• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Foto Aksi Damai “Anti Kekerasan atas nama Agama”

Hari ini Selasa (6/5/2008), Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan melakukan aksi damai berupa longmarch dari Bundaran HI menuju Istana Negara.

Longmarch AKKBB

“Sekitar 1500 peserta mengikuti aksi damai yang dilakukan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan menyerukan dihentikannya kekerasan mengatasnamakan agama.”

“Love for All Hatred for None; seruan para ibu-ibu yang mengikuti aksi damai AKKBB untuk menghentikan praktek-praktek agama yang intimidatif dan mengumbar kekerasan.”

Save Our Freedom

“Save Our Freedom, jangan biarkan sekelompok anggota masyarakat melakukan intimidasi melanggar hak-hak dasar beragama dan berkeyakinan.”

Beragam peserta aksi

“Beragam komponen masyarakat yang terlibat dalam aksi damai untuk mendorong negara berpihak pada Konstitusi yang melindungi seluruh warganegara tanpa membedakan agama dan kepercayaannya.”

Kaum Radikal Sesat

“Kaum Radikal Sesat, para pelaku kekerasan atas nama agama itulah yang seharusnya ditindak oleh negara bukan penganut kepercayaan yang menjalankan dengan damai.”

Di depan Mahkamah Konstitusi
“Di depan Mahkamah Konstitusi, menyerukan negara untuk mengambil keputusan berdasar Konstitusi, bukan fatwa sebuah kelompok masyarakat tertentu”

Orasi AKKBB

“Sejumlah perwakilan AKKB berorasi mengenai hasil pertemuan di Kantor Perserikatan Bangsa-bangsa”

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.