• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Teror pemuka agama di muka umum

Aku tidak mengerti apa arti ajaran Tuhan (dalam konteks hubungan sosial dengan kelompok yang berbeda dan dianggap sesat) bagi para pemuka agama fundamentalis seperti FPI, HTI, dan MMI yang merasa sedang memperjuangkan Islam. Dalam ceramah umum mereka mengajak untuk menegakkan syariat Islam. Pada saat bersamaan, mereka begitu mudah mengumbar kemarahan, ancaman bunuh, bumi hangus, perang, dsb kepada kelompok yang menurut mereka sesat (misalnya Ahmadiyah).

Mereka memang tidak setuju dengan Ahmadiyah. Tapi, apakah solusi untuk perbedaan keyakinan semacam itu adalah teror dan ancaman pembumihangusan?

Islam dan sistem sosial macam apa yang mereka tawarkan ke masyarakat? Bagaimana sistem yang mereka tawarkan itu (yang menurut mereka adalah dari Allah) bisa diterima, wong belum berkuasa saja sudah main ancam bunuh dan bumi hangus? Aku sampai terheran-heran, apakah itu bukan penghinaan terhadap ajaran Islam dan Tuhan (ajaran Islam digambarkan sadis dan intoleran seperti itu)?

Yang membuatku lebih terheran-heran, kelompok itu masih terus berceramah. Mereka bebas menyebarkan celaan, hasutan, dan teror melalui mimbar-mimbar agama.
Bahkan, masyarakat Islam mengundang mereka untuk berceramah di berbagai kota.

Apa yang terjadi dengan keberagamaan Islam yang ada di masyarakat? Apakah fundamentalisme dan ekspresi keberagamaan dengan kemarahan/teror sosial itu memang diterima dalam komunitas masyarakat Islam di Indonesia?

Satu Tanggapan

  1. Jawabannya pasti tidak.
    Bukan Islam yg ditampilkan oleh FPI, HTI atau MMI. Saya tdk tahu dr mana dasar mereka. Kulitnya saja yg diberi label Islam.
    Fatwa ulama tdk membenarkan tindakan semacam itu spt juga yg dilakukan oleh teroris2 atas nama agama di Mesir, Iraq, Afghan dsb.
    Saran saya buat penulis, tulislah dengan dasar dari referensi Islam yg memadai utk menjaga obyektifitas. Kenapa saya menyinggung hal tsb? Krn ada kesan bahwa penulis hanya menyoroti praktek-praktek keagamaan yang salah saja dr umat Islam tanpa menyoroti praktek umat lain.
    Cobalah tulis juga artikel kritik ttg legitimasi teologis pergerakan RMS, Laskar Kristus, Gerakan Macan Tamil, IRA, kebijakan perjuangan dgn Kamikaze dsb.
    Jagalah obyektifitas dgn banyak membaca dan membandingkan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: