• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Ajaran Tuhan tak saling menodai

Kalau Tuhan terus menerus menurunkan wahyu-Nya, bagaimana menilai pewahyuan baru?
Begini pandangan Eden:

Umur umat Islam

Setiap umat memiliki umur. Walaupun prinsip-prinsip umum tetap berlaku, dinamika kehidupan manusia selalu menuntutkan pembaruan hukum dan hal-hal lain yang berkaitan dengan ruang dan waktu. Itulah sebabnya selalu ada pewahyuan baru.
Umat Islam pun memiliki umur, sebuah hal yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad dan dibahas para ulama. Tetapi memang tidak enak membahaskan hal ini. Ada buku [...]

Wahyu baru turun kalau perjanjian dilanggar

Dalam pemahaman Eden, Tuhan menepati janji-Nya kepada umat-Nya selama umat-Nya memenuhi perjanjian yang telah diikatnya dengan Tuhan. Kalau umat-Nya tak memenuhi perjanjian, maka dimungkinkan turun teguran Tuhan dan Wahyu baru.
Apa itu perjanjian dengan Tuhan yang harus ditepati oleh oleh umat Yahudi, Kristen, Islam, dan siapapun yang mencintai-Nya?

Islam melanggar pewahyuan Kristen

Wahyu tak berhenti turun. Walaupun melalui Yesus, Tuhan telah menyatakan kesempurnaan Wahyu-Nya, tetapi Tuhan tetap menurunkan Wahyu-Nya kepada Muhammad.
Bukankah itu berarti Tuhan melanggar sendiri firman-Nya yang telah diturunkan kepada Yesus? Bagaimana Islam menjelaskan kepada umat Kristen mengenai “inkonsistensi firman Tuhan”? Bagaimana kalau kemudian Tuhan menurunkan wahyu lagi pasca Muhammad?
Berikut ini pandangan Eden mengenai dialektika pewahyuan [...]

Siapa bisa melarang Tuhan berwahyu?

Umat Islam sangat sensitif terhadap wahyu. Jangankan ada pewahyuan baru pasca Muhammad, istilah wahyu pun disakralkan dan tak boleh digunakan sembarangan. Sementara itu, Komunitas Eden meyakini bahwa Tuhan tak pernah berhenti menurunkan Wahyu-Nya. Kapan pun dan di manapun, Wahyu Tuhan dapat terus diturunkan-Nya tanpa menunggu persetujuan Tuhan.
Berikut ini pandangan Eden mengenai pewahyuan dan Tuhan yang [...]