• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

About

aar_avatar2.gifNamaku, Sumardiono, tinggal di Jakarta-Indonesia. Aku mengenal Salamullah/Eden pada akhir 1997 dan menjadi anggota Salamullah/Eden hingga 14 Agustus 2007, saat aku dikeluarkan dari Eden.

Banyak hal yang kulihat, kurasakan, dan kualami. Ada masa pasang, ada masa surut. Sepanjang waktu aku dipenuhi gairah Cinta-Nya, tapi pada saat bersamaan kehendak-kehendak-Nya menyelimutiku dalam kegentaran. Satu sisi, aku berusaha mensucikan diri dan mengalahkan diriku sendiri. Di titik ini aku gagal dan belum berhasil. Di sisi lain, aku berusaha jujur di dalam persaksianku atas apa-apa yang kualami. Mudah-mudahan kejujuran ini dapat menjadi bekalku untuk mencintai-Nya.

Lahir di Madiun, 13 Mei 1969, aku menyelesaikan pendidikan di Teknik Informatika ITB dan Magister Manajemen LPPM Jakarta. Setelah kuliah, aku bekerja sebagai Rating Analyst di Pefindo dan BPPN sebelum mengundurkan diri pada 2001.

Walaupun tak menjadi anggota Komunitas Eden, aku tetap mengimani dan menghikmati pesan-pesan Tuhan yang sedang diturunkan-Nya di Eden. Di manapun dan kapanpun, aku ingin menjalani hidupku dengan sepenuh cintaku kepada Tuhan, kekasihku dan inspirasi seluruh hidupku.

this icon was made by the Portrait Illustration Maker

17 Tanggapan

  1. Wah, menari ini. :mrgreen:

    Salam kenal ah.

  2. Upaya mengenal Sang Khalik adalah proses tiada akhir. Mari kita nikmati dan kita hidupi …

    Salam Kenal
    CB

  3. Jarang orang yang terus mencari kedamaian dalam jiwanya… :) salam…. kenapa keluar dari komunitas eden? adakah ceritanya?

  4. Halo, salam kenal…
    banyak hal yg telah aku alamin selama hidup ini..
    dan akhir2 ini aku tertarik dengan fenomena aliran-aliran kepercayaan yg diberitakan di media massa…
    aku merasakan dunia mulai berubah pada pergantian thn 1999-2000.. aku merasakan pergolakan jiwaku melihat dunia ini… yg pasti kurasakan saat itu adalah perubahan suhu udara.. setelah itu wafat nya orang2 suci di dunia yg sampai saat ini belum ada penggantinya.. seperti Mother Theresa, Paus Yohannes, mahatma Ghandi, dan orang2 lain yg mewartakan CINTA KASIH…
    dan banyak lagi yg bisa kita rasakan sampai detik ini..
    Dan dari semua itu, aku salut dengan adanya aliran2 baru yg mewartakan per damai an dan Cinta Kasih.
    Ayo kalian jangan menyerah dalam perjuangan kalian… karena segala bentuk perjuangan yg berlandaskan CINTA adalah ajaran sebenarnya dari TUHAN sang Pencipta…

  5. salam kenal mas, ini salah satu jemaah Lia Eden ya?(maaf)

  6. Salam
    Salut,,,
    Semua keyakinan tentu berdasarkan kebenaran

    TB

  7. aku pernah “ketemu” Lia Eden di Polda ketika “jenguk” temen disana. di juga sedang di “jenguk”.
    dan gak terlihat sebagai malaikat ya .. ato mungkin karena aku orang biasa ?
    setiap pencarian diri harus dihargai ..
    jika orang sudah “menemukan” untuk apa dia ada di dunia ini lagi?
    salam kenal mas ..
    btw, kita sama-sama “mencari” di bawah sinar lampu yang berbeda :D

  8. Nindityo: Bunda Lia Eden memang manusia, bukan malaikat. Beliau digunakan lisan dan dirinya oleh Tuhan untuk menyampaikan pesan-Nya… Kalau pas lagi biasa, ya manusia biasa… :)
    Yang diserukan adalah ajakan untuk ke Tuhan, apapun jalan yang digunakan… :)

  9. Lia Eden pernah ketemu nabi atau rasul masa lalu nggak mas? Adakah ayat baru atau cerita baru yang nggak ada di kitab-kitab sebelumnya?

    Salam,

  10. SALAM DAMAI.

  11. SALAM KENAL!!! << Terlalu semangat jadi pake kapital :mrgreen:

  12. salam kasih.
    semoga site ini bisa mendinginkan hati kita semua. silakan kunjungi situs lembaga kami untuk pluralisme dan demokrasi di http://www.maulanusantara.wordpress.com. terimakasih

  13. Salam kenal

    Hormat saya,
    inderakeenam

  14. Woahhh~ ^^

    salam kenal yah!! ^^

    umm… samullah/eden itu apa ya?

  15. LIA EDEN ITU ORANG GILA
    MASAK KAYAK GITU NGAKU MALAIKAT JIBRIL

    TRUS BAWA2 TONGKAT KAYAK MAK LAMPIR

    MALAIKAT ITU NGGAK KAYAK GITU DEH.
    TOBATLAH WAHAI PENGANUT LIA EDEN

    LIA EDEN ITU STRESS MAKANYA DIA DIDATANGI SETAN
    YANG MENJELMA DAN NGAKU JADI TUHAN DAN MALAIKAT

    LIA EDEN SESAT 100000%

  16. jalan setapak menggapai spiritualitas sejati

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.