• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

5 orang Komunitas Eden dikeluarkan

Penitian spiritual di Eden itu sangat berat. Melalui Eden, Tuhan menjadikan cermin dan ujian untuk meruntuhkan berhala pribadi bagi siapapun yang menitinya. Beragam ujian pribadi dan massal menjadi ujian untuk menyaring siapa yang bulat cinta dan prioritasnya kepada Tuhan dibandingkan apapun, dengan kebulatan kerendahan hati dan kepercayaan penuh pada kehendak-Nya.

Belum satu bulan Bunda Lia keluar dari Rutan, sudah 5 orang yang dikeluarkan dari Eden. Aku mendengar berita itu semalam. Ada pak Deddy Bebas, bu Suad, Zaitun, Irham, dan bu Diana. Kekhawatiran, ketidakpastian, kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, semuanya menjadi ujian yang benar-benar nyata dijalani para anggota Eden pada saat ini.

Perintah berkumpul untuk jangka waktu yang tak diketahui batasnya menjadi ujian yang benar-benar nyata; bagi keluarga, pekerjaan, dan secara sosial. Belum lagi ditambah ancaman serbuan massa dan evakuasi polisi akibat penyebaran risalah baru Eden.

Sungguh, membangun Kerajaan Tuhan itu memang tak mudah. Kemurnian dan kebulatan kesucian adalah pondasi pembangunnya. Keteguhan dan kebulatan kepercayaan kepada-Nya menjadi tiang-tiang penopangnya.

Salut dan hormat bagi mereka yang mampu melampaui dirinya untuk menjalani kehendak-Nya yang tak terbatas jangkauannya. Kekuatan diri tak sanggup diandalkan untuk menanggung beban itu. Kepasrahan sempurna pada kehendak-Nya membuat mereka menang.

Siapa yang merasa kuat di hadapan-Nya, dilemahkan. Siapa yang mempercayakan diri kepada-Nya, ditegakkan. Itulah kemenangan-Nya, bukan kemenangan manusia.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.