• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Jalan setia

Pagi ini, menerima SMS dari on Jockie tentang temannya (yang sama-sama ke China utk operasi ginjal) meninggal. Dari tiga teman yang bersama di Guangzhou, tinggal om Jockie yang masih hidup.

Jadi teringat tentang mati. Apa sih makna hidup? Bagaimana aku akan mati nanti?

Tentu saja aku tak tahu. Tapi pagi ini aku meneguhkan komitmen diriku untuk menjalani hidup yang penuh makna, yang berguna buat semesta.

Mau mati seperti apa? It’s not an issue, kita tidak pernah tahu nasib kita. Yang kita tahu, kita semua pasti akan mati. Yang bisa kita lakukan adalah menjalani hidup dengan suci dan mati dengan benar di dalam cinta-Nya.

Pagi ini aku berdoa kepada Tuhan;

“Tuhan yang memiliki hidup dan mati, yang menggenggam semesta dan satu-satunya pemilik kekuatan. Aku bermohon agar Engkau meneguhkan aku di Jalan Kesetiaan kepada-Mu. Apapun yang hadirkan dalam hidupku, berikanlah kelapangan seluas semesta bagiku untuk menjalaninya dengan setia hingga akhir hayatku. Amin.”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: