Hari ini sedang main di tempat Ibu, tiba-tiba aku dipanggil karena ada acara di radio 68H (kongkow bersama Gus Dur) tentang penyerbuan terhadap masjid Jarhum serta rumah ustad Ali Umar al Zaenal Abidin dan pengurus masjid Ahmad bin Abdullah Alaydrus di Bangil-Jawa Timur. Peristiwanya pada 27/11 yang lalu. Alasan penyerbuan itu karena mereka adalah penganut Syiah.
Luar biasa…. wajah Islam Indonesia yang selama ini dianggap moderat dan toleran semakin hilang dari realitas. Kekerasan demi kekerasan berlangsung dengan alasan membela Islam dan menghancurkan “yang sesat”.
Repotnya, tindakan semacam ini bukan dilakukan oleh orang awam. Tetapi dimotori oleh mereka yang menamakan dirinya para ulama Islam dan dilakukan secara terbuka di mimbar-mimbar agama. Bahkan, MUI memberikan amunisi melalui fatwa-fatwa di tingkat nasional yang mendorong tindakan intoleransi semacam ini.
Sementara itu, aparat negara seperti biasa gamang dan ketakutan. Mereka tak berani menegakkan aturan main dan hukum. Atas nama ancaman stabilitas semu, mereka memenangkan para preman daripada memenangkan hukum yang menjadi pondasi interaksi bermasyarakat di negeri ini.
Bagaimana masa depan Indonesia ini?
DIarsipkan di bawah: Diari, intoleransi, refleksi, religi | Ditandai: agama, bangil, intoleransi, islam, religi, syiah
Salam mas… Begitulah realita kehidupan berbangsa di negara kita ini. Minoritas selalu terinjak dan terpinggirkan. Ngomong-ngomong, masih di Eden? Salam kenal dari saya, Ram-Ram Muhammad di Bandung.
Salam kenal mas Ram-Ram,
Sebagai yang tertulis di judul dan about, saya sekarang sudah tidak di Eden lagi.
Jadi sekarang “di mana?”. Saya kebetulan suka bantu-bantu di PAKUAN (Paguyuban Untuk Anti Diskriminasi Afama Adat dan Kepercayaan). Gak heran Eden mengalami keriminalisasi, saya aja yang muslim pernah mengalami hal yang sama, bahkan mungkin lebih parah, hanya gara-gara menjembatani dialog antar agama.
[...] informasi dari teman-teman yang melakukan advokasi terhadap umat Syiah di Bangil yang mengalami penyerbuan pada November 2007 yang lalu. Polisi belum menindak satu pun pelakunya walaupun sudah hampir satu bulan setelah [...]