• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Kronologi kasus M. Abdul Rachman Eden

Kasasi Mahkamah Agung memutuskan Muhammad Abdul Rachman dihukum 3 tahun penjara; padahal Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan bebas murni setelah menjalani persidangan selama berbulan-bulan. Dakwaan yang dituduhkan adalah: penodaan agama (ps. 156a) dan penyebaran permusuhan (ps. 157); Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman 5 tahun penjara. Hari ini, Senin, 7 Januari 2008, M. Abdul [...]

YM Muhammad Abdul Rachman Eden dipenjara 3 tahun

YM Muhammad Abdul Rachman, salah seorang anggota Komunitas Eden, dieksekusi paksa hari ini Senin, 7 Januari 2008. Sekitar pukul 11.00 WIB, aparat kepolisian bersama aparat dari kejaksaan mendatangi Komunitas Eden di Jl. Mahoni Jakarta Pusat untuk melaksanakan eksekusi setelah Mahkamah Agung menetapkan hukuman 3 tahun penjara. Padahal, pada Pengadilan Negeri telah memutuskan bebas murni setelah [...]

Menjaga Martabat Bangsa

Press release AKKBB pada aksi damai di Kejaksaan Agung dan Mabes Polri, Senin 7/1/2008:
Republik Indonesia dibentuk bukan oleh satu golongan. Republik ini dibentuk dari dan oleh berbagai golongan, kelompok, agama, etnis,yang telah bersepakat bahwa keragaman itulah ruh bangsa ini. Keragaman itulah yang justru mempersatukan kita, bukan menceraiberaikan.

Foto aksi damai AKKBB di Kejagung dan Mabes Polri

Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) hari ini (Senin, 7/1/2008) mengadakan aksi damai di Kejaksaan Agung dan Mabes Polri.
Berikut ini beberapa foto dokumentasi aksi damai ini.

Negara tidak tunduk pada fatwa

Hari ini (7/1/2008), Aliansi Kebangsaaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) mengadakan aksi damai di Kejaksaan Agung dan Mabes Polri. Aksi yang dilakukan oleh berbagai komponen bangsa yang sangat heterogen ini membawa satu pesan: agar negara mengambil keputusan berdasarkan Pancasila dan Konstitusi UUD 1945.

Belajar dari kasus Ahmadiyah di Pakistan

Besok (Selasa, 8/1/2008) akan ada rapat Pakem di Kejaksaaan Agung untuk memutuskan sikap pemerintah Indonesia terhadap Jemaat Ahmadiyah. MUI dkk telah meminta pemerintah untuk melarang Ahmadiyah dengan mengacu pengalaman Pakistan.
Ada dua pokok kesalahan analogi MUI yang meminta pelarangan Ahmadiyah dengan mengacu pada contoh negara Pakistan. Yang pertama karena Indonesia bukan negara Islam sehingga aturan agama [...]