• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Benazir Bhutto tewas

Benazir Bhutto, mantan perdana menteri Pakistan yang saat ini menjadi pemimpin oposisi tewas beberapa jam yang lalu (Kamis, 27/12/2007) akibat serangan bom bunuh diri. Serangan bom bunuh diri dilakukan pada saat Bhutto sedang melakukan demonstrasi bersama pada pendukungnya. Bhutto yang baru kembali 2 bulan dari pengasingan tewas bersama 10 orang lainnya. Sebelum bom bunuh diri ini, para pengikut Bhutto mengalami peristiwa bom bunuh diri terburuk di Pakistan yang menewaskan setidaknya 770 orang beberapa jam setelah kembalinya Bhutto dari pengasingan.

Berita ini disiarkan oleh kantor berita Agence France-Presse (AFP) beberapa menit yang lalu.

Meninggalnya Benazir Bhutto ini semakin menambah catatan buruk konflik dan kekerasan di Pakistan. Sepanjang tahun ini saja, terjadi lebih dari 40 serangan bunuh diri dengan korban paling sedikit 770 orang meninggal.

***

Aku agak terhenyak membaca berita itu yang diluncurkan oleh Yahoo 5 menit yang lalu.

Mengapa kekerasan demikian mudah meluap di Pakistan? Padahal negeri itu jelas-jelas menyatakan membangun bangsanya berdasarkan nilai-nilai agama? Nilai-nilai semacam apa yang difahami masyarakat negeri itu sehingga tak muncul solusi damai dan beradab di dalam masyarakatnya. Tetapi mengapa justru begitu banyak bom bunuh diri, juga konflik-konflik antar kelompok masyarakatnya?

Mudah-mudahan Indonesia tak mengikuti jejak Pakistan dalam tren kekerasan di masyarakat. Soalnya, gejala solusi kekerasan yang dibiarkan oleh negara sudah mulai terlihat banyak di negeri ini.

2 Tanggapan

  1. Benazir menjadi tumbal proses demokrasi di Pakistan

  2. Karena jiwa mereka telah keras, seperti batu. Tidak lagi punya kelembutan Islam.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: