(QS Al Ankabut 29:41)
Dalam kesempatan mengunjungi para dukun dan kaum supranatural, ternyata kami mendapati bahwa kaum supranatural telah mengorganisir dirinya melalui aneka macam kelompok organisasi. Bukan hanya mempromosikan dirinya melalui iklan di media massa, termasuk televisi, mereka pun menyatukan diri untuk dapat tampil. Sebagaimana euforia demokrasi membuat segala sesuatu yang dulunya ditabukan menjadi mungkin untuk tampil di masyarakat, aktivitas paranormal itu pun ikut mengambil momentum untuk dapat tampil ke publik. Dengan pengorganisasian diri, mereka dapat menyatakan menyatakan diri secara legal sehingga tak dianggap lagi bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat.
Pengorganisasian kaum supranatural itu mengambil bentuk yang bermacam-macam. Ada yang menamakan dirinya paguyuban, persatuan, dan nama-nama lainnya. Fenomena pengorganisasian paranormal itu bukan hanya terjadi di Jakarta. Sewaktu dalam perjalanan melintasi kota Solo, aku sempat melihat spanduk besar yang terpampang di pinggir jalan tentang peresmian Paguyuban Paranormal di kota itu. Yang lebih mencolok dari fenomena pengorganisasian paranormal ini adalah keberanian mereka untuk menampilkan diri di tengah masyarakat. Seorang paranormal yang menjadi pemimpin salah satu organisasi paranormal bahkan mengajukan diri secara terbuka untuk menjadi calon presiden dari Partai Golkar.
Melihat fenomena semacam itu, tak salah jika Malaikat Jibril menyatakan bahwa inilah masa euforia iblis yang muncul terbuka di masyarakat.
***
Ketika fenomena mistik dan kemusyrikan muncul secara terbuka dan masyarakat dibuat bingung untuk mengenali kebenaran yang sejati. Itulah sebabnya Malaikat Jibril pun menyatakan dirinya secara terbuka. Dan dia memerintahkan kami untuk tak takut atau malu menyatakan secara terbuka tentang eksistensi malaikat yang mengajar dan menyatu dengan manusia, sebagaimana kaum paranormal berani menyatakan secara terbuka sebagai murid jin ini atau jin itu.
Dengan keberanian mendatangi kaum supranatural satu persatu, Malaikat Jibril juga menunjukkan kepada masyarakat untuk tidak takut dengan mereka. Selama ini, banyak kalangan di masyarakat yang takut dengan eksistensi kaum mistik tersebut. Mereka mungkin menganggap fenomena mistik itu tak mendidik dan bertentangan dengan tauhid. Tetapi mereka tak berani mengingatkannya karena takut mendapat santet atau serangan-serangan gaib dari kaum mistik tersebut.
Kedatangan Kaum Eden secara baik-baik kepada mereka dengan membawa peringatan keras dari Allah tentang kemusyrikan adalah pelajaran bagi masyarakat. Ketika Kaum Eden sehat sementara aneka serangan santet akibat kemarahan kaum mistik itu dapat diobati dengan mudah, masyarakat tak perlu takut lagi kepada kaum mistik tersebut. Aneka klaim tentang kesaktian dan kemampuan mereka untuk menyakiti secara gaib tak perlu ditakuti. Ada pegangan yang lebih kuat dan selalu menang yaitu Allah.
(Kutipan dari buku “Gerakan Suci Jibril”, catatan perjalanan Kaum Eden-Salamullah tahun 2003 ketika menyampaikan pesan dan peringatan Tuhan tentang ketauhidan dengan cara mendatangi tempat praktek paranormal dan kyai-kyai yang mengajarkan ilmu mistik dan kanuragan, serta media massa baik cetak maupun elektronik. Perjalanan dilakukan mulai Banten di ujung barat Jawa hingga Banyuwangi di ujung timur Jawa.)
DIarsipkan di bawah: Perjalanan, buku, eden, gsj, religi | Ditandai: 2003, gerakan suci jibril, Perjalanan, religi, salamullah