• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Update proses eksekusi putusan MA (15.00)

Hari ini, pukul 15.00, aku mendapat update informasi dari Komunitas Eden mengenai eksekusi putusan MA terhadap YM Muhammad Abdul Rachman Eden. Sejak pagi wartawan berkumpul dan hingga siang ini masih banyak wartawan yang menunggu di Eden. Tadi pagi, surat Ruhul Kudus yang berisi penolakan dari Eden telah dikirimkan ke Kejagung dan Kejaksaan Negeri dan instansi-instansi [...]

Muhammad Abdul Rachman tidak puasa bicara

Ternyata memberitakan sebuah berita dengan akurat itu tidak mudah. Baru saja baca berita DetikCom tentang “Pengaku Nabi Muhammad Pasrah Dijemput Paksa“. Ceritanya menjelang eksekusi putusan Mahkamah Agung yang akan memenjara YM selama 3 tahun. Di situ dituliskan bahwa Abdul Rachman puasa 4 hari, padahal YM tidak puasa. Yang puasa adalah Bunda Lia Eden.
Hari Minggu kemarin [...]

Murid Jibril sakti?

He..he.. ada-ada saja wartawan…Rupanya mereka menganggap orang yang bersuci dan berspiritualitas itu adalah orang yang sakti.
Lihat saja cara wartawan Detik memberitakan tentang pengikut Eden? Dianggapnya orang Eden itu seharusnya sakti, mengetahui hal-hal gaib, bisa meramal, mendatangkan hal-hal yang adi-kodrati?

Pemberitaan media tentang Eden

Tugas media adalah memberitakan apa adanya. Fungsinya mirip kenabian, karena seorang utusan tugasnya juga bersaksi apa adanya, tidak melebihkan atau mengurangkan dari apa yang dipersaksikannya mengenai kehendak Tuhan.
Ada contoh kecil dalam penulisan berita yang buat Komunitas Eden “agak mengganggu” (karena tidak sesuai dengan realita). Dalam setiap penulisan, wartawan selalu menyebutkan materi-materi yang tertulis dalam risalah [...]