Setelah Bunda diminta Tuhan bersumpah menanggalkan keinginan, giliran seluruh anggota Komunitas Eden diminta Tuhan bersumpah menanggalkan keinginan. Ini adalah lompatan sangat besar dan hal yang sangat berat buat seluruh Eden. Mengucapkannya saja sulit, apalagi menjalaninya dengan konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam titian spiritual, kehidupan tanpa keinginan dan hanya mengalir menjalankan perintah-perintah Tuhan adalah hal yang biasa. Tetapi, para anggota Eden ini adalah masyarakat umum yang terpanggil satu-persatu secara pribadi hingga mengimani kehendak Tuhan di Eden. Sebagian besar diantara anggota Komunitas Eden adalah masyarakat umum biasa, yang tak pernah menyiapkan diri untuk sebuah perjalanan khusus spiritual seperti ini. Mereka hidup seperti biasa di masyarakat, berinteraksi dan bekerja seperti biasa. Tetapi dengan sebuah standar etika/moralitas kesucian yang tertinggi sebagaimana yang mereka sumpah sumpahkan kepada Tuhan.
Pada saat diminta sumpah, bukan hanya anggota Eden yang ditawari sumpah oleh Ruhul Kudus. Seluruh yang hadir di majelis Kerasulan (Sabtu, 5/4) bersumpah. Aku termasuk yang hadir dan ikut bersumpah.
Sumpah menanggalkan keinginan adalah hal yang sangat besar dalam kehidupan manusia yang tak pernah lepas dari keinginan dan kepentingan pribadi. Dengan sumpah ini, seluruh yang Komunitas Eden membulatkan tekad untuk lapang dan lentur menjalani kehidupan, sembari melepaskan kehendak pribadi agar selaras dengan kehendak Tuhan.
Tiba-tiba aku jadi teringat doa yang terinspirasi oleh Bunda Theresa yang pernah kutuliskan di buku “Loving You”:
Ya Allah, bebaskanlah hamba dari
keinginan untuk dicintai
keinginan untuk dipuji
keinginan untuk dihormati
keinginan untuk disanjung
keinginan untuk disukai
keinginan untuk dimintai nasihat
keinginan untuk didukung
keinginan untuk menjadi populer
ketakutan untuk dihina
ketakutan untuk direndahkan
ketakutan untuk dicemoohkan
ketakutan untuk difitnah
ketakutan untuk dilupakan
ketakutan untuk disalahkan
ketakutan untuk ditertawakan
ketakutan untuk dicurigai
***
Semoga Tuhan semakin melapangkan jalan untuk lentur dan menyatu bersama-Nya. Amin.
DIarsipkan di bawah: Diari, eden, religi | Ditandai: bunda theresa, eden, keinginan, Komunitas Eden, loving you, religi, sufi