• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Surat kepada Tuhan

Akhirnya, aku memenuhi saran Lala untuk menulis surat kepada Tuhan untuk mengadukan ketakmengertianku dan kelelahanku yang terasa sudah tak tertanggungkan lagi.

Menulis surat kepada Tuhan

Karena tak tahan lagi, hari Kamis (2/11) aku berbicara kepada Lala. Aku merasa, masalah ini harus kuselesaikan secepatnya. Apapun keputusannya, aku harus melakukannya.

Tuhan, aku lelah sekali

“Aku mencintai-Mu, Tuhan. Tapi aku tak mengerti. Aku tak tahan. Aku lelah sekali…”

Merencanakan Jadwal ke Bunda

Usai menulis surat, hatiku terasa lapang sekali. Beban besar yang menindih hatiku rasanya terangkat. Ya.. aku sudah jujur kepada Tuhan. Aku serahkan semuanya di tangan-Nya. Terserah Tuhan. Que sera sera, what ever will be, will be.
Aku print surat buat dibaca Lala. She’s okay with the letter. Cuma dia agak wonder, Bunda sabar nggak ya baca [...]