• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Antara umat Yahudi, Islam, dan Kristen

Tuhan mengajarkan kepada kita untuk adil, baik kepada musuh maupun diri sendiri. Keadilan adalah tiang penyangga semesta, yang akan membuat kita selalu selaras bersama hukum semesta Tuhan.

Beranikah kita bersikap adil dan memberikan penilaian terhadap perilaku umat Yahudi, Islam, dan Kristen dalam menyikapi hal-hal krusial dan sensitif di masyarakat?

Bagaimana umat Yahudi menanggapi isu-isu sensitif mengenai Zionisme, Israel, Palestina, holocoust, tanah perjanjian, juga kelompok-kelompok yang dianggap sesat?

Bagaimana umat Kristen menanggapi pecelehan terhadap Tuhan Allah dan Al Kitab? Bagaimana penyikapan umat Kristen kalau ada pecelehan terhadap Yesus (yang mereka anggap sebagai inkarnasi Tuhan)? Bagaimana umat Kristen menanggapi keyakinan dan pemikiran yang menurut mereka sesat di dalam Kristen? Bagaimana cara umat Kristen menyikapi kelompok-kelompok sesat?

Bagaimana umat Islam menanggapi pelecehan terhadap Allah dan Al Quran? Bagaimana penyikapan umat Islam kalau ada pelecehan terhadap Nabi Muhammad? Bagaimana umat Islam menanggapi perbedaan pendapat dan pemikiran yang menurut mereka sesat di dalam Islam? Bagaimana cara umat Islam menyikapi kelompok-kelompok sesat?

(Anda cukup menjawab pertanyaan tersebut di dalam hati dengan jujur.)

***

Semakin primitif nilai sebuah masyarakat, semakin mereka membenarkan dan menggunakan kekerasan dalam penyelesaian problem masyarakat. Dalam sebuah masyarakat yang lebih maju dan beradab, dialog dan jalur hukum selalu menempati tempat di depan dan utama. Penyelesaian kekerasan, anarkis dan ala hukum rimba tak dibenarkan, apapun alasannya.

Kalau kita ingin menjadi lebih baik, kita harus berani merefleksikan realitas itu dengan jujur dan memanfaatkannya untuk masyarakat yang lebih baik.

***

Sebuah masyarakat yang sehat adalah yang selalu tumbuh dan belajar. Melakukan refleksi, meningkatkan yang baik, memperbaiki yang salah. Juga, tak segan untuk belajar dari siapapun. Masyarakat yang sehat bersifat terbuka terhadap gagasan apapun dan dari manapun untuk meningkatkan kualitas dirinya.

Beranikah kita?

5 Tanggapan

  1. Permisi, mo komen lagi….
    hmm…kalau ada yang menghina Islam, Rasul dan Allah, yang pertama saya lakukan adalah berdoa, semoga yang melakukan itu mendapat balasannya,…

    Ga ada istilah anarkis dalam kamus saya karena terbukti kekuatan yang terbesar adalah doa, jadi ya wiss…di doakan saja. Tapi kalau ada yang mengajak dalam bentuk konkret seperti memboikot produk, tentu dengan senang hati akan saya lakukan.

    Buat sebagian kaum yang salah menafsirkan ajaran Islam sehingga menimbulkan kesesatan, yang dapat saya lakukan adalah Benar-benar mempelajari Islam secara kaffah agar saya juga dapat mengajarkannya ke anak cucu saya supaya bisa terhindar dari segala bentuk kesesatan. Amin.

  2. weks ?

    gmn kalo doanya
    supaya Allah mengampuni orang itu karena dia tidak tahu apa yang sudah dia perbuat ?

    hehe
    peace
    please consider…

  3. sama dengan “jon2kkeq”

    kalo ada orang yang menjelek2kan agama & junjungan saya, saya akan melakukan apa yang junjungan saya ajarkan:

    1. saya akan berdoa kepada Allah agar mengampuni org tsb, karena org tsb tidak tahu apa yg sbnrnya dia lakukan.

    2. saya tidak akan mengutuk, menuntut secara hukum, permintaan maaf, ataupun mengecam. saya tidak akan melakukan hal apapu yang bersifat sebagai BALASAN.

    Junjungan saya tidak pernah mengajarkan PEMBALASAN. Junjungan saya mengajarkan CINTA KASIH.
    Junjungan saya mengajarkan MAAF.
    Apabila pipi kananmu ditampar, berikanlah pipi kirimu…
    Kasihilah sesamamu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri…

    PEACE.

  4. Tuhan mengajarkan kita…bla…bla…bla
    Kita setelah menerima pengajaranNya tentunya …bla…bla…bla

    Kalau ada yang MELECEHKAN keyakinan kita …..

    Nah disinilah mulai terlihat inkonsistensi mindset. Sudah pasti kalo kita memberitahukan sesuatu yg baru ke orang lain, apalagi ttg keyakinan/agama, org tsb pertama-tama pasti beda pendapat. Kalo langsung setuju palingan HIPNOTIS.
    Org yang berkata beda ttg keyakinan kita, tidak bisa dibilang pelecehan. karena dia sendiri SUDAH punya keyakinan, yg belum tentu sama.

    “Semakin primitif nilai sebuah masyarakat, semakin mereka membenarkan dan menggunakan kekerasan dalam penyelesaian problem masyarakat”

    Hanya dinegara primitif orang mencoba meyakinkan orang lain ttg keyakinan/agamanya (dakwah, penyebaran agama).

    Di era informasi (yg nggak tertulis dikitab manapun) orang bebas mempelajari apapun yang dia inginkan, nggak perlu diyakinkan sama sekali.
    Kalo ada yg coba-coba memaksakan keyakinannya ke org lain, jangan marah kalo keyakinannya bakal didebat. Dan lebih konyol lagi, jangan menggalang dukungan masa atas nama PELECEHAN agama.

  5. “Semakin primitif nilai sebuah masyarakat, semakin mereka membenarkan dan menggunakan kekerasan dalam penyelesaian problem masyarakat. Dalam sebuah masyarakat yang lebih maju dan beradab, dialog dan jalur hukum selalu menempati tempat di depan dan utama. Penyelesaian kekerasan, anarkis dan ala hukum rimba tak dibenarkan, apapun alasannya.”
    “Dan perjuangan pergerakan bangsa Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia…dst”
    Dari kalimat di atas, ternyata bangsa Indonesia yg mulia ini telah melakukan kekerasan thd penjajah utk mendapatkan kemerdekaan… Itu fakta!!!
    Tapi, apakah bangsa Indonesia adalah bangsa yang primitif? tentu tidak!!! yang primitif adl yang membuat kriteria primitif sesempit itu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: