• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Masjid Ahmadiyah Kuningan disegel

Sore ini aku melihat berita, 3 masjid Ahmadiyah di Kuningan-Jawa Barat disegel oleh Pemda. Landasan dari penyegelan itu sebagaimana yang dimuat oleh OkeZone adalah Surat Keputusan Bersama no. 415/Kep.58-Pem.Um/2004 tertanngal 20 Desember 2004 dan surat perintah dari Bupati Kuningan tertanggal 13 Desember 2007.

Liputan 6 SCTV juga menayangkan penyegelan itu.

Penyegelan atas dasar ancaman massa dan dengan alasan untuk menjaga keresahan warga adalah sebuah bentuk premanisme dan terorisme sosial yang berusaha mendapatkan kepentingannya dengan ancaman kerusuhan/kekerasan. Selama ini, pemerintah selalu tunduk pada model-model premanisme atas nama agama seperti ini.

Masyarakat tidak dididik dan didewasakan melalui proses peradilan dan konstitusi. Tetapi, pemerintah memilih cara yang mudah yaitu memberangus yang minoritas dan dianggap berbeda.

Kebebasan beragama adalah salah satu wilayah Konstitusi. Penyelesaiannya harus diletakkan dalam kerangka konstitusi, bukan melalui solusi politik pemberangusan karena tunduk pada ancaman sejumlah massa.

Kasihan Islam. Wajahnya semakin terlihat buruk dan tidak toleran.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: