• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Hari HAM Internasional

Hari ini, 10 Desember, adalah hari Hak Asasi Manusia Internasional (Human Rights Day). Hari ini dipilih sebagai penghormatan atas adopsi dan proklamasi Deklarasi Universal atas Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) pada 10 Desember 1948.

“Setiap manusia terlahir untuk hidup dan menikmati dunia tempat ia berpijak dengan: aman, nyaman, tentram, damai, sukacita tanpa perlakuan sebaliknya, yaitu: pengingkaran, pembodohan, perampasan, pengekangan, pembunuhan, ketidakadilan secara sengaja maupun sistematik oleh orang lain”.”

Dalam konteks kebebasan beragama dan berkeyakinan, nampaknya Indonesia masih jauh dari ideal. Sampai saat ini, terorisme sosial yang mengatasnamakan agama untuk membungkam ekspresi keyakinan yang berbeda masih terus terjadi di mana-mana; pelarangan pendirian rumah ibadah, teror terhadap kelompok yang berbeda keyakinan (Eden, Ahmadiyah, Syiah, dll); pelarangan seminar, dsb masih terus terjadi. Pelaku teror tidak pernah disentuh oleh hukum, yang berbeda dan minoritas dijatuhi sanksi hukum karena berbeda dengan yang mayoritas.

Doa dan upaya damai terus menerus adalah perjuangan kita bersama, untuk masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: