• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

GSJ (23): Parade Dukun, Organisasi Paranormal

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain  Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui. “
(QS Al Ankabut 29:41)

Dalam kesempatan mengunjungi para dukun dan kaum supranatural, ternyata kami mendapati bahwa kaum supranatural telah mengorganisir dirinya melalui aneka macam kelompok organisasi. Bukan hanya mempromosikan dirinya melalui iklan di media massa, termasuk televisi, mereka pun menyatukan diri untuk dapat tampil. Sebagaimana euforia demokrasi membuat segala sesuatu yang dulunya ditabukan menjadi mungkin untuk tampil di masyarakat, aktivitas paranormal itu pun ikut mengambil momentum untuk dapat tampil ke publik. Dengan pengorganisasian diri, mereka dapat menyatakan menyatakan diri secara legal sehingga tak dianggap lagi bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat.

Pengorganisasian kaum supranatural itu mengambil bentuk yang bermacam-macam. Ada yang menamakan dirinya paguyuban, persatuan, dan nama-nama lainnya. Fenomena pengorganisasian paranormal itu bukan hanya terjadi di Jakarta. Sewaktu dalam perjalanan melintasi kota Solo, aku sempat melihat spanduk besar yang terpampang di pinggir jalan tentang peresmian Paguyuban Paranormal di kota itu. Yang lebih mencolok dari fenomena pengorganisasian paranormal ini adalah keberanian mereka untuk menampilkan diri di tengah masyarakat. Seorang paranormal yang menjadi pemimpin salah satu organisasi paranormal bahkan mengajukan diri secara terbuka untuk menjadi calon presiden dari Partai Golkar.

Melihat fenomena semacam itu, tak salah jika Malaikat Jibril menyatakan bahwa inilah masa euforia iblis yang muncul terbuka di masyarakat.

***

Ketika fenomena mistik dan kemusyrikan muncul secara terbuka dan masyarakat dibuat bingung untuk mengenali kebenaran yang sejati. Itulah sebabnya Malaikat Jibril pun menyatakan dirinya secara terbuka. Dan dia memerintahkan kami untuk tak takut atau malu menyatakan secara terbuka tentang eksistensi malaikat yang mengajar dan menyatu dengan manusia, sebagaimana kaum paranormal berani menyatakan secara terbuka sebagai murid jin ini atau jin itu.

Dengan keberanian mendatangi kaum supranatural satu persatu, Malaikat Jibril juga menunjukkan kepada masyarakat untuk tidak takut dengan mereka. Selama ini, banyak kalangan di masyarakat yang takut dengan eksistensi kaum mistik tersebut. Mereka mungkin menganggap fenomena mistik itu tak mendidik dan bertentangan dengan tauhid. Tetapi mereka tak berani mengingatkannya karena takut mendapat santet atau serangan-serangan gaib dari kaum mistik tersebut.

Kedatangan Kaum Eden secara baik-baik kepada mereka dengan membawa peringatan keras dari Allah tentang kemusyrikan adalah pelajaran bagi masyarakat. Ketika Kaum Eden sehat sementara aneka serangan santet akibat kemarahan kaum mistik itu dapat diobati dengan mudah, masyarakat tak perlu takut lagi kepada kaum mistik tersebut. Aneka klaim tentang kesaktian dan kemampuan mereka untuk menyakiti secara gaib tak perlu ditakuti. Ada pegangan yang lebih kuat dan selalu menang yaitu Allah.

(Kutipan dari buku “Gerakan Suci Jibril”, catatan perjalanan Kaum Eden-Salamullah tahun 2003 ketika menyampaikan pesan dan peringatan Tuhan tentang ketauhidan dengan cara mendatangi tempat praktek paranormal dan kyai-kyai yang mengajarkan ilmu mistik dan kanuragan, serta media massa baik cetak maupun elektronik. Perjalanan dilakukan mulai Banten di ujung barat Jawa hingga Banyuwangi di ujung timur Jawa.)

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.