<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Usai menonton film Fitna</title>
	<atom:link href="http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/05/usai-menonton-film-fitna/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/05/usai-menonton-film-fitna/</link>
	<description>::belajar jujur dan setia::</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 15:41:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: ainkderrida</title>
		<link>http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/05/usai-menonton-film-fitna/#comment-227</link>
		<dc:creator>ainkderrida</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 03:48:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=527#comment-227</guid>
		<description>Ini komen saya , :
1. ada beberapa fakta yang harus dijelaskan tentang qur&#039;an, diantaranya :
 ayat2 Qur’an yang memerlukan penjelasan yang jelas: “Bunuh kafir di mana pun kau menemukanya.” (2:191) “Perangi mereka, sampai tidak ada fitnah lagi dan ketaatan adalah semata-mata bagi Allâh saja.” (2:193) “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.” (8:55) “Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.” (8:12) “Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.” (9:28 ) 

Bagaimana para Muslim menerangkan ayat2 ini?
Saat ini yang paling mengerikan bagi non muslim (kafir) adalah tujuan islam untuk menguasai dunia, karena islam bukan hanya segedar agama seperti agama-agama lain yang ada di dunia. Islam adalah gerakan politik. Islam akan diperjuangkan menjadi hukum dasar untuk setiap negara di dunia ini, yang tidak mau maka dia kafir dan kafir tidak lebih dari budak (setidaknya itulah pengakuan Abu Bakar Ba’asyir yang dilakukan pembiaran oleh pemerintah untuk setiap ucapannya) Kalau pun semua orang telah memeluk Islam, perang akan terus berlangsung, karena Muslim akan terus bertempur satu sama lain untuk menentukan mana yang benar2 Islam “sejati.” 

Komunisme itu jahat, tapi orang2 komunis cinta kehidupan dan karenaya yang terjadi adalah Perang Dingin dan itu dapat berakhir tanpa terjadi perang nuklir. 

Muslim cinta kematian. Hal ini merubah semua hal. Kau mungkin mengira orang yang cinta kematian tentunya orang tidak waras, tapi bagi islam kematian merupakan bagian iman di alam baka.

Pelajari Al-Qur’an dengan benar dan kamu akan mengakui bahwa kekerasan itu memang dibenarkan dalam islam

2. ini juga ada adegan kekerasan yang dilakukan orang islam, karena orang lain mau beribadah, dan ga ada urusan dengan penindasan seperti disampaikan oleh rekan kita, bahwa tindakan yang dilakukan umat muslim adalah reaksi. ini dia peristiwanya 

Kronologi “Aksi” di Gereja Katolik, Parung, sabtu 22 Maret
Posted by: “mahmud darzad” mahmuddarzad
Thu Apr 3, 2008 1:49 am (PDT)
ak ambil dari milis sebelah:
mungkin bermanfaat.. .karena tidak ada media yang menginformasikan
In mediacare@yahoogrou ps.com, Widi wrote:
&gt;
&gt; nggak ada beritanya di media ya?
&gt;
&gt;
&gt; &gt;&gt; Kronologi “Aksi” di Gereja Katolik, Parung, sabtu 22 Maret
&gt; &gt;&gt; 2008
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Kronologi “Aksi” di Gereja Katolik, Parung, sabtu 22 Maret
&gt; &gt;&gt; 2008
&gt; &gt;&gt; (pembatalan Misa Paskah). Kronologi ini disusun oleh DPP
&gt; &gt;&gt; Gereja St.
&gt; &gt;&gt; Joannes Baptista, Parung.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; 1. KRONOLOGI
&gt; &gt;&gt; 2. “AKSI DAMAI” FKRM JF
&gt; &gt;&gt; 3. 22 Maret 2008
&gt; &gt;&gt; 4. Paskah di Gereja Yohanes Baptista Bubar. TempoInteraktif
&gt; &gt;&gt; ———— ——— —–
&gt; &gt;&gt; *A. Informasi Awal*
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Sejak 1977 hingga kini 2008, Gereja Katolik, Parung tidak
&gt; &gt;&gt; pernah memiliki gedung gereja.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Sejak 1992 - awal Maret 2008, dengan menggunakan tenda,
&gt; &gt;&gt; misa dan aktivitas rohani diadakan di lapangan terbuka milik
&gt; &gt;&gt; Bpk.
&gt; &gt;&gt; Felix Juhari di Lebak Wangi, Parung.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Tahun 1990-1993 Gereja berupaya untuk mempunyai tanah di
&gt; &gt;&gt; Tulang Kuning. Akhirnya Gereja memiliki tanah sebagai bakal
&gt; &gt;&gt; lokasi
&gt; &gt;&gt; Gereja sekitar 7.500 M2.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Tahun 2001 Gereja hendak mendirikan Gedung Serba Guna (ada
&gt; &gt;&gt; IMB), namun digagalkan oleh aksi massa Ikatan Remaja Masjid
&gt; &gt;&gt; (Irmas),
&gt; &gt;&gt; Parung.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Februari 2005, Gereja berniat Paskahan di Tulang Kuning.
&gt; &gt;&gt; Paskahan tersebut digagalkan oleh aksi sekelompok orang yang
&gt; &gt;&gt; tidak
&gt; &gt;&gt; jelas identitasnya. Mereka adalah lawan politik dari Kepala
&gt; &gt;&gt; Desa
&gt; &gt;&gt; Waru (Tulang Kuning ada di desa Waru) yang memenangkan
&gt; &gt;&gt; Pilkades.
&gt; &gt;&gt; Menurut mereka kemenangan Kades (Bpk Toing Ariyanto) karena
&gt; &gt;&gt; didukung
&gt; &gt;&gt; dananya (80 juta) oleh Gereja.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Gereja terus bersosialisasi dan berhubungan dengan warga
&gt; &gt;&gt; masyarakat dan aparat pemerintah sekitar Tulang Kuning.
&gt; &gt;&gt; Aktivitas
&gt; &gt;&gt; sosial non keagamaan (posyandu, bakti sosial, olah raga)
&gt; &gt;&gt; terus
&gt; &gt;&gt; digalakkan.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - 1 Februari 2007, Gereja mengajukan permohonan IMB kepada
&gt; &gt;&gt; Bupati Bogor. Hingga kini belum ada jawaban!
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Agustus 2007, Misa Agustusan berlangsung di Tulang Kuning
&gt; &gt;&gt; dan lancar.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Sejak Agustus 2007, Misa sore sudah bisa berlangsung aman
&gt; &gt;&gt; di Tulang Kuning.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - 24 September 2007, ada Misa HUT Paroki di Tulang kuning.
&gt; &gt;&gt; Aman dan kondusif. Umat yang hadir sekitar 1.000 orang.
&gt; &gt;&gt; Parkir
&gt; &gt;&gt; dikelola oleh warga muslim setempat dan keuangan parkir
&gt; &gt;&gt; diperuntukkan bagi mereka. Setelah acara
&gt; &gt;&gt; Agustusan berlangsung aman, aparat keamanan (Danramil
&gt; &gt;&gt; 2111/Parung,
&gt; &gt;&gt; Bpk Wibowo) dan aparat pemerintah (Camat Kec. Parung, Bpk
&gt; &gt;&gt; Roni
&gt; &gt;&gt; Sukmana, Msi) menganjurkan agar acara-acara besar seperti
Misa
&gt; &gt;&gt; umat
&gt; &gt;&gt; bisa diadakan lagi
&gt; &gt;&gt; agar masyarakat terbiasa dan mengakui keberadaan jemaat
&gt; &gt;&gt; Katolik.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Misa Tahun Baru 2008, berlangsung aman(hadir juga oleh
&gt; &gt;&gt; Danramil, Kapolsek).
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Selama pekan suci, 16 - 23 Maret 2008, Gereja berniat lagi
&gt; &gt;&gt; Paskahan di Tulang Kuning setelah berkoordinasi dengan aparat
&gt; &gt;&gt; keamanan dan aparat pemerintah serta melibatkan umat non
&gt; &gt;&gt; Katolik
&gt; &gt;&gt; sekitar Tulang Kuning (menangani keamanan dan perparkiran) .
&gt; &gt;&gt; Upacara
&gt; &gt;&gt; Minggu Palma (16 Maret), Kamis Putih (20 Maret), dan Jumat
&gt; &gt;&gt; Agung (21
&gt; &gt;&gt; Maret) semua berjalan lancar, aman. Namun untuk Upacara Malam
&gt; &gt;&gt; Paskah
&gt; &gt;&gt; dan Hari Raya (Minggu) Paskah digagalkan oleh aksi demo Forum
&gt; &gt;&gt; Komunikasi Remaja Muslim “Jamiul Fataa”, Desa Waru Induk,
&gt; &gt;&gt; Kec.
&gt; &gt;&gt; Parung.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Malam Paskah (22 Maret) umat Paroki “kocar-kacir” mencari
&gt; &gt;&gt; gereja Katolik terdekat agar bisa Misa Malam Paskah sesuai
&gt; &gt;&gt; anjuran
&gt; &gt;&gt; Pastor Alfonsus Sutarno, PR. Di Tulang kuning sendiri tetap
&gt; &gt;&gt; diadakan
&gt; &gt;&gt; Misa Malam Paskah dalam ruangan yang ada. Dengan derai air
&gt; &gt;&gt; mata, 100
&gt; &gt;&gt; umat ikut Misa Malam Paskah dipimpin Pastor Alfonsus Sutarno,
&gt; &gt;&gt; PR.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Minggu (Hari raya) Paskah, 23 Maret 2008 Misa Paskah
&gt; &gt;&gt; diadakan di Kapel Susteran OSF (Marsudirini) , Telaga
&gt; &gt;&gt; Kahuripan,
&gt; &gt;&gt; Parung kurang lebih 10 km dari Tulang Kuning.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; - Kemana kami misa selanjutnya? ……. Hanya Tuhan yang
&gt; &gt;&gt; tahu.
&gt; &gt;&gt; ============ =========
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; *B. “Aksi Damai” FKRM JF*
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Sekitar jam 09.00 Gereja menerima fotokopi surat yang
&gt; &gt;&gt; ditujukan
&gt; &gt;&gt; kepada Kapolsek Parung dari Forum Komunikasi Remaja Muslim
&gt; &gt;&gt; “Jamiul
&gt; &gt;&gt; Fataa” (FKRM JF), nomor 11/FKRM JF/III/2008. Surat itu Gereja
&gt; &gt;&gt; terima
&gt; &gt;&gt; dari polsek Parung. Surat itu berisi pemberitahuan kepada
&gt; &gt;&gt; Kapolsek
&gt; &gt;&gt; Parung bahwa FKRM JF akan mengadakan acara aksi damai dan
&gt; &gt;&gt; orasi pada
&gt; &gt;&gt; Sabtu, 22 Maret 2008 pukul 12.30-18.00 di lokasi tanah Gereja
&gt; &gt;&gt; Katolik (Tulang Kuning). Aksi damai ini akan mengerahkan
&gt; &gt;&gt; sekitar
&gt; &gt;&gt; seribu (1.000) massa dan bertujuan untuk menolak
&gt; &gt;&gt; segala bentuk kegiatan dan pembangunan Gereja Katolik.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Sejak Gereja menerima berita di atas, Gereja langsung
&gt; &gt;&gt; berkoordinasi
&gt; &gt;&gt; dengan umat untuk mengantisipasi aksi massa tersebut
&gt; &gt;&gt; (sekaligus
&gt; &gt;&gt; mempersiapkan pelaksanaan upacara Malam Paskah). Umat Katolik
&gt; &gt;&gt; yang
&gt; &gt;&gt; berkumpul saat itu sekitar 75 orang laki-laki.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Mengingat masih ada waktu menuju jam 12.30, Gereja terus
&gt; &gt;&gt; mengupayakan agar ada dialog antara Gereja dan pendemo. Yang
&gt; &gt;&gt; mengupayakan adanya dialog adalah Badan Pembina Masyarakat
&gt; &gt;&gt; (Babinmas) dan Badan Pembina Desa (Babinsa). Namun
&gt; &gt;&gt; upaya dialog ini menemukan jalan buntu karena penanda-tangan
&gt; &gt;&gt; surat
&gt; &gt;&gt; permohonan aksi damai (Abdul Malik, Selamet Darmanto, dan
Drs.
&gt; &gt;&gt; Nasim
&gt; &gt;&gt; Jale) sedang sibuk dan tidak mau dihubungi.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Sekitar jam 12-an, salah satu umat Katolik meninjau lokasi
&gt; &gt;&gt; Mesjid
&gt; &gt;&gt; tempat massa berkumpul. Jumlah massa yang ada saat itu
sekitar
&gt; &gt;&gt; 200
&gt; &gt;&gt; orang. Umat kami sempat bertanya pada warga masyarakat di
&gt; &gt;&gt; sekitar
&gt; &gt;&gt; mesjid itu, dan warga menyatakan bahwa mereka tidak mengenal
&gt; &gt;&gt; para
&gt; &gt;&gt; pendemo itu (hal ini terjadi karena pendemo berasal dari Desa
&gt; &gt;&gt; Waru
&gt; &gt;&gt; Jaya, tetangga Desa Waru Induk tempat Gereja Katolik).
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Sekitar pukul 14.30, Gereja mulai mendengar teriakan “Allahu
&gt; &gt;&gt; Akbar”
&gt; &gt;&gt; dan nyanyian-nyanyian berbahasa Arab, dan sesekali seruan
&gt; &gt;&gt; tentang
&gt; &gt;&gt; penolakan Gereja. Tidak lama kemudian, pukul 14.30 massa
&gt; &gt;&gt; datang ke
&gt; &gt;&gt; tanah Gereja, namun tidak bisa melewati pintu gerbang tanah
&gt; &gt;&gt; Gereja
&gt; &gt;&gt; karena dihadang aparat keamanan. Mereka berkekuatan sekitar
&gt; &gt;&gt; 75
&gt; &gt;&gt; orang di bawah komando Haji Illyas (ketua MUI Kecamatan
&gt; &gt;&gt; Parung),
&gt; &gt;&gt; Nasim Jale (Pembina FKRM JF), dan Abdul Malik
&gt; &gt;&gt; (Ketua FKRM JF). Demonstran terdiri dari sekitar 10 orang
&gt; &gt;&gt; dewasa,
&gt; &gt;&gt; selebihnya anak-anak remaja selevel SMP-SMA. Bahkan agar
&gt; &gt;&gt; tidak
&gt; &gt;&gt; tercerai-berai, para demonstran cilik ini dikurung dengan
tali
&gt; &gt;&gt; rafia.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Aksi damai yang mau mereka usung ternyata diingkari. Pendemo
&gt; &gt;&gt; datang
&gt; &gt;&gt; hanya untuk memaksakan kehendak, mengancam akan bertindak
&gt; &gt;&gt; anarkis,
&gt; &gt;&gt; dan siap mati saat itu bila tuntutan mereka tidak terpenuhi.
&gt; &gt;&gt; Tuntutan pertama adalah agar Gereja membongkar tenda (sebagai
&gt; &gt;&gt; catatan, sejak 1977 hingga saat ini, Maret
&gt; &gt;&gt; 2008, Gereja tidak pernah punya gedung gereja.
Misa/ibadah dan
&gt; &gt;&gt; segala
&gt; &gt;&gt; aktivitasnya hanya dinaungi tenda di lapangan terbuka. Sejak
&gt; &gt;&gt; 1992
&gt; &gt;&gt; tenda itu terpasang di Gardent Restoran di Lebak Wangi,
Parung
&gt; &gt;&gt; -
&gt; &gt;&gt; tanah lapang milik keluarga Bpk. Felix Juhari -. Dan sejak
&gt; &gt;&gt; Pekan
&gt; &gt;&gt; Suci,16 Maret 2008, Gereja memberanikan diri untuk misa
dengan
&gt; &gt;&gt; tenda
&gt; &gt;&gt; di tanah lapang bakal Gereja Katolik di Tulang Kuning,
Parung.
&gt; &gt;&gt; Tentu
&gt; &gt;&gt; saja setelah Gereja bersosialisasi dan hidup bersama di
&gt; &gt;&gt; tengah
&gt; &gt;&gt; masyarakat Tulang Kuning dan berkoordinasi dengan Tripika dan
&gt; &gt;&gt; aparat
&gt; &gt;&gt; pemerintah).
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Ketika Gereja tidak mengindahkan tuntutan pendemo untuk
&gt; &gt;&gt; bongkar
&gt; &gt;&gt; tenda, mereka semakin nekat dan semakin keras berorasi
&gt; &gt;&gt; membakar
&gt; &gt;&gt; massa, bahkan akan merangsek masuk lokasi tanah Gereja untuk
&gt; &gt;&gt; membongkar sendiri tenda yang terpasang. Akhirnya untuk
&gt; &gt;&gt; menghindari
&gt; &gt;&gt; kontak fisik, terpaksa Gereja membongkar tenda itu. Saat
&gt; &gt;&gt; Gereja
&gt; &gt;&gt; membongkar terpal tenda, demonstran cilik itu tertawa penuh
&gt; &gt;&gt; kemenangan. Dengan terbongkarnya tenda, otomatis tuntutan
&gt; &gt;&gt; kedua mereka agar tidak misa/beribadah di tanah Tulang
Kuning,
&gt; &gt;&gt; mereka
&gt; &gt;&gt; peroleh.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Sementara pembongkaran tenda berlangsung, salah satu umat
&gt; &gt;&gt; Katolik
&gt; &gt;&gt; meminta dialog dengan pendemo. Lalu perwakilan demonstran
&gt; &gt;&gt; (Illyas,
&gt; &gt;&gt; Jale, Atmawijaya) masuk ke lokasi tanah Gereja, namun bukan
&gt; &gt;&gt; untuk
&gt; &gt;&gt; dialog, malah mereka mengeluarkan tiga lembar kertas surat
&gt; &gt;&gt; pernyataan yang telah mereka siapkan. Pihak Gereja dipaksa
&gt; &gt;&gt; untuk
&gt; &gt;&gt; menandatangai surat yang berisi bahwa Gereja
&gt; &gt;&gt; menyetujui pembongkaran tenda, peniadaan segala bentuk
&gt; &gt;&gt; peribadatan
&gt; &gt;&gt; di tanah Tulang Kuning, dan penghentian segala bentuk upaya
&gt; &gt;&gt; perizinan membangun Gereja. Awalnya Gereja yang di wakili
&gt; &gt;&gt; Bapak FX
&gt; &gt;&gt; Sidi Harsoyo (Ketua Panitia Pembangunan Gereja) dan Bapak FX
&gt; &gt;&gt; Rahyono
&gt; &gt;&gt; (Wakil Dewan Pastoral Paroki) tidak mau menandatangani surat
&gt; &gt;&gt; pernyataan itu. Namun, Illyas pergi hendak menemui dan
&gt; &gt;&gt; membakar
&gt; &gt;&gt; emosi massa. Akhirnya, demi keselamatan umat Katolik
(terutama
&gt; &gt;&gt; ibu-ibu dan anak-anak) yang sudah mulai berdatangan untuk
&gt; &gt;&gt; misa/ibadah Malam Paskah (jam 18.00), kami hendak
&gt; &gt;&gt; menandatanganinya.
&gt; &gt;&gt; Namun ketika Bapak FX Sidi Harsoyo dan Bapak FX Rahyono sudah
&gt; &gt;&gt; memegang pulpen dan siap untuk tanda tangan, salah satu umat
&gt; &gt;&gt; Paroki
&gt; &gt;&gt; berteriak, “Jangan, Pak! Itu berarti kita tidak punya
&gt; &gt;&gt; wibawa”.
&gt; &gt;&gt; Akhirnya Bpk Sidi dan Bpk Rahyono urung menandatangani
&gt; &gt;&gt; surat pernyataan. Setelah tidak terjadi penandatanganan surat
&gt; &gt;&gt; itu,
&gt; &gt;&gt; H. Illyas kembali menemui massa hendak mengajak massa untuk
&gt; &gt;&gt; bertindak anarkis. Untunglah, Drs. H Namar Soemantri (Satpol
&gt; &gt;&gt; PP Kec.
&gt; &gt;&gt; Parung) mampu menyelesaikan persoalan ini dengan mengatakan
&gt; &gt;&gt; bahwa
&gt; &gt;&gt; surat pernyataan itu akan dibawa ke Forum Kerukunan Umat
&gt; &gt;&gt; Beragama
&gt; &gt;&gt; (FKUB) Kabupaten Bogor. Dengan demikian, surat pernyataan itu
&gt; &gt;&gt; tidak
&gt; &gt;&gt; Gereja tandatangani.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Jam 17.30 massa membubarkan diri setelah mereka melihat
&gt; &gt;&gt; sendiri tenda
&gt; &gt;&gt; terbongkar dan kemungkinan untuk misa/beribadah tidak mungkin
&gt; &gt;&gt; terjadi, dan soal penandatanganan surat pernyataan akan
&gt; &gt;&gt; dibahas di
&gt; &gt;&gt; FKUB.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Karena tenda sudah terbongkar dan tidak mungkin lagi
&gt; &gt;&gt; misa/beribadah
&gt; &gt;&gt; Malam Paskah di Tulang Kuning, maka Pastor Alfonsus Sutarno,
&gt; &gt;&gt; PR
&gt; &gt;&gt; (pastor Paroki) menganjurkan umat untuk Misa di Gereja
&gt; &gt;&gt; Katolik
&gt; &gt;&gt; (Paroki) terdekat. Mereka ada yang pergi ke gereja Katolik di
&gt; &gt;&gt; Cinere, Depok, Bogor, dan Cibinong. Namun
&gt; &gt;&gt; ada banyak orang tua dan anak-anak yang tidak bisa Misa Malam
&gt; &gt;&gt; Paskah
&gt; &gt;&gt; dan merayakan pesta kemenangan Yesus Kristus atas maut.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Sementara itu, orang-orang yang masih *standbye* di tanah
&gt; &gt;&gt; Tulang
&gt; &gt;&gt; Kuning, diajak oleh Pastor Alfonsus Sutarno, PR untuk Misa
&gt; &gt;&gt; Malam
&gt; &gt;&gt; Paskah sederhana di salah satu ruangan yang ada di Tulang
&gt; &gt;&gt; Kuning.
&gt; &gt;&gt; Dengan tangisan keprihatinan, umat Katolik itu, merayakan
&gt; &gt;&gt; pesta
&gt; &gt;&gt; kemenangan Yesus atas maut.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; (disusun oleh DPP Gereja St. Joannes Baptista, Parung)
&gt; &gt;&gt; ============ =======
&gt; &gt;&gt; Dear all,
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; setelah saya menanyakan kesana kemari akhirnya tadi siang
&gt; &gt;&gt; saya
&gt; &gt;&gt; memperoleh nomor telpon dan email dari Romo Alfonsus Sutarno,
&gt; &gt;&gt; Pr,
&gt; &gt;&gt; pastor paroki Santo Johannes Baptis di Parung, Kabupaten
&gt; &gt;&gt; Bogor .Dengan ramah beliau mengirimkan
&gt; &gt;&gt; kronologi kejadian pada hari Sabtu tanggal 22 Maret 2008
&gt; &gt;&gt; dimana
&gt; &gt;&gt; sekelompok orang telah menuntut agar gereja Katolik
&gt; &gt;&gt; membatalkan
&gt; &gt;&gt; ibadah perayaan Paskah pada hari Sabtu malam dan hari Minggu
&gt; &gt;&gt; tanggal
&gt; &gt;&gt; 23 Maret 2008 .
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Perayaan Paskah merupakan sebuah perayaan besar umat Nasrani
&gt; &gt;&gt; memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari alam
&gt; &gt;&gt; maut .Seperti
&gt; &gt;&gt; diketahui bahwa pada hari Jumat tanggal 21 Maret adalah hari
&gt; &gt;&gt; Jumat
&gt; &gt;&gt; Agung yang merupakan peringatan wafatnya Yesus diatas kayu
&gt; &gt;&gt; salib dan
&gt; &gt;&gt; pada hari ketiga atau hari Minggu tanggal 23 Maret umat
&gt; &gt;&gt; Kristiani
&gt; &gt;&gt; merayakan hari kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut .
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Jadi perayaan Paskah merupakan perayaan besar bagi umat
&gt; &gt;&gt; Kristiani
&gt; &gt;&gt; seperti perayaan Natal untuk memperingati hari kelahiran
&gt; &gt;&gt; Yesus .Jadi
&gt; &gt;&gt; Anda semua dapat membayangkan bahwa apabila umat Kristen
dalam
&gt; &gt;&gt; hal
&gt; &gt;&gt; ini umat Katolik warga gereja di Parung dilarang dengan paksa
&gt; &gt;&gt; agar
&gt; &gt;&gt; tidak menjalankan ibadah hari raya Paskah maka tindakan itu
&gt; &gt;&gt; merupakan sebuah pelanggaran HAM berat .
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Silahkan baca laporan kronologis kejadian yang amat sangat
&gt; &gt;&gt; memalukan
&gt; &gt;&gt; bangsa ini .Alamat gereja ada dalam laporan tersebut dan
&gt; &gt;&gt; apabila
&gt; &gt;&gt; Anda membutuhkan nomor HP Romo Alfonsus Sutarno, Pr silahkan
&gt; &gt;&gt; menghubungi saya melalui SMS .Juga disajikan sedikit sejarah
&gt; &gt;&gt; berdirinya gereja Katolik di Parung . Silahkan
&gt; &gt;&gt; menyimaknya .
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Terima kasih untuk perhatian dan bantuan Anda sekalian
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Salam hormat,
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Theophilus Bela
&gt; &gt;&gt; Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ)
&gt; &gt;&gt; Sekjen Indonesian Committee on Religions for Peace (IComRP)
&gt; &gt;&gt; Duta Besar Perdamain (Ambassador for Peace)
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; —– O
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Kepada yth.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Bapak Theophilus Bela
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; di Tempat
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Salam Damai Kristus,
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Pertama-tama kami juga meng ucapkan Selamat Pesta Paska.
&gt; &gt;&gt; Terimakasih
&gt; &gt;&gt; atas perkenalan Bapak dan sebagaimana bapak mohonkan pada
&gt; &gt;&gt; kami,
&gt; &gt;&gt; berikut ini kami kirimkan kronologi peristiwa “aksi damai”
&gt; &gt;&gt; FKRM JF.
&gt; &gt;&gt; semoga berguna dan bisa menjadi jalan bagi kami. Terimakasih
&gt; &gt;&gt; Salam
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Pst. Alfonsus Sutarno PR
&gt; &gt;&gt; ============ ========= ========= =
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Paskah di Gereja Yohanes Baptista Bubar
&gt; &gt;&gt; 24 Maret 2008 16:22 TEMPO Interaktif, Jakarta:
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Ketua Lingkungan Paroki Yohanes Baptista Emil Kleden
&gt; &gt;&gt; menyatakan,
&gt; &gt;&gt; Perayaan Paskan di Gereja Katholik Paroki Yohanes Baptista,
&gt; &gt;&gt; Parung,
&gt; &gt;&gt; Kabupaten Bogor dibubarkan oleh sekelompok orang yang mengaku
&gt; &gt;&gt; dari
&gt; &gt;&gt; organisasi ulama, Sabtu (22/3) pukul 12.30 WIB.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; “Padahal kami sudah mendapatkan ijin (lisan) dari kecamatan,”
&gt; &gt;&gt; kata
&gt; &gt;&gt; Emil kepada Tempo Sabtu sore. Jemaat yang berjumlah sekitar
&gt; &gt;&gt; 200-an
&gt; &gt;&gt; orang sempat berhadapan dengan massa, namun pemimpin gereja
&gt; &gt;&gt; mengingatkan agar menghindari kekerasan. Jemaat kemudian
&gt; &gt;&gt; mengalah,
&gt; &gt;&gt; membubarkan ibadah dan membongkar tenda.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Menurut Emil, ibadah itu baru pertama kali diadakan karena
&gt; &gt;&gt; sebelumnya menggunakan tempat pribadi di Lebak Wangi selama 9
&gt; &gt;&gt; tahun.
&gt; &gt;&gt; Kemudian gereja mendapatkan tempat yang baru, tetapi ijin
&gt; &gt;&gt; mendirikan
&gt; &gt;&gt; bangunan belum keluar, padahal sudah diurus sejak 6 tahun
yang
&gt; &gt;&gt; lalu.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Karena belum ada bangunan, gereja mendirikan tenda-tenda
&gt; &gt;&gt; untuk
&gt; &gt;&gt; digunakan sebagai tempat ibadah. Karena belum ada ijin,
gereja
&gt; &gt;&gt; baru
&gt; &gt;&gt; mendirikan kapel diatas tanah 6000 meter itu.
&gt; &gt;&gt;
&gt; &gt;&gt; Ibadah perayaan Paskah ini sudah berlangsung sejak hari
minggu
&gt; &gt;&gt; yang
&gt; &gt;&gt; lalu, dan sudah mendapatkan ijin secara lisan dari kecamatan.
&gt; &gt;&gt; Selama
&gt; &gt;&gt; ibadah juga diberikan pengamanan dari polisian dan TNI. Emil
&gt; &gt;&gt; mengakui, selama ini penduduk sekitar belum seluruhnya
&gt; &gt;&gt; memberikan
&gt; &gt;&gt; ijin, tetapi tidak ada yang protes.


GIMANA UMAT MUSLIM MEMPERTANGGUNG JAWABKAN TINDAKAN INI? MASIH MAU MEMBELA DIRI?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini komen saya , :<br />
1. ada beberapa fakta yang harus dijelaskan tentang qur&#8217;an, diantaranya :<br />
 ayat2 Qur’an yang memerlukan penjelasan yang jelas: “Bunuh kafir di mana pun kau menemukanya.” (2:191) “Perangi mereka, sampai tidak ada fitnah lagi dan ketaatan adalah semata-mata bagi Allâh saja.” (2:193) “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.” (8:55) “Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.” (8:12) “Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.” (9:28 ) </p>
<p>Bagaimana para Muslim menerangkan ayat2 ini?<br />
Saat ini yang paling mengerikan bagi non muslim (kafir) adalah tujuan islam untuk menguasai dunia, karena islam bukan hanya segedar agama seperti agama-agama lain yang ada di dunia. Islam adalah gerakan politik. Islam akan diperjuangkan menjadi hukum dasar untuk setiap negara di dunia ini, yang tidak mau maka dia kafir dan kafir tidak lebih dari budak (setidaknya itulah pengakuan Abu Bakar Ba’asyir yang dilakukan pembiaran oleh pemerintah untuk setiap ucapannya) Kalau pun semua orang telah memeluk Islam, perang akan terus berlangsung, karena Muslim akan terus bertempur satu sama lain untuk menentukan mana yang benar2 Islam “sejati.” </p>
<p>Komunisme itu jahat, tapi orang2 komunis cinta kehidupan dan karenaya yang terjadi adalah Perang Dingin dan itu dapat berakhir tanpa terjadi perang nuklir. </p>
<p>Muslim cinta kematian. Hal ini merubah semua hal. Kau mungkin mengira orang yang cinta kematian tentunya orang tidak waras, tapi bagi islam kematian merupakan bagian iman di alam baka.</p>
<p>Pelajari Al-Qur’an dengan benar dan kamu akan mengakui bahwa kekerasan itu memang dibenarkan dalam islam</p>
<p>2. ini juga ada adegan kekerasan yang dilakukan orang islam, karena orang lain mau beribadah, dan ga ada urusan dengan penindasan seperti disampaikan oleh rekan kita, bahwa tindakan yang dilakukan umat muslim adalah reaksi. ini dia peristiwanya </p>
<p>Kronologi “Aksi” di Gereja Katolik, Parung, sabtu 22 Maret<br />
Posted by: “mahmud darzad” mahmuddarzad<br />
Thu Apr 3, 2008 1:49 am (PDT)<br />
ak ambil dari milis sebelah:<br />
mungkin bermanfaat.. .karena tidak ada media yang menginformasikan<br />
In mediacare@yahoogrou ps.com, Widi wrote:<br />
&gt;<br />
&gt; nggak ada beritanya di media ya?<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Kronologi “Aksi” di Gereja Katolik, Parung, sabtu 22 Maret<br />
&gt; &gt;&gt; 2008<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Kronologi “Aksi” di Gereja Katolik, Parung, sabtu 22 Maret<br />
&gt; &gt;&gt; 2008<br />
&gt; &gt;&gt; (pembatalan Misa Paskah). Kronologi ini disusun oleh DPP<br />
&gt; &gt;&gt; Gereja St.<br />
&gt; &gt;&gt; Joannes Baptista, Parung.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; 1. KRONOLOGI<br />
&gt; &gt;&gt; 2. “AKSI DAMAI” FKRM JF<br />
&gt; &gt;&gt; 3. 22 Maret 2008<br />
&gt; &gt;&gt; 4. Paskah di Gereja Yohanes Baptista Bubar. TempoInteraktif<br />
&gt; &gt;&gt; ———— ——— —–<br />
&gt; &gt;&gt; *A. Informasi Awal*<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Sejak 1977 hingga kini 2008, Gereja Katolik, Parung tidak<br />
&gt; &gt;&gt; pernah memiliki gedung gereja.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Sejak 1992 &#8211; awal Maret 2008, dengan menggunakan tenda,<br />
&gt; &gt;&gt; misa dan aktivitas rohani diadakan di lapangan terbuka milik<br />
&gt; &gt;&gt; Bpk.<br />
&gt; &gt;&gt; Felix Juhari di Lebak Wangi, Parung.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Tahun 1990-1993 Gereja berupaya untuk mempunyai tanah di<br />
&gt; &gt;&gt; Tulang Kuning. Akhirnya Gereja memiliki tanah sebagai bakal<br />
&gt; &gt;&gt; lokasi<br />
&gt; &gt;&gt; Gereja sekitar 7.500 M2.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Tahun 2001 Gereja hendak mendirikan Gedung Serba Guna (ada<br />
&gt; &gt;&gt; IMB), namun digagalkan oleh aksi massa Ikatan Remaja Masjid<br />
&gt; &gt;&gt; (Irmas),<br />
&gt; &gt;&gt; Parung.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Februari 2005, Gereja berniat Paskahan di Tulang Kuning.<br />
&gt; &gt;&gt; Paskahan tersebut digagalkan oleh aksi sekelompok orang yang<br />
&gt; &gt;&gt; tidak<br />
&gt; &gt;&gt; jelas identitasnya. Mereka adalah lawan politik dari Kepala<br />
&gt; &gt;&gt; Desa<br />
&gt; &gt;&gt; Waru (Tulang Kuning ada di desa Waru) yang memenangkan<br />
&gt; &gt;&gt; Pilkades.<br />
&gt; &gt;&gt; Menurut mereka kemenangan Kades (Bpk Toing Ariyanto) karena<br />
&gt; &gt;&gt; didukung<br />
&gt; &gt;&gt; dananya (80 juta) oleh Gereja.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Gereja terus bersosialisasi dan berhubungan dengan warga<br />
&gt; &gt;&gt; masyarakat dan aparat pemerintah sekitar Tulang Kuning.<br />
&gt; &gt;&gt; Aktivitas<br />
&gt; &gt;&gt; sosial non keagamaan (posyandu, bakti sosial, olah raga)<br />
&gt; &gt;&gt; terus<br />
&gt; &gt;&gt; digalakkan.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; 1 Februari 2007, Gereja mengajukan permohonan IMB kepada<br />
&gt; &gt;&gt; Bupati Bogor. Hingga kini belum ada jawaban!<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Agustus 2007, Misa Agustusan berlangsung di Tulang Kuning<br />
&gt; &gt;&gt; dan lancar.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Sejak Agustus 2007, Misa sore sudah bisa berlangsung aman<br />
&gt; &gt;&gt; di Tulang Kuning.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; 24 September 2007, ada Misa HUT Paroki di Tulang kuning.<br />
&gt; &gt;&gt; Aman dan kondusif. Umat yang hadir sekitar 1.000 orang.<br />
&gt; &gt;&gt; Parkir<br />
&gt; &gt;&gt; dikelola oleh warga muslim setempat dan keuangan parkir<br />
&gt; &gt;&gt; diperuntukkan bagi mereka. Setelah acara<br />
&gt; &gt;&gt; Agustusan berlangsung aman, aparat keamanan (Danramil<br />
&gt; &gt;&gt; 2111/Parung,<br />
&gt; &gt;&gt; Bpk Wibowo) dan aparat pemerintah (Camat Kec. Parung, Bpk<br />
&gt; &gt;&gt; Roni<br />
&gt; &gt;&gt; Sukmana, Msi) menganjurkan agar acara-acara besar seperti<br />
Misa<br />
&gt; &gt;&gt; umat<br />
&gt; &gt;&gt; bisa diadakan lagi<br />
&gt; &gt;&gt; agar masyarakat terbiasa dan mengakui keberadaan jemaat<br />
&gt; &gt;&gt; Katolik.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Misa Tahun Baru 2008, berlangsung aman(hadir juga oleh<br />
&gt; &gt;&gt; Danramil, Kapolsek).<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Selama pekan suci, 16 &#8211; 23 Maret 2008, Gereja berniat lagi<br />
&gt; &gt;&gt; Paskahan di Tulang Kuning setelah berkoordinasi dengan aparat<br />
&gt; &gt;&gt; keamanan dan aparat pemerintah serta melibatkan umat non<br />
&gt; &gt;&gt; Katolik<br />
&gt; &gt;&gt; sekitar Tulang Kuning (menangani keamanan dan perparkiran) .<br />
&gt; &gt;&gt; Upacara<br />
&gt; &gt;&gt; Minggu Palma (16 Maret), Kamis Putih (20 Maret), dan Jumat<br />
&gt; &gt;&gt; Agung (21<br />
&gt; &gt;&gt; Maret) semua berjalan lancar, aman. Namun untuk Upacara Malam<br />
&gt; &gt;&gt; Paskah<br />
&gt; &gt;&gt; dan Hari Raya (Minggu) Paskah digagalkan oleh aksi demo Forum<br />
&gt; &gt;&gt; Komunikasi Remaja Muslim “Jamiul Fataa”, Desa Waru Induk,<br />
&gt; &gt;&gt; Kec.<br />
&gt; &gt;&gt; Parung.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Malam Paskah (22 Maret) umat Paroki “kocar-kacir” mencari<br />
&gt; &gt;&gt; gereja Katolik terdekat agar bisa Misa Malam Paskah sesuai<br />
&gt; &gt;&gt; anjuran<br />
&gt; &gt;&gt; Pastor Alfonsus Sutarno, PR. Di Tulang kuning sendiri tetap<br />
&gt; &gt;&gt; diadakan<br />
&gt; &gt;&gt; Misa Malam Paskah dalam ruangan yang ada. Dengan derai air<br />
&gt; &gt;&gt; mata, 100<br />
&gt; &gt;&gt; umat ikut Misa Malam Paskah dipimpin Pastor Alfonsus Sutarno,<br />
&gt; &gt;&gt; PR.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Minggu (Hari raya) Paskah, 23 Maret 2008 Misa Paskah<br />
&gt; &gt;&gt; diadakan di Kapel Susteran OSF (Marsudirini) , Telaga<br />
&gt; &gt;&gt; Kahuripan,<br />
&gt; &gt;&gt; Parung kurang lebih 10 km dari Tulang Kuning.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; &#8211; Kemana kami misa selanjutnya? ……. Hanya Tuhan yang<br />
&gt; &gt;&gt; tahu.<br />
&gt; &gt;&gt; ============ =========<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; *B. “Aksi Damai” FKRM JF*<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Sekitar jam 09.00 Gereja menerima fotokopi surat yang<br />
&gt; &gt;&gt; ditujukan<br />
&gt; &gt;&gt; kepada Kapolsek Parung dari Forum Komunikasi Remaja Muslim<br />
&gt; &gt;&gt; “Jamiul<br />
&gt; &gt;&gt; Fataa” (FKRM JF), nomor 11/FKRM JF/III/2008. Surat itu Gereja<br />
&gt; &gt;&gt; terima<br />
&gt; &gt;&gt; dari polsek Parung. Surat itu berisi pemberitahuan kepada<br />
&gt; &gt;&gt; Kapolsek<br />
&gt; &gt;&gt; Parung bahwa FKRM JF akan mengadakan acara aksi damai dan<br />
&gt; &gt;&gt; orasi pada<br />
&gt; &gt;&gt; Sabtu, 22 Maret 2008 pukul 12.30-18.00 di lokasi tanah Gereja<br />
&gt; &gt;&gt; Katolik (Tulang Kuning). Aksi damai ini akan mengerahkan<br />
&gt; &gt;&gt; sekitar<br />
&gt; &gt;&gt; seribu (1.000) massa dan bertujuan untuk menolak<br />
&gt; &gt;&gt; segala bentuk kegiatan dan pembangunan Gereja Katolik.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Sejak Gereja menerima berita di atas, Gereja langsung<br />
&gt; &gt;&gt; berkoordinasi<br />
&gt; &gt;&gt; dengan umat untuk mengantisipasi aksi massa tersebut<br />
&gt; &gt;&gt; (sekaligus<br />
&gt; &gt;&gt; mempersiapkan pelaksanaan upacara Malam Paskah). Umat Katolik<br />
&gt; &gt;&gt; yang<br />
&gt; &gt;&gt; berkumpul saat itu sekitar 75 orang laki-laki.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Mengingat masih ada waktu menuju jam 12.30, Gereja terus<br />
&gt; &gt;&gt; mengupayakan agar ada dialog antara Gereja dan pendemo. Yang<br />
&gt; &gt;&gt; mengupayakan adanya dialog adalah Badan Pembina Masyarakat<br />
&gt; &gt;&gt; (Babinmas) dan Badan Pembina Desa (Babinsa). Namun<br />
&gt; &gt;&gt; upaya dialog ini menemukan jalan buntu karena penanda-tangan<br />
&gt; &gt;&gt; surat<br />
&gt; &gt;&gt; permohonan aksi damai (Abdul Malik, Selamet Darmanto, dan<br />
Drs.<br />
&gt; &gt;&gt; Nasim<br />
&gt; &gt;&gt; Jale) sedang sibuk dan tidak mau dihubungi.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Sekitar jam 12-an, salah satu umat Katolik meninjau lokasi<br />
&gt; &gt;&gt; Mesjid<br />
&gt; &gt;&gt; tempat massa berkumpul. Jumlah massa yang ada saat itu<br />
sekitar<br />
&gt; &gt;&gt; 200<br />
&gt; &gt;&gt; orang. Umat kami sempat bertanya pada warga masyarakat di<br />
&gt; &gt;&gt; sekitar<br />
&gt; &gt;&gt; mesjid itu, dan warga menyatakan bahwa mereka tidak mengenal<br />
&gt; &gt;&gt; para<br />
&gt; &gt;&gt; pendemo itu (hal ini terjadi karena pendemo berasal dari Desa<br />
&gt; &gt;&gt; Waru<br />
&gt; &gt;&gt; Jaya, tetangga Desa Waru Induk tempat Gereja Katolik).<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Sekitar pukul 14.30, Gereja mulai mendengar teriakan “Allahu<br />
&gt; &gt;&gt; Akbar”<br />
&gt; &gt;&gt; dan nyanyian-nyanyian berbahasa Arab, dan sesekali seruan<br />
&gt; &gt;&gt; tentang<br />
&gt; &gt;&gt; penolakan Gereja. Tidak lama kemudian, pukul 14.30 massa<br />
&gt; &gt;&gt; datang ke<br />
&gt; &gt;&gt; tanah Gereja, namun tidak bisa melewati pintu gerbang tanah<br />
&gt; &gt;&gt; Gereja<br />
&gt; &gt;&gt; karena dihadang aparat keamanan. Mereka berkekuatan sekitar<br />
&gt; &gt;&gt; 75<br />
&gt; &gt;&gt; orang di bawah komando Haji Illyas (ketua MUI Kecamatan<br />
&gt; &gt;&gt; Parung),<br />
&gt; &gt;&gt; Nasim Jale (Pembina FKRM JF), dan Abdul Malik<br />
&gt; &gt;&gt; (Ketua FKRM JF). Demonstran terdiri dari sekitar 10 orang<br />
&gt; &gt;&gt; dewasa,<br />
&gt; &gt;&gt; selebihnya anak-anak remaja selevel SMP-SMA. Bahkan agar<br />
&gt; &gt;&gt; tidak<br />
&gt; &gt;&gt; tercerai-berai, para demonstran cilik ini dikurung dengan<br />
tali<br />
&gt; &gt;&gt; rafia.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Aksi damai yang mau mereka usung ternyata diingkari. Pendemo<br />
&gt; &gt;&gt; datang<br />
&gt; &gt;&gt; hanya untuk memaksakan kehendak, mengancam akan bertindak<br />
&gt; &gt;&gt; anarkis,<br />
&gt; &gt;&gt; dan siap mati saat itu bila tuntutan mereka tidak terpenuhi.<br />
&gt; &gt;&gt; Tuntutan pertama adalah agar Gereja membongkar tenda (sebagai<br />
&gt; &gt;&gt; catatan, sejak 1977 hingga saat ini, Maret<br />
&gt; &gt;&gt; 2008, Gereja tidak pernah punya gedung gereja.<br />
Misa/ibadah dan<br />
&gt; &gt;&gt; segala<br />
&gt; &gt;&gt; aktivitasnya hanya dinaungi tenda di lapangan terbuka. Sejak<br />
&gt; &gt;&gt; 1992<br />
&gt; &gt;&gt; tenda itu terpasang di Gardent Restoran di Lebak Wangi,<br />
Parung<br />
&gt; &gt;&gt; -<br />
&gt; &gt;&gt; tanah lapang milik keluarga Bpk. Felix Juhari -. Dan sejak<br />
&gt; &gt;&gt; Pekan<br />
&gt; &gt;&gt; Suci,16 Maret 2008, Gereja memberanikan diri untuk misa<br />
dengan<br />
&gt; &gt;&gt; tenda<br />
&gt; &gt;&gt; di tanah lapang bakal Gereja Katolik di Tulang Kuning,<br />
Parung.<br />
&gt; &gt;&gt; Tentu<br />
&gt; &gt;&gt; saja setelah Gereja bersosialisasi dan hidup bersama di<br />
&gt; &gt;&gt; tengah<br />
&gt; &gt;&gt; masyarakat Tulang Kuning dan berkoordinasi dengan Tripika dan<br />
&gt; &gt;&gt; aparat<br />
&gt; &gt;&gt; pemerintah).<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Ketika Gereja tidak mengindahkan tuntutan pendemo untuk<br />
&gt; &gt;&gt; bongkar<br />
&gt; &gt;&gt; tenda, mereka semakin nekat dan semakin keras berorasi<br />
&gt; &gt;&gt; membakar<br />
&gt; &gt;&gt; massa, bahkan akan merangsek masuk lokasi tanah Gereja untuk<br />
&gt; &gt;&gt; membongkar sendiri tenda yang terpasang. Akhirnya untuk<br />
&gt; &gt;&gt; menghindari<br />
&gt; &gt;&gt; kontak fisik, terpaksa Gereja membongkar tenda itu. Saat<br />
&gt; &gt;&gt; Gereja<br />
&gt; &gt;&gt; membongkar terpal tenda, demonstran cilik itu tertawa penuh<br />
&gt; &gt;&gt; kemenangan. Dengan terbongkarnya tenda, otomatis tuntutan<br />
&gt; &gt;&gt; kedua mereka agar tidak misa/beribadah di tanah Tulang<br />
Kuning,<br />
&gt; &gt;&gt; mereka<br />
&gt; &gt;&gt; peroleh.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Sementara pembongkaran tenda berlangsung, salah satu umat<br />
&gt; &gt;&gt; Katolik<br />
&gt; &gt;&gt; meminta dialog dengan pendemo. Lalu perwakilan demonstran<br />
&gt; &gt;&gt; (Illyas,<br />
&gt; &gt;&gt; Jale, Atmawijaya) masuk ke lokasi tanah Gereja, namun bukan<br />
&gt; &gt;&gt; untuk<br />
&gt; &gt;&gt; dialog, malah mereka mengeluarkan tiga lembar kertas surat<br />
&gt; &gt;&gt; pernyataan yang telah mereka siapkan. Pihak Gereja dipaksa<br />
&gt; &gt;&gt; untuk<br />
&gt; &gt;&gt; menandatangai surat yang berisi bahwa Gereja<br />
&gt; &gt;&gt; menyetujui pembongkaran tenda, peniadaan segala bentuk<br />
&gt; &gt;&gt; peribadatan<br />
&gt; &gt;&gt; di tanah Tulang Kuning, dan penghentian segala bentuk upaya<br />
&gt; &gt;&gt; perizinan membangun Gereja. Awalnya Gereja yang di wakili<br />
&gt; &gt;&gt; Bapak FX<br />
&gt; &gt;&gt; Sidi Harsoyo (Ketua Panitia Pembangunan Gereja) dan Bapak FX<br />
&gt; &gt;&gt; Rahyono<br />
&gt; &gt;&gt; (Wakil Dewan Pastoral Paroki) tidak mau menandatangani surat<br />
&gt; &gt;&gt; pernyataan itu. Namun, Illyas pergi hendak menemui dan<br />
&gt; &gt;&gt; membakar<br />
&gt; &gt;&gt; emosi massa. Akhirnya, demi keselamatan umat Katolik<br />
(terutama<br />
&gt; &gt;&gt; ibu-ibu dan anak-anak) yang sudah mulai berdatangan untuk<br />
&gt; &gt;&gt; misa/ibadah Malam Paskah (jam 18.00), kami hendak<br />
&gt; &gt;&gt; menandatanganinya.<br />
&gt; &gt;&gt; Namun ketika Bapak FX Sidi Harsoyo dan Bapak FX Rahyono sudah<br />
&gt; &gt;&gt; memegang pulpen dan siap untuk tanda tangan, salah satu umat<br />
&gt; &gt;&gt; Paroki<br />
&gt; &gt;&gt; berteriak, “Jangan, Pak! Itu berarti kita tidak punya<br />
&gt; &gt;&gt; wibawa”.<br />
&gt; &gt;&gt; Akhirnya Bpk Sidi dan Bpk Rahyono urung menandatangani<br />
&gt; &gt;&gt; surat pernyataan. Setelah tidak terjadi penandatanganan surat<br />
&gt; &gt;&gt; itu,<br />
&gt; &gt;&gt; H. Illyas kembali menemui massa hendak mengajak massa untuk<br />
&gt; &gt;&gt; bertindak anarkis. Untunglah, Drs. H Namar Soemantri (Satpol<br />
&gt; &gt;&gt; PP Kec.<br />
&gt; &gt;&gt; Parung) mampu menyelesaikan persoalan ini dengan mengatakan<br />
&gt; &gt;&gt; bahwa<br />
&gt; &gt;&gt; surat pernyataan itu akan dibawa ke Forum Kerukunan Umat<br />
&gt; &gt;&gt; Beragama<br />
&gt; &gt;&gt; (FKUB) Kabupaten Bogor. Dengan demikian, surat pernyataan itu<br />
&gt; &gt;&gt; tidak<br />
&gt; &gt;&gt; Gereja tandatangani.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Jam 17.30 massa membubarkan diri setelah mereka melihat<br />
&gt; &gt;&gt; sendiri tenda<br />
&gt; &gt;&gt; terbongkar dan kemungkinan untuk misa/beribadah tidak mungkin<br />
&gt; &gt;&gt; terjadi, dan soal penandatanganan surat pernyataan akan<br />
&gt; &gt;&gt; dibahas di<br />
&gt; &gt;&gt; FKUB.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Karena tenda sudah terbongkar dan tidak mungkin lagi<br />
&gt; &gt;&gt; misa/beribadah<br />
&gt; &gt;&gt; Malam Paskah di Tulang Kuning, maka Pastor Alfonsus Sutarno,<br />
&gt; &gt;&gt; PR<br />
&gt; &gt;&gt; (pastor Paroki) menganjurkan umat untuk Misa di Gereja<br />
&gt; &gt;&gt; Katolik<br />
&gt; &gt;&gt; (Paroki) terdekat. Mereka ada yang pergi ke gereja Katolik di<br />
&gt; &gt;&gt; Cinere, Depok, Bogor, dan Cibinong. Namun<br />
&gt; &gt;&gt; ada banyak orang tua dan anak-anak yang tidak bisa Misa Malam<br />
&gt; &gt;&gt; Paskah<br />
&gt; &gt;&gt; dan merayakan pesta kemenangan Yesus Kristus atas maut.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Sementara itu, orang-orang yang masih *standbye* di tanah<br />
&gt; &gt;&gt; Tulang<br />
&gt; &gt;&gt; Kuning, diajak oleh Pastor Alfonsus Sutarno, PR untuk Misa<br />
&gt; &gt;&gt; Malam<br />
&gt; &gt;&gt; Paskah sederhana di salah satu ruangan yang ada di Tulang<br />
&gt; &gt;&gt; Kuning.<br />
&gt; &gt;&gt; Dengan tangisan keprihatinan, umat Katolik itu, merayakan<br />
&gt; &gt;&gt; pesta<br />
&gt; &gt;&gt; kemenangan Yesus atas maut.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; (disusun oleh DPP Gereja St. Joannes Baptista, Parung)<br />
&gt; &gt;&gt; ============ =======<br />
&gt; &gt;&gt; Dear all,<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; setelah saya menanyakan kesana kemari akhirnya tadi siang<br />
&gt; &gt;&gt; saya<br />
&gt; &gt;&gt; memperoleh nomor telpon dan email dari Romo Alfonsus Sutarno,<br />
&gt; &gt;&gt; Pr,<br />
&gt; &gt;&gt; pastor paroki Santo Johannes Baptis di Parung, Kabupaten<br />
&gt; &gt;&gt; Bogor .Dengan ramah beliau mengirimkan<br />
&gt; &gt;&gt; kronologi kejadian pada hari Sabtu tanggal 22 Maret 2008<br />
&gt; &gt;&gt; dimana<br />
&gt; &gt;&gt; sekelompok orang telah menuntut agar gereja Katolik<br />
&gt; &gt;&gt; membatalkan<br />
&gt; &gt;&gt; ibadah perayaan Paskah pada hari Sabtu malam dan hari Minggu<br />
&gt; &gt;&gt; tanggal<br />
&gt; &gt;&gt; 23 Maret 2008 .<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Perayaan Paskah merupakan sebuah perayaan besar umat Nasrani<br />
&gt; &gt;&gt; memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari alam<br />
&gt; &gt;&gt; maut .Seperti<br />
&gt; &gt;&gt; diketahui bahwa pada hari Jumat tanggal 21 Maret adalah hari<br />
&gt; &gt;&gt; Jumat<br />
&gt; &gt;&gt; Agung yang merupakan peringatan wafatnya Yesus diatas kayu<br />
&gt; &gt;&gt; salib dan<br />
&gt; &gt;&gt; pada hari ketiga atau hari Minggu tanggal 23 Maret umat<br />
&gt; &gt;&gt; Kristiani<br />
&gt; &gt;&gt; merayakan hari kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut .<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Jadi perayaan Paskah merupakan perayaan besar bagi umat<br />
&gt; &gt;&gt; Kristiani<br />
&gt; &gt;&gt; seperti perayaan Natal untuk memperingati hari kelahiran<br />
&gt; &gt;&gt; Yesus .Jadi<br />
&gt; &gt;&gt; Anda semua dapat membayangkan bahwa apabila umat Kristen<br />
dalam<br />
&gt; &gt;&gt; hal<br />
&gt; &gt;&gt; ini umat Katolik warga gereja di Parung dilarang dengan paksa<br />
&gt; &gt;&gt; agar<br />
&gt; &gt;&gt; tidak menjalankan ibadah hari raya Paskah maka tindakan itu<br />
&gt; &gt;&gt; merupakan sebuah pelanggaran HAM berat .<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Silahkan baca laporan kronologis kejadian yang amat sangat<br />
&gt; &gt;&gt; memalukan<br />
&gt; &gt;&gt; bangsa ini .Alamat gereja ada dalam laporan tersebut dan<br />
&gt; &gt;&gt; apabila<br />
&gt; &gt;&gt; Anda membutuhkan nomor HP Romo Alfonsus Sutarno, Pr silahkan<br />
&gt; &gt;&gt; menghubungi saya melalui SMS .Juga disajikan sedikit sejarah<br />
&gt; &gt;&gt; berdirinya gereja Katolik di Parung . Silahkan<br />
&gt; &gt;&gt; menyimaknya .<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Terima kasih untuk perhatian dan bantuan Anda sekalian<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Salam hormat,<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Theophilus Bela<br />
&gt; &gt;&gt; Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ)<br />
&gt; &gt;&gt; Sekjen Indonesian Committee on Religions for Peace (IComRP)<br />
&gt; &gt;&gt; Duta Besar Perdamain (Ambassador for Peace)<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; —– O<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Kepada yth.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Bapak Theophilus Bela<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; di Tempat<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Salam Damai Kristus,<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Pertama-tama kami juga meng ucapkan Selamat Pesta Paska.<br />
&gt; &gt;&gt; Terimakasih<br />
&gt; &gt;&gt; atas perkenalan Bapak dan sebagaimana bapak mohonkan pada<br />
&gt; &gt;&gt; kami,<br />
&gt; &gt;&gt; berikut ini kami kirimkan kronologi peristiwa “aksi damai”<br />
&gt; &gt;&gt; FKRM JF.<br />
&gt; &gt;&gt; semoga berguna dan bisa menjadi jalan bagi kami. Terimakasih<br />
&gt; &gt;&gt; Salam<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Pst. Alfonsus Sutarno PR<br />
&gt; &gt;&gt; ============ ========= ========= =<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Paskah di Gereja Yohanes Baptista Bubar<br />
&gt; &gt;&gt; 24 Maret 2008 16:22 TEMPO Interaktif, Jakarta:<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Ketua Lingkungan Paroki Yohanes Baptista Emil Kleden<br />
&gt; &gt;&gt; menyatakan,<br />
&gt; &gt;&gt; Perayaan Paskan di Gereja Katholik Paroki Yohanes Baptista,<br />
&gt; &gt;&gt; Parung,<br />
&gt; &gt;&gt; Kabupaten Bogor dibubarkan oleh sekelompok orang yang mengaku<br />
&gt; &gt;&gt; dari<br />
&gt; &gt;&gt; organisasi ulama, Sabtu (22/3) pukul 12.30 WIB.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; “Padahal kami sudah mendapatkan ijin (lisan) dari kecamatan,”<br />
&gt; &gt;&gt; kata<br />
&gt; &gt;&gt; Emil kepada Tempo Sabtu sore. Jemaat yang berjumlah sekitar<br />
&gt; &gt;&gt; 200-an<br />
&gt; &gt;&gt; orang sempat berhadapan dengan massa, namun pemimpin gereja<br />
&gt; &gt;&gt; mengingatkan agar menghindari kekerasan. Jemaat kemudian<br />
&gt; &gt;&gt; mengalah,<br />
&gt; &gt;&gt; membubarkan ibadah dan membongkar tenda.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Menurut Emil, ibadah itu baru pertama kali diadakan karena<br />
&gt; &gt;&gt; sebelumnya menggunakan tempat pribadi di Lebak Wangi selama 9<br />
&gt; &gt;&gt; tahun.<br />
&gt; &gt;&gt; Kemudian gereja mendapatkan tempat yang baru, tetapi ijin<br />
&gt; &gt;&gt; mendirikan<br />
&gt; &gt;&gt; bangunan belum keluar, padahal sudah diurus sejak 6 tahun<br />
yang<br />
&gt; &gt;&gt; lalu.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Karena belum ada bangunan, gereja mendirikan tenda-tenda<br />
&gt; &gt;&gt; untuk<br />
&gt; &gt;&gt; digunakan sebagai tempat ibadah. Karena belum ada ijin,<br />
gereja<br />
&gt; &gt;&gt; baru<br />
&gt; &gt;&gt; mendirikan kapel diatas tanah 6000 meter itu.<br />
&gt; &gt;&gt;<br />
&gt; &gt;&gt; Ibadah perayaan Paskah ini sudah berlangsung sejak hari<br />
minggu<br />
&gt; &gt;&gt; yang<br />
&gt; &gt;&gt; lalu, dan sudah mendapatkan ijin secara lisan dari kecamatan.<br />
&gt; &gt;&gt; Selama<br />
&gt; &gt;&gt; ibadah juga diberikan pengamanan dari polisian dan TNI. Emil<br />
&gt; &gt;&gt; mengakui, selama ini penduduk sekitar belum seluruhnya<br />
&gt; &gt;&gt; memberikan<br />
&gt; &gt;&gt; ijin, tetapi tidak ada yang protes.</p>
<p>GIMANA UMAT MUSLIM MEMPERTANGGUNG JAWABKAN TINDAKAN INI? MASIH MAU MEMBELA DIRI?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pangonjat</title>
		<link>http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/05/usai-menonton-film-fitna/#comment-183</link>
		<dc:creator>pangonjat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 05:59:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=527#comment-183</guid>
		<description>Ayat-ayat CInta, begitu heboh muslim Ind mengelu-elukannya. Memang kalau lagi nginjek nggak pernah sadar. Yang di injek yang kerasa. Itu kan ada cewe kristennya yang menurut skenario kesengsem sehingga pindah agama. Emang kristen Ind heboh? engak tuh...anjing menggonggong kristen berlalu. 

