Hari raya di Eden adalah pergantian tahun atau malam Tahun Baru. Bukan Idul Fitri, Natal, atau yang lain-lain, Ruhul Kudus sejak beberapa tahun yang lalu menyatakan bahwa hari raya Eden adalah malam Tahun Baru.
Konsepsi hari raya itu adalah milik semua orang, semua golongan, tak ada sekat-sekat diantara manusia. Dalam perayaan Tahun Baru, yang ada adalah manusia dan kemanusiaannya.
Yang menjadi tantangan dalam Tahun Baru adalah mengisinya dengan spiritualitas, pemaknaan dan kegiatan yang positif. Itulah momen kebersamaan yang bisa digunakan untuk meretas sekat-sekat perbedaan kelompok diantara umat manusia.
Hari ini adalah tanggal 31 Desember. Nanti malam akan ada perayaan Tahun Baru di Eden. Kegiatannya adalah internal, ditambah beberapa tamu sahabat Eden yang diundang. Yang aku dengar, malam Tahun baru 2007/2008 ini teman-teman Eden diperintahkan Ruhul Kudus mengenakan kain hitam perkabungan (bukan kain putih seperti biasa).
DIarsipkan di bawah: Diari, eden, religi | Ditandai: eden, hari raya, religi, tahun baru
Sebenarnya pada awalnya ada kesamaan paham antara pandangan saya untuk tuhan dan pandangan eden. Sayangnya eden seperti hanya penyempurna beberapa agama2 yang telah ada (atau mengambil intisari dari agama2 yng telh ada) bukan agama sendiri yang benar2 muncul secara hakiki, selalu membandingkan dengan agama lain memperkuat pemahaman saya bahwasannya eden sama saja dengan agama lain. apalagi tentang hari raya, knapa setiap agama punya hari raya? apa untuk pesta rakyat? hehehe… kurang kerjaan aja orang2 ini
Kalau dalam pemahaman saya, setiap ajaran Tuhan itu seperti rangkaian titik yang membentuk garis, bukan sebuah titik yang berdiri sendiri… Menciptakan momen utk refleksi itu kurang kerjaan ya mas? Salam…