• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Wapres: buka segel masjid Ahmadiyah Kuningan!

Diantara buruknya perlakuan yang diterima Jemaat Ahmadiyah yang menjadi korban penyerbuan di berbagai kota, ada secercah harapan dari petinggi negara. Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta polisi segera membuka segel yang dipasang di rumah ibadah jemaat Ahmadiyah di Kuningan.

Tentu saja masih menunggu realisasi dari kepolisian. Tapi, setidaknya masih ada pejabat negeri yang ingin menghormati kebebasan beragama yang dijamin UUD 1945.

Berita selengkapnya berikut ini:

***

Jum’at, 21 Desember 2007
Headline
Wakil Presiden Minta Polisi Buka Segel Ahmadiyah

Karena itu, setiap orang wajib menjaga kehormatan orang lain dalam menjalankan agamanya dengan sebaik-baiknya.

JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla kemarin meminta polisi segera membuka segel yang dipasang di rumah ibadah jemaah Ahmadiyah di Kuningan dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Harus segera dibuka segel-segel di tempat ibadah itu,” kata Kalla setelah menyerahkan secara simbolis hewan kurban ke Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar di Jakarta kemarin.

Kalla menegaskan tak satu pihak pun dapat menghalangi golongan tertentu menjalankan ibadah yang diyakininya.

Kalla mengingatkan, Undang-Undang Dasar menjamin kebebasan beragama. Karena itu, setiap orang wajib menjaga kehormatan orang lain dalam menjalankan agamanya dengan sebaik-baiknya.

Polisi, kata Kalla, harus bersikap tegas terhadap orang-orang yang menghalangi masyarakat yang menjalankan keyakinan agamanya.

Ia meminta agar pada Idul Adha ini Majelis Ulama Indonesia menjalankan dakwahnya dengan baik. Menurut dia, fatwa MUI, yang menyebutkan Ahmadiyah bertentangan dengan syariat Islam, memang menjadi acuan. Namun, kata Kalla, “Tidak harus hantam orang, tidak harus memukuli orang. Yang memukuli itu yang salah.”

MUI memang secara resmi menyatakan Ahmadiyah bertentangan dengan syariat Islam, tapi Kejaksaan Agung belum bisa mengeluarkan larangan resmi. Sebab, menurut Jaksa Agung Hendarman Supandji seusai salat Idul Adha di kantornya kemarin, MUI belum memberikan rekomendasi ke Kejaksaan Agung.

Hendarman menjelaskan Kejaksaan baru bisa mengeluarkan larangan resmi terhadap satu aliran atau ajaran tertentu setelah mendapat rekomendasi dari MUI atau tokoh-tokoh agama. Dasar hukumnya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1965 tentang Prosedur Pelarangan Ajaran. Mereka yang melanggar peraturan ini akan dijerat dengan Pasal 165-a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penodaan Agama.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Muhaimin Iskandar juga mengecam aksi kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah. “Itu tindakan zalim,” kata Muhaimin melalui pesan pendek kemarin.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ini meminta aparat segera menyelesaikan masalah penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana juga mendesak aparat segera menangkap pelaku perusakan dan kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah serta rumah ibadah mereka. Sutan menegaskan negara ini adalah negara hukum, sehingga segala sesuatu harus sesuai dengan prosedur perundang-undangan. “Bukan main hakim sendiri,” ujarnya. ANTON APRIANTO | RINI KUSTIANI | EKO ARI WIBOWO

(Sumber: Koran Tempo)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: