• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Ahmadiyah Kuningan diserbu lagi

Selasa, 18/12/2007, siang aku mendengar kabar dari teman-teman Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) bahwa teman-teman Ahmadiyah di Manislor, Kuningan, Jawa Barat diserbu oleh massa. Kali ini massa yang menyerbu jauh lebih besar daripada yang datang pada waktu penutupan tiga masjid Ahmadiyah beberapa hari yang lalu.

Menurut berita di Tempo Interaktif, penyerbuan itu berlangsung ricuh. Enam baris polisi gagal menahan serbuan massa yang terus merangsek hingga akhirnya digantikan oleh pasukan Brimob yang melepaskan tembakan gas air mata.

***

Mengapa intoleransi dan keberingasan umat Islam semakin menjadi-jadi? Rasanya nelangsa melihat wajah ajaran Tuhan ini semakin dirusak oleh kemarahan dan anarkisme yang terlihat semakin meningkat skalanya.

Di Eden, dulu Malaikat Jibril sering sekali mengirimkan peringatan-peringatan keras mengenai kesombongan dan kekerasan yang dilakukan umat Islam. Kerasnya peringatan itu adalah upaya pencegahan jangan sampai pembusukan internal dalam umat Islam itu menguat.

Malaikat Jibril menyampaikan peringatan melalui Eden, umat Islam ini akan mengalami pembusukan bukan disebabkan serangan dari luar. Tetapi, pembusukan itu akan dipicu oleh radikalisme umatnya sehingga wajah Islam itu terlihat sangat buruk di masyarakat dan dunia Internasional. Saking buruknya, diantara umat Islam sendiri akan semakin banyak yang merasa gerah dengan agamanya.

Ini adalah peringatan dan nubuah yang berat. Tak cukup disikapi dengan setuju atau menentang. Yang terpenting adalah usaha untuk mewujudkan umat Islam yang lapang dan penuh rahmat bagi siapapun yang ada di sekitarnya.

Jangan sampai terlambat dan akhirnya spiral kekerasan itu tak dapat ditahan lagi, menghancurkan siapapun yang menghalanginya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: