Posted on Desember 31, 2007 by sumardiono
Hari raya di Eden adalah pergantian tahun atau malam Tahun Baru. Bukan Idul Fitri, Natal, atau yang lain-lain, Ruhul Kudus sejak beberapa tahun yang lalu menyatakan bahwa hari raya Eden adalah malam Tahun Baru.
DIarsipkan di bawah: Diari, eden, religi | Ditandai: eden, hari raya, religi, tahun baru | 2 Komentar »
Posted on Desember 31, 2007 by sumardiono
“Keselamatan untuk perempuan itu sederhana, yang penting taat suami…” begitulah kira-kira salah satu poin nasihat pernikahan yang diberikan seorang ustad dalam seremoni pernikahan sepupuku.
DIarsipkan di bawah: Diari, eden, refleksi, religi | Ditandai: gender, religi | 1 Komentar »
Posted on Desember 29, 2007 by sumardiono
Kepada seorang hamba, Tuhan memanggil dan menyatakan: “Masuklah ke dalam Surga-Ku karena kamu telah banyak berbuat baik kepada-Ku.”
Lalu, Tuhan memanggil seorang hamba yang lain.
DIarsipkan di bawah: hikmah, inspirasi, refleksi, religi | Ditandai: hikmah, religi, renungan, Surga | 3 Komentar »
Posted on Desember 28, 2007 by sumardiono
Hari ini (Jumat, 28/12/2007) beberapa pengurus MUI mendatangi Kejagung untuk mendesak pemerintah agar secepatnya melarang Ahmadiyah di Indonesia. Mereka menyampaikan dua fatwa MUI berkenaan dengan Ahmadiyah.
Pengurus MUI yang datang antara lain Cholil Ridwan (Ketua MUI), Amin Djamaluddin (Komisi Pengkajian MUI), Zahir Khan (Komite Dakwah Khusus), Thabri Ali Hussein (Komisi Ukhuwah), dan Welya Safitri.
Selain menyerahkan fatwa, [...]
DIarsipkan di bawah: Diari, intoleransi, peristiwa, religi | Ditandai: ahmadiyah, intoleransi, MUI, peristiwa, religi | Leave a Comment »
Posted on Desember 28, 2007 by sumardiono
Mas Dawam Rahardjo menuliskan artikel menarik di Koran Tempo, 21 Desember 2007, tentang “Agama Masa Depan”. Secara umum gagasannya cukup dekat dengan pesan-pesan Ruhul Kudus di Eden mengenai perenialisme, spiritualitas tanpa agama, dan agama etis.
DIarsipkan di bawah: religi | Ditandai: agama, artikel, perenial, religi | 3 Komentar »
Posted on Desember 28, 2007 by sumardiono
Orang bodoh mengatakan ‘Tuhan adalah kebenaran’ sementara yang dimaksudkannya sebagai Tuhan adalah pemikirannya.
Orang bijak mengatakan ‘Kebenaran adalah Tuhan’ karena itu membuatnya rendah hati dan dapat menerima kebenaran dari manapun datangnya.
DIarsipkan di bawah: Diari, hikmah, refleksi, religi | Ditandai: hikmah, kebenaran, refleksi, religi, renungan, Tuhan | 2 Komentar »
Posted on Desember 27, 2007 by sumardiono
Benazir Bhutto, mantan perdana menteri Pakistan yang saat ini menjadi pemimpin oposisi tewas beberapa jam yang lalu (Kamis, 27/12/2007) akibat serangan bom bunuh diri. Serangan bom bunuh diri dilakukan pada saat Bhutto sedang melakukan demonstrasi bersama pada pendukungnya. Bhutto yang baru kembali 2 bulan dari pengasingan tewas bersama 10 orang lainnya. Sebelum bom bunuh diri [...]
DIarsipkan di bawah: Diari, intoleransi, peristiwa | Ditandai: benazir bhutto, berita dunia, bom bunuh diri, kekerasan, Pakistan | 2 Komentar »
Posted on Desember 27, 2007 by sumardiono
“Mana kitab suci Eden, saya ingin membaca konsepnya.” pertanyaan seperti itu relatif sering kudengar saat masih di Eden dulu.
Bahkan, dulu seorang rekan kerja di kantor yang aktivis masjid sempat bertanya kepadaku,”Bagaimana perkembangan Kitab Suci Eden? Sudah selesai ditulis?”
DIarsipkan di bawah: eden, religi | Ditandai: eden, kitab suci, religi | 1 Komentar »
Posted on Desember 24, 2007 by sumardiono
Ada dua macam guru yang dapat mengajari kita mendaki ke puncak gunung. Yang pertama adalah guru yang rajin membaca dan menguasai literatur mengenai perjalanan menuju puncak gunung. Yang kedua adalah pendaki yang menceritakan pengalamannya meniti jalan pendakian.
DIarsipkan di bawah: hikmah, inspirasi, refleksi, religi | Ditandai: agama, religi, renungan, spiritualitas | 1 Komentar »
Posted on Desember 22, 2007 by sumardiono
MUI menolak hubungan antara fatwanya dengan penyerangan terhadap Jemaat Ahmadiyah di Manislor Kuningan. Demikian kata Amidhan, ketua MUI, sebagaimana yang diberitakan Myrmnews. Penyerbuan itu menurut dugaannya adalah karena provokasi dan berbagai masalah yang sedang dialami penduduk di Kuningan.
DIarsipkan di bawah: Diari, peristiwa, religi | Ditandai: ahmadiyah, intoleransi, islam, Kuningan, manislor, MUI, religi | 4 Komentar »