• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Syiah Bangil masih terancam

Umat minoritas Syiah di Bangil, Jawa Timur, masih belum bebas dari ancaman. Begitu informasi dari teman-teman yang melakukan advokasi terhadap umat Syiah di Bangil yang mengalami penyerbuan pada November 2007 yang lalu. Polisi belum menindak satu pun pelakunya  walaupun sudah hampir satu bulan setelah kejadian.

Para ustadz yang gemar melontarkan ungkapan kebencian kepada umat Syiah tetap memiliki kebebasan memberikan ceramah di masjid terbesar kota Bangil. Ancaman “beleh” (sembelih) dan “pateni” (bunuh) yang dilontarkan para penceramah terhadap umat Syiah masih terus bertebaran di pengajian yang dipaksakan untuk direlai di lebih 80 musholla dan masjid kecil di kota kecil di sebelah timur Surabaya itu.

Ini mengerikan. Ancaman pembantaian ditebar di mimbar agama secara terbuka dan dibiarkan oleh pemuka agama yang lain dan polisi. Ada yang mengkhawatirkan suasana dan kata-kata yang digunakan dalam ceramah-ceramah itu seperti yang dikatakan para pembantai PKI tahun 1965 dulu.

Siapa yang sebenarnya menjadi sumber instabilitas dan menjadi ancaman? Umat Syiah yang cuma sedikit dan menjalani keyakinannya secara damai? Atau para penebar ancaman pembantaian yang menebar rasa permusuhan secara terbuka?

2 Tanggapan

  1. menurut saya, tindakan semacam itu tidak akan muncul jika tidak ada keresahan di masyarakat bangil. tapi keberadaan syiah di bangil sangat meresahkan masyarakatnya yang mayoritas kental dengan paham sunni. saya orang bangil, meski tdk ikut dalam peristiwa itu saya bisa merasakan betapa resahnya masyarakat sini… mereka pantas marah karena junjungan2 mereka dihina oleh orang syi’ah.. sayyidah aisyah istri nabi dikatakan pelacur, para sahabat nabi diKAFIRkan, alqur’an dianggap hasil rekayasa dan pemalsuan dari para sahabat, orang2 yang memuliakan sahabat nabi dan enggan mencelanya(seperti y selalu dipraktekkan oleh sunni) dianggap MURTAD!!!
    lihatlah bagaimana orang2 syi’ah menyentuh sisi2 yang sangat sensitif. saya bisa memahami kenapa masyarakat sini marah…bahkan kalau boleh jujur, saya lebih bersimpati pada mayoritas masyarakat sini dari pada segelintir orang syi’ah. saya bukan sunni fanatik…tapi sungguh!! keberadaan syi’ah di kota ini sangat mengancam kerukunan masyarakatnya.
    saya bersimpati pada masyarakat sini, apa yang telah lama mereka yakini dan mereka pegang teguh dilecehkan begitu saja oleh orang syi’ah, mereka marah lalu dianggap anarkis… ketika seseorang menghina ibu kita dengan kata PELACUR, apa yang anda harapkan untuk kita lakukan? apa akan kita traktir orang itu minum kopi sambil mendiskusikan ibu kita pelacur apa bukan? apakah dengan ramah akan kita tanyakan pada orang itu dilokalisasi mana ibu kita biasanya mangkal agar kita bisa memergokinya padahl sudah jelas ibu kita bukanlah pelacur?ataukah kita memilih cara yang umum dan sangat wajar, langsung kita tonjok saja orang itu karena telah merendahkan perempuan mulia yang telah melahirkan kita?
    pilihan terakhir itulah yang diambil oleh masyarakat bangil.. saya tanya pada anda, salahkah kalau kita memukul orang yang telah menghina ibu kita dengan terang2an tepat di depan batang hidung kita? lalu bagimana perasaan anda jika orang2 kemudian memvonis anda sebagai seorang anarkis, primitif, preman, otak dangkal dan lain sebagainya?
    tulisan anda diatas semakin memperkuat vonis kejam yang harus dipikul oleh msyarakat bangil yang melakukan “reaksi yang sangat wajar” kepada para penghujat ibu mereka.. mereka hanyalah manusia, mereka punya hati dan perasaan, mereka punya cinta dan rasa hormat kepada ibu mereka…
    orang2 yang menganggap mereka anarkis sudah pasti bukanlah manusia yang punya hati nurani dan tidak mengetahui akar permasalahnnya… mereka tidak mungkin melakukan itu kalau saja tidak ada yang menghina ibu mereka, merekalah korban yang sebenarnya, bukan orang2 syiah itu….orang2 syiah itu hanyalah menerima akibat dari pelecehan yang mereka lakukan.
    sedikit koreksi dari tulisan anda diatas, tidak ada yang namanya pemaksaan untuk merelai ceramah anti syiah pada 80 musholla dan masjid disini…itu fitnah…
    aahh…. sungguh menyakitkan jika membaca lagi tulisan anda diatas.. seakan2 masyarakat sini tak berotak, seakan2 kota ini adalah sarang para anarkis…

    maaf jika saya mengomentari tulisan anda, jika anda keberatan bisa email ke:
    akhinafilla@yahoo.co.id

    salam persaudaraan saya….

  2. Terima kasih atas penjelasan Anda. Sumber informasi untuk tulisan ini adalah teman-teman yang melakukan advokasi terhadap kekerasan atas kelompok minoritas Syiah di Bangil. Saya belum pernah mendapat informasi mengenai cercaan dan pelecehan Syiah di Bangil terhadap pemahaman kelompok mayoritas Sunni.

    Jika ada pelecehan (oleh siapapun), mudah-mudahan penyelesaiannya bisa dilakukan melalui jalur dialog dan hukum, bukan melalui tindakan kekerasan massa.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: