• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Sombong

“Agama K itu salah. Mereka pernah ditegur Tuhan karena menyombongkan agamanya dan mengatakan bahwa hanya pengikutnya yang masuk Surga sedangkan pengikut agama lain masuk Neraka. Agama Y juga sama saja. Tuhan menolak klaim mereka yang menyatakan bahwa mereka adalah kekasih-kekasih Tuhan yang pasti masuk Surga sementara pemeluk agama lain masuk Neraka,” kata seorang pendakwah agama.

“Sesungguhnya,” lanjutnya,”agama kitalah yang diridhoi Tuhan. Agama kita dijamin kesempurnaannya oleh Tuhan dan pemeluknya pasti masuk Surga. Sedangkan agama lain itu salah sebagaimana yang dinyatakan oleh Tuhan.”

Mendengar uraian itu, seorang pendengar berbisik, “Apakah itu bukan kesombongan juga?”

Satu Tanggapan

  1. tiap agama formal pasti punya sistem kepercayaan dan sistem nilai. apabila ia membandingkannya dengan sistem kepercayaan dan nilai dari agama lain yang berbeda, pasti dikategorikan salah dan konsekuansinya tidak mendapat keselamatan. silahkan bandingkan.
    apakah penilaian demikian dikategorikan sombong?
    kriteria sombong tsb jgn2 hanya disematkan oleh sumardiono saja utk suatu agama.
    kasihan deh loe, sum… mau nya memberi ilustrasi koq jadinya malah menghina…. ga dewasa ah..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: