• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Wapres: buka segel masjid Ahmadiyah Kuningan!

Diantara buruknya perlakuan yang diterima Jemaat Ahmadiyah yang menjadi korban penyerbuan di berbagai kota, ada secercah harapan dari petinggi negara. Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta polisi segera membuka segel yang dipasang di rumah ibadah jemaat Ahmadiyah di Kuningan.
Tentu saja masih menunggu realisasi dari kepolisian. Tapi, setidaknya masih ada pejabat negeri yang ingin menghormati kebebasan beragama [...]

Syiah Bangil masih terancam

Umat minoritas Syiah di Bangil, Jawa Timur, masih belum bebas dari ancaman. Begitu informasi dari teman-teman yang melakukan advokasi terhadap umat Syiah di Bangil yang mengalami penyerbuan pada November 2007 yang lalu. Polisi belum menindak satu pun pelakunya  walaupun sudah hampir satu bulan setelah kejadian.
Para ustadz yang gemar melontarkan ungkapan kebencian kepada umat Syiah tetap [...]

Mencela agama lain, tidak mengenal agama

Pagi ini aku membaca liputan DetikCom berjudul: Mencela Agama Lain, Tidak Mengenal Agama. Liputan itu berisi laporan dialog antar-keyakinan agama yang digelar KBRI Stockholm Swedia, menjelang Idul Adha 1428H.
Menurutku liputan itu bagus. Sebab, meletakkan hubungan antar-agama dan keyakinan dalam sebuah perspektif yang universal. Liputan itu tidak menonjolkan menang-kalah, ketersinggungan, dan tuduhan noda-menodai agama, apalagi ancaman [...]

4 orang puasa bicara

Semalam aku dapat update dari Mahoni, YM diminta puasa bicara karena dinilai Ruhul Kudus terlalu banyak menanggapi pertanyaan wartawan yang datang ke Mahoni. Walaupun substansi pembicaraannya hanya bincang-bincang, ternyata materinya dipublikasikan di media massa.
Jadi, sekarang makin bertambah yang sedang diperintahkan puasa bicara. Ada Bunda Lia, Agus Supriadi, bu Tuti, dan ditambah YM.