• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

WS Rendra, Kalabendu, dan Ratu Adil

“Situasi Indonesia saat ini seperti zaman Kalatida dan Kalabendu sebagaimana yang digambarkan oleh Ronggowarsito,” kata WS Rendra dalam pidato penganugerahan gelar doktor honoris causa di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (Selasa, 4/3/2008). Judul pidato WS Rendra adalah “Megatruh Kambuh:Renungan Seorang Penyair dalam Menanggapi Kalabendu.”

Zaman Kalatida dan Kalabendu adalah sebuah keadaan yang dinubuatkan oleh Ronggowarsito pada pertengahan abad ke-19 yang menunjukkan masa saat Tuhan menurunkan Ratu Adil untuk umat manusia. Masih kata Rendra, “Kalatida adalah zaman edan karena akal sehat diremehkan, sedangkan kalabendu adalah zaman hancur dan rusaknya kehidupan karena tata nilai dan nilai kebenaran dijungkirbalikkan secara merata.”

Menurut Ronggowarsito, selepas zaman Kalatida dan Kalabendu, akan hadir zaman Kalasuba, yaitu zaman stabilitas dan kemakmuran yang akan ditegakkan oleh Ratu Adil, yang banyak dinantikan.

Namun berbeda dengan ramalan Ronggowarsito tentang Ratu Adil, Rendra membuat tafsir sendiri mengenai Ratu Adil. Menurutnya, kedatangan zaman Kalasuba tidak tergantung pada hadirnya Ratu Adil. “Ratu Adil itu omong kosong, tetapi (zaman Kalasuba) tergantung pada hukum yang adil, mandiri, dan terkawal,” kata Rendra sebagaimana yang dikutip di Kompas (Rabu, 5/3/2008) pada hal 12.

***

Adalah sebuah refleksi yang menarik ketika Rendra (mewakili sosok intelektual Jawa), mengkaitkan keadaan pada masa ini dengan nubuah Ronggowarsito. Apalagi, dia berkesimpulan bahwa masa ini memenuhi tanda-tanda menjelang kehadiran Ratu Adil. Bahwasanya dia menolak nubuah Ratu Adil, itu adalah sebuah bagian dari rasionalitas umum orang modern yang tak pernah menyukai gagasan fatalisme tentang campur tangan Tuhan melalui sosok “Ratu Adil”.

Kalau tak pernah terlibat dengan Eden secara langsung, mungkin aku akan berpandangan yang serupa bahwa yang kita butuhkan saat ini adalah sebuah sistem, bukan sosok. Tapi perjumpaanku dengan kehendak Tuhan di Eden telah merubahku. Aku melihat sosok seorang manusia biasa, ibu rumah tangga, yang sedang dididik dan disucikan Tuhan dengan keras dan luar biasa. Bunda Lia Eden, dialah yang disebutkan Tuhan sebagai Ratu Adil yang sedang dipersiapkan Tuhan, sementara sosok gaib yang mendampinginya adalah Malaikat Jibril/Ruhul Kudus yang menyatu bersamanya dan menjadi Raja yang sebenarnya.

Bagaimana Ratu Adil ini akan dimunculkan Tuhan di tengah manusia, mari kita simak bersama. Sambil membuka hati dan pikiran, berendah hati terhadap kehendak Tuhan dan tak bersikap apriori; tugas spiritual kita adalah mensucikan diri. Sementara itu, tugas kemanusiaan kita adalah bekerja keras mengubah keadaan menjadi lebih baik dengan upaya kita.

5 Tanggapan

  1. Mas aar, sebagian umat Islam sangat percaya dengan ratu adil (Imam Mahdi). Yang jadi permasalahan siapa-kah ratu adil itu?
    Ini tidak hanya terjadi di Jawa, tapi juga di negara-negara Islam di seluruh dunia.
    Kalo di Jawa, tokoh lama yang terkenal mengemukakan ini adalah Sri Aji Joyoboyo (Yang menurut sebagian orang, adalah tokoh Islam penting pada jamannya dan bukan orang Hindu).
    Yang paling umum di masyarakat Islam, Imam Mahdi bernama Muhammad, keturunan Rosulullah Muhammad SAW yang ke-12. Dan beliau bukan nabi tapi Imam.
    Bagaimana menurut anda?

  2. Iya mas… ini memang yang akan menarik karena selalu ada dialektika antara nubuah, tafsir, dan realitas…

    Sbgm dulu, Nabi Muhammad diyakini oleh pengikutnya sbg penggenap nubuah sebelumnya; tapi tak dipercayai oleh umat Yahudi dan Kristen hingga kini.

    Buat sy, scr personal yang penting adalah selalu mensucikan diri, membuka hati dan pikiran, sambil terus berbuat kebajikan. Cara kerja Tuhan itu selalu misterius dan manusia seringkali lengah dan terlena.

    Semoga kita termasuk orang yang diberi karunia waspada dan setia.. :)

  3. Mas, saya sebenarnya tertarik sekali … kenapa anda bisa tertarik dengan ajaran ibu Lia Eden. Apakah keistimewaan ajaran ini?
    Sebagai orang yang intelectual pastinya anda mempunyai alasan yang kuat. Tidak ada seorangpun yang mau tersesat secara sengaja.
    Saya sebenarnya tidak suka berdiskusi yang bersifat saling menjatuhkan dan untuk menang2an untuk masalah agama, saya lebih suka bertukar informasi untuk menambah pengetahuan. Setiap orang pada dasarnya semuanya ingin menuju kesempurnaan tapi masing-masing mempunyai cara yang berbeda-beda tergantung kemampuan individunya.

    Maaf kalau saya terlalu banyak bicara, saya hanya ingin tahu kenapa anda tertarik dan apa kelebihan ajaran ibu Lia Eden ini?

    Sewaktu mahasiswa, saya juga sempat belajar beberapa aliran, dan saya berusaha jujur pada diri sendiri dan akan berpindah ke aliran lain yang menurut saya lebih baik/kuat hujjahnya.

    Apakah mas tertarik karena pengalaman spiritual pribadi yang tidak bisa dijelaskan ke orang lain atau sesuatu hal bisa anda jelaskan secara nalar?

    Apakah mas Aar pernah belajar tentang martabat alam tujuh di spiritual islam? Yang merupakan konsep utama kenapa dunia diciptakan dan akan kemanakah manusia setelah mati? Apakah surga merupakan akhir dari semuanya itu?

    Apakah di spiritual anda sekarang juga belajar masalah ini?

    Ada yang bilang amal kebaikan manusia didunia seberapapun besarnya tak akan bisa menggantikan karunia Tuhan padanya. Artinya kebaikan orang didunia tidak bisa menjadi jaminan dia masuk surga.

    Orang-orang Budha termasuk orang yang sangat kuat tirakatnya untuk mensucikan dirinya, yang patut diacungin jempol.

  4. Buat saya, salah satu keistimewaannya adalah karena ibu Lia pun adalah murid. Sentralnya adl Tuhan dan Malaikat Jibril/Ruhul Kudus yang hadir melalui ibu Lia serta juga hadir scr personal dalam hidup kita sehari-hari.

    Kalau diceritakan panjang mas… :)

    Tapi saya sudah menuliskannya sebagian di buku “Loving You” yang bisa Anda download dlm format PDF di menu buku atau Anda baca di blog ini pada kategori Loving You (Pilih Kategori di sisi kanan).

  5. udah lah, gak usah sok suci.
    kayak udah bener aja.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.