• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Hasil Survey: mayoritas mengakui keberadaan Ahmadiyah

Fakta adanya penolakan terhadap eksistensi Jemaat Ahmadiyah tak dipungkiri. Penolakan itu memang ada. Isunya, seberapa besar penolakan itu? Dan bagaimana negara menyikapi penolakan terhadap sebuah faham keagamaan tertentu?
Survey yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Islam dan Kewarganegaraan (PSIK) Paramadina menunjukkan bahwa mayoritas warganegara yang disurvey menyatakan bahwa Ahmadiyah berhak untuk hidup di Indonesia dengan damai.

Dewan Pertimbangan Presiden tidak setuju SKB Ahmadiyah

Delapan dari sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak setuju dengan rencana dikeluarkannya SKB pelarangan Jemaat Ahmadiyah. Satu-satunya yang menyetujui pengeluaran SKB pelarangan Ahmadiyah adalah KH Ma’ruf Amin, yang juga salah seorang ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Yang sesat dan yang ngamuk dalam kasus Ahmadiyah

Ada artikel menarik yang ditulis KH Mustofa Bisri mengenai fenomena/kasus Jemaat Ahmadiyah. Artikel ini dimuat di harian Jawa Pos.
Yang Sesat dan Yang Ngamuk

Oleh A. Mustofa Bisri
Karena melihat sepotong, tidak sejak awal, saya mengira massa yang ditayangkan TV itu adalah orang-orang yang sedang kesurupan masal. Soalnya, mereka seperti kalap. Ternyata, menurut istri saya yang menonton tayangan [...]