Sedemikian hebohnya sampai saya berpikir &quot;memang masturbasi itu enak&quot; Rupanya bangsa pun hobi masturbasi.

Ketika muncul Fitna..aaaaaaaaa...... heboh, dunia kiamat. Pada peradaban era teknologi informasi, ada argumen, dijawab dengan argumen.
Ada batu melayang, boleh lah kita bales ngelempar batu. Jangan kayu kita lempar terus ke Malaisia yang islam itu.
Ada peluru dateng bales peluru. Tapi kalo ICBM dateng kita bales pake apa yach?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ayat-ayat CInta, begitu heboh muslim Ind mengelu-elukannya. Memang kalau lagi nginjek nggak pernah sadar. Yang di injek yang kerasa. Itu kan ada cewe kristennya yang menurut skenario kesengsem sehingga pindah agama. Emang kristen Ind heboh? engak tuh&#8230;anjing menggonggong kristen berlalu. </p>
<p>Sedemikian hebohnya sampai saya berpikir &#8220;memang masturbasi itu enak&#8221; Rupanya bangsa pun hobi masturbasi.</p>
<p>Ketika muncul Fitna..aaaaaaaaa&#8230;&#8230; heboh, dunia kiamat. Pada peradaban era teknologi informasi, ada argumen, dijawab dengan argumen.<br />
Ada batu melayang, boleh lah kita bales ngelempar batu. Jangan kayu kita lempar terus ke Malaisia yang islam itu.<br />
Ada peluru dateng bales peluru. Tapi kalo ICBM dateng kita bales pake apa yach?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bawank</title>
		<link>http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/05/usai-menonton-film-fitna/#comment-180</link>
		<dc:creator>bawank</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 04:55:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=527#comment-180</guid>
		<description>radikalisme atau term sejenis itu adl label yang selalu disematkan kpd sekelompok manusia yang sedang berjuang meraih kebebasan dari &quot;penjajahan&quot; kelompok manusia lain. ingat ga bahwa NICA alias pemerintahan administratif belanda di indonesia selalu menganggap pejuang-pejuang kemerdekaan kita sebagai &quot;ANJING-ANJING EXTRIMIST&quot;? 
menurut kita, mereka pejuang pembela tanah air dari perampok-perampok asing, sedang menurut Belanda, pejuang-pejuang kita adalah extrimist, bandit dsb dst nya.
Hal ini juga terjadi dlm fenomena beragama. orang Islam yang mencoba utk taat agama dibilang fundamentalist. orang Islam yang berjuang mengusir penjajah dr negerinya disebut terorrist. Menurut saya itu semua label dr manusia-manusia sakit, umat Islam jangan perdulikan.
Saya sangat tidak menyukai extrimisme sikap beragama seperti apa yg dipertontonkan oleh para pelaku peledakan bom bunuh diri , pembajakan pesawat, pelaku 9/11, dsb. Itu sikap beragama yang SALAH apabila dilihat dari sisi dogma Agama. Tetapi yg juga saya benci adalah sikap para intolerant dr kalangan di luar Islam. Sok tau ttg Islam. Apa yg dilakukan oleh UMAT ISLAM dianggap sebagai bagian ajaran Islam. Orang Islam mencuri, dianggap dogma Islam mengajarkan demikian. Orang Islam menculik, dianggap dogma Islam menganjurkan dsb. Krn salah pandang inilah saya yakin mereka jd intolerant. Pdhal mereka selalu meng-agung2-kan obyektifitas dan toleransi. Kenyataannya? Nothing. Lihat saja film fitna atau tulisan2 lan di internet. Tapi saya berharap mudah2 an ini hanya 1 atau 2 oknum dari masyarakat barat yang beradab itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>radikalisme atau term sejenis itu adl label yang selalu disematkan kpd sekelompok manusia yang sedang berjuang meraih kebebasan dari &#8220;penjajahan&#8221; kelompok manusia lain. ingat ga bahwa NICA alias pemerintahan administratif belanda di indonesia selalu menganggap pejuang-pejuang kemerdekaan kita sebagai &#8220;ANJING-ANJING EXTRIMIST&#8221;?<br />
menurut kita, mereka pejuang pembela tanah air dari perampok-perampok asing, sedang menurut Belanda, pejuang-pejuang kita adalah extrimist, bandit dsb dst nya.<br />
Hal ini juga terjadi dlm fenomena beragama. orang Islam yang mencoba utk taat agama dibilang fundamentalist. orang Islam yang berjuang mengusir penjajah dr negerinya disebut terorrist. Menurut saya itu semua label dr manusia-manusia sakit, umat Islam jangan perdulikan.<br />
Saya sangat tidak menyukai extrimisme sikap beragama seperti apa yg dipertontonkan oleh para pelaku peledakan bom bunuh diri , pembajakan pesawat, pelaku 9/11, dsb. Itu sikap beragama yang SALAH apabila dilihat dari sisi dogma Agama. Tetapi yg juga saya benci adalah sikap para intolerant dr kalangan di luar Islam. Sok tau ttg Islam. Apa yg dilakukan oleh UMAT ISLAM dianggap sebagai bagian ajaran Islam. Orang Islam mencuri, dianggap dogma Islam mengajarkan demikian. Orang Islam menculik, dianggap dogma Islam menganjurkan dsb. Krn salah pandang inilah saya yakin mereka jd intolerant. Pdhal mereka selalu meng-agung2-kan obyektifitas dan toleransi. Kenyataannya? Nothing. Lihat saja film fitna atau tulisan2 lan di internet. Tapi saya berharap mudah2 an ini hanya 1 atau 2 oknum dari masyarakat barat yang beradab itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: DensS cessario</title>
		<link>http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/05/usai-menonton-film-fitna/#comment-175</link>
		<dc:creator>DensS cessario</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 14:28:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=527#comment-175</guid>
		<description>Kalo kata gw sih, itu Film cuma keren covernya doang, tapi dalemnya rongsokan :D

Kalian lom coba perang di comentnya youtube ya? rame lho comment-nya menjadi medan perang kata-kata ^^, sayang sekali skrg utube dah diblok sama pemerintah goblok yg gaptek dan gatau diri...^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo kata gw sih, itu Film cuma keren covernya doang, tapi dalemnya rongsokan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalian lom coba perang di comentnya youtube ya? rame lho comment-nya menjadi medan perang kata-kata ^^, sayang sekali skrg utube dah diblok sama pemerintah goblok yg gaptek dan gatau diri&#8230;^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: CY</title>
		<link>http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/05/usai-menonton-film-fitna/#comment-174</link>
		<dc:creator>CY</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 08:16:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=527#comment-174</guid>
		<description>@Hardstone07
Tapi.., Ah sudahlah ga usah dijawab. Nanti paling jawabannya model pejabat ngeles.  &quot;Itu kan oknum tertentu&quot;   hehehe  ...   :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Hardstone07<br />
Tapi.., Ah sudahlah ga usah dijawab. Nanti paling jawabannya model pejabat ngeles.  &#8220;Itu kan oknum tertentu&#8221;   hehehe  &#8230;   <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: CY</title>
		<link>http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/05/usai-menonton-film-fitna/#comment-173</link>
		<dc:creator>CY</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 08:13:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=527#comment-173</guid>
		<description>mungkin seperti pepatah &quot;Buruk muka cermin dibelah&quot; :)

