• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

MUI: Kekerasan bukan ajaran Islam

Sehari nggak nulis blog untuk turunkebumi, rasanya kok ada yang kurang. mmm… tanda-tanda kecanduan blogging kali ya? Padahal keadaan memang tidak memungkinkan karena sedang ada di rumah Eyang Putri.

Tapi karena di rumah Eyang Putri, jadinya malah sempat nonton TV (yang sebagian besar acaranya rasanya tidak menarik ditonton karena isinya sinetron). Di berita TV, sempat melihat imbauan MUI agar masyarakat tidak melakukan kekerasan. Bahwa kekerasan bukan ajaran Islam.

It’s nice to hear that. Secara jujur, pernyataan ini perlu diapresiasi setelah sekian lama MUI diam dengan retorika pembelaannya kepada kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan atas nama agama.

Sekarang tinggal melangkah lagi. Kalau untuk kelompok sesat, MUI mendorong pemerintah untuk bertindak tegas dan melarang. Maka untuk kelompok yang melakukan kekerasan (yang dinyatakan bukan ajaran Islam), MUI perlu juga mendorong pemerintah untuk bertindak tegas dan melarang.

Mengapa? Supaya adil. Supaya ajaran Islam tidak tercoreng oleh aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan pembelaan terhadap Islam. Juga, supaya masyarakat semakin dewasa dan terdidik menempuh jalur hukum. Untuk kebaikan Islam dan Indonesia, MUI layak membuat imbauan agar pemerintah tidak perlu takut untuk bertindak tegas pada kelompok-kelompok Islam yang menggunakan kekerasan dalam tindakannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: