Berita di DetikCom, hari ini (28/8/2008) para aktivis FPI yang menghadiri sidang Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjambak dan menampar seorang wanita yang ada di dalam ruang sidang. Menurut berita DetikCom itu, alasannya adalah karena wanita itu meneriakkan “teroris”.
***
Berita itu begitu menghentak kesadaranku. Jika ada sekumpulan preman laki-laki mengeroyok perempuan saja menurutku sebuah hal yang gila dan sangat tidak pantas. Sekarang, sekumpulan orang yang menyatakan sedang membawa kebenaran (bahkan kebenaran dari Tuhan) mengeroyok seorang perempuan. Betul-betul tidak masuk akal.
Apa yang bisa dilakukan oleh perempuan? Apa yang bisa disakiti dengan kata-kata? Jika pun kata-kata bisa menyakitkan, mengapa tidak dibalas dengan kata-kata juga, tetapi dengan kekerasan fisik?
Apakah kebenaran Tuhan semacam ini yang hendak ditegakkan di tengah masyarakat? Berbeda pendapat/keyakinan diselesaikan dengan kekerasan? Kekerasan dilakukan terhadap siapapun yang menyinggung, tak peduli dia perempuan?
Aku masih bingung, mengapa masih ada simpati terhadap kebenaran dan model perjuangan semacam ini…?
***
Update siang ini dari peserta sidang Rizieq Shihab, yang menjadi korban adalah seorang aktivis National Integration Movement (NIM). Alasan penganiayaan di ruang sidang itu adalah karena dia tidak mau pindah dari tempat duduknya, walaupun disuruh dan dipaksa oleh massa FPI. Tidak ada teriakan “teroris” yang dikeluarkan wanita itu. Ada dua saksi dari NIM yang ada bersamanya dan telah mengadukannya ke polisi.
Fenomena pertama saja sudah sangat menyedihkan. Apalagi kalau benar kejadian yang sesungguhnya adalah yang kedua.
==
Update (29/8): DetikCom memberitakan kronologi peristiwanya. Ternyata gabungan kedua versi cerita di atas. Isti (nama wanita itu) sudah duduk di dalam ruang sidang. Kemudian diusir paksa oleh massa FPI yang datang belakangan; diusir, dibilang kafir berulang-ulang, bahkan didorong dan disikut. Karena tidak tahan, dia berdiri. Ketika berdiri itu, seorang anggota FPI mencengkeramnya.
Dia kemudian berkomentar: ” ya inilah kenapa Islam disebut teroris.”
Mendengar komentar itu, ibu yang mendorongnya tadi berteriak2 sambil menyebarkan fitnah dan provokasi bahwa “FPI dikatakan teroris”. Itulah sumber penganiayaan yang dilakukan FPI kepada seorang wanita itu….
DIarsipkan di bawah: intoleransi, religi | Ditandai: FPI, Habib Rizieq, Habib Riziq, Sidang
Hidup INDONESIA RAYA,
kapan anak bangsa ini dapat melihat dan merasakan bahwa manusia itu sangat-sangat kecil di dalam kehidupan ini.
saling menghargai dan menghormati, kemana hal yang indah itu bisa hilang…
FPI cobalah untuk melihat lagi Al-Quran dan Sunah,apakah kekerasan itu baik. . !
masalah menampar dan menjambak memang tidak pantas dilakukan oleh laki2 kepada perempuan…karena apa yang mau dibuktikan dari peristiwa itu? apakah itu sebagai pembuktian kalau laki2 memang lebih kuat dari wanita? tapi yah tinggal dilihat lagi siapa pelakunya? latar belakang pendidikan, serta tingkat religiusitas pelakunya…mengerti ttg agama belum menjamin tingkat religiusitas bisa ikut mengimbangi