• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Hari raya di Eden adalah Tahun Baru

Hari raya di Eden adalah pergantian tahun atau malam Tahun Baru. Bukan Idul Fitri, Natal, atau yang lain-lain, Ruhul Kudus sejak beberapa tahun yang lalu menyatakan bahwa hari raya Eden adalah malam Tahun Baru.

Hubungan pria-wanita di Eden

“Keselamatan untuk perempuan itu sederhana, yang penting taat suami…” begitulah kira-kira salah satu poin nasihat pernikahan yang diberikan seorang ustad dalam seremoni pernikahan sepupuku.

Penghuni Surga

Kepada seorang hamba, Tuhan memanggil dan menyatakan: “Masuklah ke dalam Surga-Ku karena kamu telah banyak berbuat baik kepada-Ku.”
Lalu, Tuhan memanggil seorang hamba yang lain.

MUI Desak Pemerintah Larang Ahmadiyah

Hari ini (Jumat, 28/12/2007) beberapa pengurus MUI mendatangi Kejagung untuk mendesak pemerintah agar secepatnya melarang Ahmadiyah di Indonesia. Mereka menyampaikan dua fatwa MUI berkenaan dengan Ahmadiyah.
Pengurus MUI yang datang antara lain Cholil Ridwan (Ketua MUI), Amin Djamaluddin (Komisi Pengkajian MUI), Zahir Khan (Komite Dakwah Khusus), Thabri Ali Hussein (Komisi Ukhuwah), dan Welya Safitri.
Selain menyerahkan fatwa, [...]

Agama Masa Depan

Mas Dawam Rahardjo menuliskan artikel menarik di Koran Tempo, 21 Desember 2007, tentang “Agama Masa Depan”. Secara umum gagasannya cukup dekat dengan pesan-pesan Ruhul Kudus di Eden mengenai perenialisme, spiritualitas tanpa agama, dan agama etis.

Tuhan dan kebenaran

Orang bodoh mengatakan ‘Tuhan adalah kebenaran’ sementara yang dimaksudkannya sebagai Tuhan adalah pemikirannya.
Orang bijak mengatakan ‘Kebenaran adalah Tuhan’ karena itu membuatnya rendah hati dan dapat menerima kebenaran dari manapun datangnya.

Benazir Bhutto tewas

Benazir Bhutto, mantan perdana menteri Pakistan yang saat ini menjadi pemimpin oposisi tewas beberapa jam yang lalu (Kamis, 27/12/2007) akibat serangan bom bunuh diri. Serangan bom bunuh diri dilakukan pada saat Bhutto sedang melakukan demonstrasi bersama pada pendukungnya. Bhutto yang baru kembali 2 bulan dari pengasingan tewas bersama 10 orang lainnya. Sebelum bom bunuh diri [...]

Kitab suci Eden

“Mana kitab suci Eden, saya ingin membaca konsepnya.” pertanyaan seperti itu relatif sering kudengar saat masih di Eden dulu.
Bahkan, dulu seorang rekan kerja di kantor yang aktivis masjid sempat bertanya kepadaku,”Bagaimana perkembangan Kitab Suci Eden? Sudah selesai ditulis?”

Guru spiritual

Ada dua macam guru yang dapat mengajari kita mendaki ke puncak gunung. Yang pertama adalah guru yang rajin membaca dan menguasai literatur mengenai perjalanan menuju puncak gunung. Yang kedua adalah pendaki yang menceritakan pengalamannya meniti jalan pendakian.

MUI minta masjid Ahmadiyah dibuka

MUI menolak hubungan antara fatwanya dengan penyerangan terhadap Jemaat Ahmadiyah di Manislor Kuningan. Demikian kata Amidhan, ketua MUI, sebagaimana yang diberitakan Myrmnews. Penyerbuan itu menurut dugaannya adalah karena provokasi dan berbagai masalah yang sedang dialami penduduk di Kuningan.