Posted on Desember 15, 2007 by sumardiono
Gambar berbicara lebih kuat daripada kata-kata. Hari ini aku menemukan dokumentasi foto penyerangan terhadap Jemaat Ahmadiyah di Bogor yang diambil oleh Feri beberapa waktu yang lalu.
Inilah potongan wajah yang merusak Islam dan membuat Islam terlihat identik dengan intoleransi dan amuk kekerasan.
Mengapa orang-orang seperti ini yang dianggap merepresentasikan Islam? Jika mereka bukan representasi Islam, mengapa para [...]
DIarsipkan di bawah: Diari, intoleransi | Ditandai: ahmadiyah, foto, GUII, intoleransi, religi | 2 Komentar »
Posted on Desember 15, 2007 by sumardiono
Ratusan massa menyerang Pesantren Bidayatul Hidayah, di kecamatan Leles, Garut-Jawa Barat (Jumat, 14/12/2007). Aku membaca di running text berita Topik Siang ANTV. Aku cek Googling ke Internet siang ini belum ada berita di media lainnya.
Beberapa santri dilaporkan terluka dan fasilitas belajar rusak berantakan akibat serangan ini. Aksi penyerangan ini dilakukan dengan tuduhan bahwa Pondok Pesantren [...]
DIarsipkan di bawah: Diari, intoleransi, religi | Ditandai: agama, intoleransi, islam, kekerasan, religi | Leave a Comment »
Posted on Desember 15, 2007 by sumardiono
Aku mendengar cerita Bunda Lia Eden yang menasihati anggota Komunitas Eden lainnya,
“Bukan kalian saja yang bisa terlempar dari Eden. Aku pun bisa dikeluarkan dari Eden kalau gagal dalam pensucianku.”
Kata-kata Bunda itu, katanya, mengejutkan teman-teman Eden yang mendengarkan. Kalau Bunda keluar, terus bagaimana kelangsungan Eden? Siapa yang akan menyampaikan pesan Malaikat Jibril?
DIarsipkan di bawah: eden, refleksi, religi, ruhul kudus | Ditandai: eden, kesucian, religi, spiritualitas | Leave a Comment »
Posted on Desember 15, 2007 by sumardiono
Aku mendengar kabar dari Eden, beberapa hari ini Bunda Lia Eden diperintahkan Malaikat Jibril untuk puasa bicara. Sebab, ada kesalahan-kesalahan lisan yang dilakukan beliau.
Jadi, saat ini ada tiga orang yang sedang menjalani hukuman puasa bicara, yaitu Bunda, Bu Tuti, dan Agus Supriadi. Agus adalah yang paling lama menjalani puasa bicara. Aku tidak menghitung berapa lama, [...]
DIarsipkan di bawah: Diari, eden, hikmah, religi | Ditandai: religi, Lia Eden, puasa bicara | 1 Komentar »