• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Seputar terbunuhnya Madi di Sulsel

Dari DetikCom kita membaca berita mengenai terbunuhnya Madi, pemimpin sebuah komunitas adat di Sulawesi Selatan yang dianggap kelompok sesat. Kelompok ini diftawakan sesat oleh Majelis Ulama Islam (MUI) Sulawesi Tengah dan pernah mengalami bentrok dengan polisi.
Kita tidak memiliki informasi apapun mengenai kelompok Madi dan kematiannya. Yang kita terima hanya versi resmi dari polisi. Media massa [...]

Bunda menulis risalah baru

Dari Eden, aku mendapat berita bahwa Paduka Bunda Lia Eden sedang menulis risalah baru lagi. Bunda sedang diperintahkan untuk menuliskan pesan-pesan Ruhul Kudus dan wahyu Tuhan mengenai berbagai peristiwa aktual yang sedang terjadi saat ini. Bersama dengan risalah itu, teman-teman Eden juga diperintahkan untuk menyiapkan beberapa VCD mengenai rangkaian bunga dan lainnya.

Sumpah Menanggalkan Keinginan

Hari Sabtu (30/4/2008) yang lalu, Paduka Bunda Lia Eden diperintahkan Tuhan untuk bersumpah melepaskan seluruh keinginannya. Bunda diminta untuk tak memiliki kehendak apapun selain apa-apa yang diperintahkan Tuhan dan diperkenankan Tuhan. Dan Bunda pun kemudian bersumpah kepada Tuhan di hadapan majelis kerasulan di Eden.