Selasa malam yang lalu aku dapat SMS dari Mahoni, diundang untuk hadir di acara pemancangan simbol Kerajaan Tuhan di Eden. Selain dihadiri kaum Eden, acara juga mengundang para sahabat/pemerhati Eden.
Undangan buat hari Rabu (5/12) jam 10.00. Dari rumah, aku berangkat bersama anak-anak. Tapi karena kena macet dan busway di Kampung Melayu sangat penuh, aku baru sampai di Mahoni jam 11.15. Acara sudah dimulai.
Karena terlambat, aku duduk di ruang tamu. Di ruang tamu ketemu Irsa (Wahana Kebangsaan), Anick & Aniqoh (aktivis JIL), Asfinawati, Mayong (LBH Jakarta), Hafidz (Ahmadiyah), pak Supena (Intel), juga ada seorang peneliti keagamaan dari Perancis.
Dari luar acara dan sapaan masih bisa didengarkan. Juga turun wahyu Tuhan bahwa keadaan yang dialami bangsa Indonesia akan semakin memburuk dan semakin berat oleh berbagai bencana yang terus mengepung. Di tengah neraka bencana itu, Tuhan memancangkan Surga dan Kerajaan-Nya sebagai penyeimbang keadilan-Nya.
Acara dilanjutkan dengan pemasangan pataka di dalam ruang dan pemasangan simbol Kerajaan Tuhan di halaman.
(aku terlambat menulis peristiwa ini karena aku menunggu salinan wahyu Tuhan dari Andit yang ternyata sampai saat ini masih belum selesai ditranskrip)