• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Press release JAI: penyerangan Ahmadiyah di Sukabumi

Menyikapi penyerangan terhadap masjid Ahmadiyah di Parakansalak Sukabumi, PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia mengeluarkan pernyataan pers. Berikut ini pernyataan pers JAI selengkapnya.

Tiga kekerasan pasca rekomendasi Bakor Pakem

SKB pelarangan Ahmadiyah memang belum dikeluarkan. Tetapi, rekomendasi Bakorpakem untuk melarang Jemaat Ahmadiyah sudah dipublikasikan. Apa yang terjadi? Apakah para penentang Ahmadiyah puas? Apakah kekerasan dan anarkisme mereda?

Mereka memaki Pancasila

Seorang anggota DPR dan pejabat pemerintah berkirim SMS memprihatinkan kondisi bangsa Indonesia yang semakin kacau. Hari ini aku membaca satu kutipan SMSnya.
Berikut ini petikan SMS-nya:

Jemaat Ahmadiyah Sukabumi diserang

Senin (28/4) dini hari, sekitar pukul 00.16 Masjid Parakan Salak dan madrasah milik Ahmadiyah yang terletak di Sukabumi diserbu dan dihancurkan massa. Penyerbu berjumlah ribuan, sementara polisi yang hanya berjumlah 6 orang tidak bisa berbuat apa-apa. Penyerangan ini sangat mendadak dan massa beringas sekali. Masjid dan madrasah hancur.
***