@Hardstone07
&lt;blockquote&gt;tapi kenapa negara2 muslim yang lain tidak bersemangat berperang seperti mereka? contohnya Indonesia??…..&lt;/blockquote&gt;
Wong wanita2nya (baca TKW) diperkosa dan dilecehkan diArab sana, masih pantas ya membela mereka. Dimana posisi para Arabian itu saat Indonesia sedang krisis ekonomi???   Bukannya menolong malah ikut menikmati wanita2 Indonesia yg kerja disana. Coba tolong dijawab dulu hihihihi ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin seperti pepatah &#8220;Buruk muka cermin dibelah&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@Hardstone07</p>
<blockquote><p>tapi kenapa negara2 muslim yang lain tidak bersemangat berperang seperti mereka? contohnya Indonesia??…..</p></blockquote>
<p>Wong wanita2nya (baca TKW) diperkosa dan dilecehkan diArab sana, masih pantas ya membela mereka. Dimana posisi para Arabian itu saat Indonesia sedang krisis ekonomi???   Bukannya menolong malah ikut menikmati wanita2 Indonesia yg kerja disana. Coba tolong dijawab dulu hihihihi &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Lemon S. Sile</title>
		<link>http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/05/usai-menonton-film-fitna/#comment-172</link>
		<dc:creator>Lemon S. Sile</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 13:14:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=527#comment-172</guid>
		<description>Sipp laa...

