkan ijin secara lisan dari kecamatan.
    > >> Selama
    > >> ibadah juga diberikan pengamanan dari polisian dan TNI. Emil
    > >> mengakui, selama ini penduduk sekitar belum seluruhnya
    > >> memberikan
    > >> ijin, tetapi tidak ada yang protes.

    GIMANA UMAT MUSLIM MEMPERTANGGUNG JAWABKAN TINDAKAN INI? MASIH MAU MEMBELA DIRI?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: