Mereka memaki Pancasila
Seorang anggota DPR dan pejabat pemerintah berkirim SMS memprihatinkan kondisi bangsa Indonesia yang semakin kacau. Hari ini aku membaca satu kutipan SMSnya.
Berikut ini petikan SMS-nya:
“Hr ini laporan dr bondowoso HT bersama MUI setempat bikin seminar propaganda syariat islam dan kilafah. memaki Pancasila, ternyata dihadiahi SKB. bsk mrk lanjut kampanye di Situbondo (atas biaya APBN via MUI ~ Depag? ini tragedi) manusiawi harus perspektif korban, bukan perpetrators dong pak,,, bisa dianggap genocide, canada-UK sdh mengecam RI soal ahmadiyah, selain sidang HR council tahun lalu di Jenewa soal serangan thd gereja2. hati nuraninya siapa pak? Ditaruh mana konstitusi, UU 12/2005 ttg hak sipil- 39/99 ttg HAM?”
***
Pada satu sisi, ada kelompok yang terus memprogandakan syariat Islam dan hendak mengganti Pancasila. Mereka memaki Pancasila dan sering melontarkan ancaman-ancaman anarkisme dan pembunuhan. Kelompok ini bebas berkeliaran dan justru sering mendapatkan tempat terhormat di masyarakat, suara mereka didengarkan dan dipertimbangkan pemerintah dengan takzim.
Sementara itu, ada kelompok masyarakat yang menjalankan ibadah dengan baik dan tidak pernah melakukan keonaran publik. Bahkan, kelompok ini terlibat dalam perjuangan dan pembangunan Indonesia. Tetapi karena ancaman pihak pertama, kelompok ini terancam dibubarkan dan dilarang di Indonesia. Inilah Jemaat Ahmadiyah.
Di dalam SMS itu, HT adalah Hizbut Tahrir Indonesia (Indonesia) dan MUI adalah Majelis Ulama Indonesia.
Mau ke mana Indonesiaku….?
DIarsipkan di bawah: intoleransi, religi | yang berkaitan: ahmadiyah, hizbut tahrir, indonesia, islam, MUI, religi, SKB, syariat