Itu memang bisa dibilang sebuah paradoks. Saya sendiri juga heran dengan kasus seringnya muslim Indonesia mengolok-olok dunia barat sementara ketika disinggung, marah. Mirip seperti anak kecil yang tidak mau diganggu tapi senang mengganggu temannya. Dan ketika mereka marah2 itu memang justru semakin menunjukkan kalau Islam agama yang &quot;darah tinggian&quot;. Dalam perpspektif Islam mungkin film FITNA ini menyinggung, tetapi dalam perspektif Geert mungkin biasa saja. Bayangkan perspektif orang Yahudi atau Kristen yang mendengar ceramah di Masjid. Saya sendiri sering membayangkan teman saya yg non-muslim tetapi (entah sengaja apa tidak) ikut pelajaran Agama Islam di kelas.

Mungkin memang seharusnya menanggapi sesuatu dengan tenang bukannya marah-marah, kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sipp laa&#8230;</p>
<p>Itu memang bisa dibilang sebuah paradoks. Saya sendiri juga heran dengan kasus seringnya muslim Indonesia mengolok-olok dunia barat sementara ketika disinggung, marah. Mirip seperti anak kecil yang tidak mau diganggu tapi senang mengganggu temannya. Dan ketika mereka marah2 itu memang justru semakin menunjukkan kalau Islam agama yang &#8220;darah tinggian&#8221;. Dalam perpspektif Islam mungkin film FITNA ini menyinggung, tetapi dalam perspektif Geert mungkin biasa saja. Bayangkan perspektif orang Yahudi atau Kristen yang mendengar ceramah di Masjid. Saya sendiri sering membayangkan teman saya yg non-muslim tetapi (entah sengaja apa tidak) ikut pelajaran Agama Islam di kelas.</p>
<p>Mungkin memang seharusnya menanggapi sesuatu dengan tenang bukannya marah-marah, kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: youtube closed!? &#171; DreamSketch ver.3 : &#8216;Over The Rainbow&#8217;</title>
		<link>http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/05/usai-menonton-film-fitna/#comment-170</link>
		<dc:creator>youtube closed!? &#171; DreamSketch ver.3 : &#8216;Over The Rainbow&#8217;</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 05:19:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=527#comment-170</guid>
		<description>[...] Artikel lengkapnya sebagai berikut Kompas - Indonesia blokir Youtube Kompas - Cegah Fitna, Indonesia blokir 4 situs Usai menonton film Fitna (pemikiran pribadi) [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Artikel lengkapnya sebagai berikut Kompas &#8211; Indonesia blokir Youtube Kompas &#8211; Cegah Fitna, Indonesia blokir 4 situs Usai menonton film Fitna (pemikiran pribadi) [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: reedler</title>
		<link>http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/05/usai-menonton-film-fitna/#comment-158</link>
		<dc:creator>reedler</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:38:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=527#comment-158</guid>
		<description>** Eh I mean Fitna (salah ketik)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>** Eh I mean Fitna (salah ketik)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: reedler</title>
		<link>http://turunkebumi.wordpress.com/2008/04/05/usai-menonton-film-fitna/#comment-157</link>
		<dc:creator>reedler</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:36:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://turunkebumi.wordpress.com/?p=527#comment-157</guid>
		<description>wah buat yang nonton felm Fita

kemaren nemu di &lt;a href=&quot;http://nairasmile.wordpress.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Blog Ini&lt;/a&gt;

Link ke

&lt;a href=&quot;http://http://www.sorryforthefilm.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;SorryForTheFilm&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah buat yang nonton felm Fita</p>
<p>kemaren nemu di <a href="http://nairasmile.wordpress.com/" rel="nofollow">Blog Ini</a></p>
<p>Link ke</p>
<p><a href="http://http://www.sorryforthefilm.com/" rel="nofollow">SorryForTheFilm</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
