• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

MUI tidak percaya pernyataan Ahmadiyah

Seperti diperkirakan, MUI tidak mempercayai 12 butir pernyataan yang dibuat pengurus Jemaat Ahmadiyah dengan moderasi dari Depag. MUI tetap bersikukuh tentang fatwanya terhadap Ahmadiyah. Forum Umat Islam (FUI) pun tetap pada tuntutannya semula, yaitu pelarangan Jemaat Ahmadiyah. Bahkan hari ini FUI melakukan aksi demo di Departemen Agama.

Kita akan saksikan sama-sama babak selanjutnya, setelah pemerintah melindungi eksistensi Ahmadiyah. Apa yang akan dilakukan para penentang Ahmadiyah? Mudah-mudahan tidak ada kekerasan lagi terhadap Jemaat Ahmadiyah. Mudah-mudahan dialektika keyakinan yang terjadi bisa dilakukan dengan cara yang lebih beradab.

Berikut ini pernyataan lengkap MUI terhadap pernyataan Ahmadiyah.

Setelah mendengar penjelasan dari Kepala Badan Litbang Departemen Agama RI, Sekjen Departemen Agama RI, Dirjen Bimas Islam Departemen Agama RI dan melakukan diskusi secara intensif, MUI berkesimpulan :

1. Bahwa 12 (dua belas) butir penjelasan yang disampaikan Pengurus Besar Jema’at Ahmadiyah Indonesia (PB JAI) dihadapan rapat Badan Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) Selasa, 15 Januari 2008 bukan merupakan kesepakatan antara PB JAI dengan Departemen Agama RI, tetapi merupakan pernyataan sikap dari PB JAI sendiri.
2. Bahwa Bakor Pakem, belum membuat keputusan apapun tentang status hukum Ahmadiyah.
3. Bahwa Bakor Pakem akan terus mengkomunikasikan masalah penyelesaian Ahmadiyah ini dengan MUI.
4. MUI berpendapat bahwa 12 butir penjelasan Ahmadiyah tersebut belum menunjukkan dan mencerminkan adanya perubahan sikap dan keyakinan dari Ahmadiyah dari sikap dan keyakinan awalnya.
5. Untuk penyelesaian masalah ini, MUI mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah ini dan menghimbau masyarakat dan ummat Islam untuk tenang dan tidak melakukan tindakan sendiri-sendiri yang melanggar hukum.

Jakarta, 16 Januari 2008

Ketua MUI : KH. Ma’ruf Amin
Sekretaris Umum MUI : Drs. HM. Ichwan Sam

(Sumber: Sekretariat Majelis Ulama Indonesia)

Satu Tanggapan

  1. AHMADIYAH MENGAKU SEBAGAI ISLAM JUGA

    FAKTANYA YG TERJADI ADALAH :

    1. jika memang ahmadiyah islam, kenapa harus mempunyai organisasi sendiri? dan tata peribadatan yang lain? jika anda menganggap ini sama dengan NU atau Muhammadiyah tentu lain. sebab NU dan Muhammadiyah hanyalah sebagai organisasi politik di indonesia. adapun masjid, ibadah dan kitabnya islam juga. dan lagi tidak ada masjid nya NU atau masjidnya Muhammadiyah semua sama aja yang berbeda hanya pemikiran politiknya saja. jadi jelas sekali ahmadiyah adalah sebuah aliran baru yang meng”obok obok” islam

    2. jemaat ahmadiyah selama ini membuat komunitas sendiri bahkan masjid sendiri. apakah ini ciri umat muslim ? jelas sekali berarti mereka berbeda.

    3. jika memang ajarannya ( aqidahnya ) seperti yang tertulis disamping kiri forum ini, mengapa mereka tetap mengatasnamakan ahmadiyah? mengapa tidak mengakui saja bahwa anda muslim/islam tanpa embel2 “ahmadiyah” lagi? jelas sekali ini hanyalah sebuah pengaburan identitas agar tidak dijauhi masyarakat, sementara mereka tetap meyakini Mirza Gulam Ahmad yang begitu diagungkan.

    4. kalau benar Mirza Gulam ahmad hanya dianggap seperti seorang wali songo atau penyebar islam, mengapa dijadikan sebuah nama aliran? dijawa sekalipun tidak seperti begitu mengangungkan para wali kog.

