Akhirnya, aku memenuhi saran Lala untuk menulis surat kepada Tuhan untuk mengadukan ketakmengertianku dan kelelahanku yang terasa sudah tak tertanggungkan lagi.
DIarsipkan di bawah: Diari | Leave a Comment »
Akhirnya, aku memenuhi saran Lala untuk menulis surat kepada Tuhan untuk mengadukan ketakmengertianku dan kelelahanku yang terasa sudah tak tertanggungkan lagi.
DIarsipkan di bawah: Diari | Leave a Comment »
Karena tak tahan lagi, hari Kamis (2/11) aku berbicara kepada Lala. Aku merasa, masalah ini harus kuselesaikan secepatnya. Apapun keputusannya, aku harus melakukannya.
DIarsipkan di bawah: Diari | Leave a Comment »
“Aku mencintai-Mu, Tuhan. Tapi aku tak mengerti. Aku tak tahan. Aku lelah sekali…”
DIarsipkan di bawah: Diari | Leave a Comment »
Usai menulis surat, hatiku terasa lapang sekali. Beban besar yang menindih hatiku rasanya terangkat. Ya.. aku sudah jujur kepada Tuhan. Aku serahkan semuanya di tangan-Nya. Terserah Tuhan. Que sera sera, what ever will be, will be.
Aku print surat buat dibaca Lala. She’s okay with the letter. Cuma dia agak wonder, Bunda sabar nggak ya baca [...]
DIarsipkan di bawah: Diari | Leave a Comment »