    5. Apakah ahmadiyah merupakan sebuah refleksi ketidak puasan terhadap ajaran yg telah dibawa oleh Rasulullah Saw? apakah ada yg belum sempurna? sementara Al Quran sendiri telah mengatakannya. mengapa malah membuat aliran ahmadiyah yang notabene justru memecah islam?

    6. bukankah umat islam itu diperintahkan Nabi Muhammad Saw supaya bersatu ?

    7. bukankah musuh dalam selimut itu pasti lebih berbahaya dibandingkan dengan musuh yang sudah jelas kita tahu dan datang dari luar? ada apa dibalik misi ahmadiyah ? mengapa dia harus dikendalikan dari london ?

    8. Ahmadiyah membuat keyakinan tersendiri yang mengatakan ISA As telah mati. apakah ini ada dalam Al Qur’an? sementara kita tahu hingga saat ini salah satu keyakinan yg sama sama diantara islam dan kristen adalah sama2 menanti kedatangan Isa As diakhir jaman nanti.

    KESIMPULANNYA :

    AHMADIYAH LEBIH BERBAHAYA DARI AGAMA LAIN DILUAR ISLAM, KARENA BANYAK ORANG AKAN MENYANGKA INI ISLAM DAN AKAN MASUK KEDALAMNYA TETAPI SETELAH MASUK KE DALAMNYA, MEREKA AKAN DIRUSAK AQIDAHNYA. KALAU SEANDAINYA AGAMA LAIN SELAIN ISLAM (misalkan ahmadiyah membuat agama sendiri ), TENTU ORANG SUDAH JELAS TAHU SEHINGGA TINGGAL MEMILIH MANA YANG INGIN DIIKUTINYA DAN ITU HAK AZASI ORANG TIDAK BOLEH DILARANG. TETAPI AHMADIYAH…..SIAPAKAH JAMAAH YANG INGIN KALIAN TARIK MASUK KE AGAMA KALIAN? APAKAH DARI KAUM MUSLIM SENDIRI ? KALAU BENAR BEGITU MAKA MEMANG KALIAN LAH YANG LEBIH PATUT DIWASPADAI OLEH UMAT ISLAM DAN LEBIH BERBAHAYA DIBANDINGKAN YAHUDI DAN NASRANI. DAN CARA2 SEPERTI AHMADIYAH INI SAMA SEPERTI CARA2 YANG BIASA DILAKUKAN KAUM NASRANI YAITU MENYARU SEBAGAI ISLAM GUNA MENDEKATI ORANG ISLAM LALU KEMUDIAN SETELAH ORG ITU MASUK BARULAH MEREKA MENDOKTRIN AJARAN MEREKA YANG TUJUANNYA MERUSAK AQIDAH UMAT ISLAM. KRN PRINSIP UMAT NASRANI SAAT INI ADALAH “CUKUP DGN MEMBUAT UMAT ISLAM MELENCENG DARI AQIDAHNYA SAJA” ITU SUDAH BERARTI DIA KELUAR DARI ISLAM DAN UMAT NASRANI PUN PUAS.

    KALAU MEMANG BENAR AHMADIYAH ITU SAMA DENGAN ISLAM DAN MEREKA HANYA MENGANGGAP MIRZA GULAM AHMAD HANYA SEBAGAI mujaddid, MAKA : SEHARUSNYA MEREKA MENJADI UMAT ISLAM SEPERTI UMAT ISLAM LAINNYA DI INDONESIA INI DAN TIDAK PERLU MENGGUNAKAN LAGI KATA2 AHMADIYAH……tetapi saya tidak yakin ahmadiyah akan seperti diatas karena toh memang mereka hanya bersandiwara kan? dan itu juga otomatis berarti mereka TIDAK SAMA DGN ISLAM !

    bukankah umat islam itu diperintahkan Nabi Muhammad Saw supaya bersatu ? mengapa harus bangga sebagai jamaah ahmadiyah jika anda benar benar pengikut ALLAH DAN RASULULLAH ? harusnya banggalah anda sebagai seorang muslim yang meyakini Islam sebagai agamamu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: