• Senarai

    "Tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Tuhan adalah jujur," itu salah satu prinsip hidup yang membimbingku meniti kehidupan.

    Jujur berarti kita membuka hati dan pikiran kita selapang-lapangnya, tanpa pretensi apapun saat menjalani kehidupan. Jujur berarti tak memiliki setitik apapun yang kita sembunyikan dari Tuhan dan juga manusia. Jujur adalah menyatakan apa-adanya, walaupun itu mungkin merugikan kepentingan pribadi kita dan kelompok kita.

    Setelah jujur, kita belajar bersetia dengan kejujuran kita. Tak mudah untuk bersetia, sebab banyak hal yang berusaha merintangi kita. Itu mungkin kepentingan kita, ketakutan kita, keinginan kita, atau apapun yang melekat dalam diri kita. Di dalam kesetiaan, kita berusaha agar setiap keputusan kita tidak didorong oleh ketakutan atau keinginan, tetapi oleh nurani yang jujur itu.

    Dan sebagai pondasi dari kejujuran dan kesetiaan adalah kecintaan kita yang utuh kepada Tuhan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tak ada pretensi buruk apapun yang boleh bersemi di hati dan pikiran kita, bahkan terhadap orang yang bersikap jahat dan memusuhi kita.

    Melalui blog ini, aku sedang belajar jujur dan bersetia dengan nuraniku.

Delapan Tahapan Genosida

Genosida berarti suatu tindakan yang dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian bangsa, etnis, ras atau kelompok kepercayaan. Genosida adalah suatu proses yang terdiri dari delapan buah tahap. Tahapan- tahapan ini terjadi berurutan dan dapat diprediksikan sebelumnya.

Baca lebih lanjut »

Tanpa kekerasan, tanpa kekebalan

Akhir-akhir ini, ada dua ekspresi beragama yang cukup mencuat di publik.

Yang pertama adalah kekerasan mengatasnamakan agama. Atas nama pembelaan terhadap kemuliaan Tuhan dan agama, sekelompok orang menghalalkan dan mempraktekkan kekerasan kepada orang lain yang dianggap sesat atau berbeda. Dalam bentuk ekstrem, kita pernah menyaksikannya dalam bentuk bom Bali. Dalam skala yang lebih kecil (walaupun tetap saja mengkhawatirkan), penyerangan dan anarkisme mengatasnamakan agama sering kita saksikan di berbagai kota di Indonesia. Yang terakhir adalah penyerangan FPI terhadap massa AKKB yang sedang melakukan aksi damai di Monas dan aksi balasan terhadap FPI di Cirebon/Yogya.

Baca lebih lanjut »

Mengapa di Indonesia Ahmadiyah sulit dilarang?

Soal Jemaat Ahmadiyah di Indonesia ini memang kompleks. Sebab, Indonesia bukanlahnegara Islam. Kalau Indonesia adalah negara yang dibangun berdasarkan Syariat Islam, persoalan Ahmadiyah akan selesai dengan pelarangan Ahmadiyah sebagaimana yang terjadi di Arab Saudi dan Pakistan. Argumentasi para penentang Ahmadiyah pasti akan dikabulkan.

Demikian pun, seandainya Indonesia adalah negara sekuler yang memisahkan secara tegas antara agama dan keyakinan, maka persoalan Ahmadiyah tidak akan muncul karena negara tidak campur tangan pada urusan keyakinan warga negaranya.

Baca lebih lanjut »

Jangan lagi ada kekerasan

Penyerbuan FPI ke massa AKKBB terus memicu ekses. Setelah pelepasan papan FPI di Cirebon, menyusul aksi pelepasan papan FPI di Yogyakarta yang memicu konflik.

Ini bukan sinyal yang bagus untuk Indonesia.

Baca lebih lanjut »

Daftar korban AKKBB yang teridentifikasi

Berikut ini daftar korban (yang sempat teridentifikasi) oleh AKKBB dalam aksi serangan FPI terhadap AKKBB di Monas (1/6).

Korban (yang sempat teridentifikasi)
1. Imdadun Rahmat : Memar di sekujur badan, kepala bocor
2. M. Guntur Romli : Memar di sekujur badan, hidung patah
3. KH Maman Imanulhaq : Memar di sekujur badan, sobek di dagu
4. Ahmad Suaedy : Memar di punggung, sobek di dagu
5. Dr. Syafii Anwar : Kepala berdarah
6. Hamid Taher : Gegar otak ringan dan tangan kiri patah
7. Niratun (sempat dibawah ke RS. Tarakan), luka dikepala dengan 4 jahitan dan muntah-muntah, badan memar akibat pukulan.

Baca lebih lanjut »

Kronologi penyerbuan FPI ke AKKBB (versi AKKBB)

Ada kronologi penyerbuan FPI di Monas versi FPI ada kronologi penyerbuan versi AKKBB. Karena kronologi versi FPI sudah dimuat di DetikCom, berikut ini kronologi versi AKKBB yang aku dapat.

Silakan masyarakat menilai sendiri.

Baca lebih lanjut »

Jangan lagi ada kekerasan

Penyerbuan FPI ke massa AKKBB terus memicu ekses. Setelah pelepasan papan FPI di Cirebon, menyusul aksi pelepasan papan FPI di Yogyakarta yang memicu konflik.

Ini bukan sinyal yang bagus untuk Indonesia.

Baca lebih lanjut »

Guntur: “Saya tidak tahan melihat anak-anak dan ibu-ibu dipukuli”

“Kalau saya cuma sekedar menyingkir dari kerumunan, saya pasti selamat,” kata Guntur Romli saat kami menengoknya di RSPAD Gatot Subroto.

“Tapi saya tidak tahan melihat anak kecil yang digendong bapaknya dipukul. Juga ibu-ibu yang dipukuli dengan bambu. Saya mencoba menghalangi mereka (yang menyerang), tapi saya justru yang menjadi sasaran mereka. Hidung saya bergeser ditusuk dengan bambu mereka.”

Baca lebih lanjut »

Serangan FPI membuka ancaman konflik horizontal?

Setelah melakukan penyerangan brutal kepada massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), ternyata FPI tak surut ataupun meminta maaf. Bahkan, diberitakan bahwa Munarman, mantan ketua YLBHI yang sekarang menjabat sebagai Komandan Laskar Islam mengungkapkan pendapatnya yang mendukung penyerangan massa FPI tadi siang dengan ungkapan yang sangat provokatif,”Jika tidak siap perang, jangan menantang.

Baca lebih lanjut »

Acara AKKBB: “Satu Indonesia untuk Semua”

Berikut ini pers release yang menurut rencana akan dibagikan oleh rekan-rekan AKKBB pada acara aksi pawai damai, dari Monas-Istana Negara-Bundaran HI. Pers release itu lengkapnya berjudul “63 tahun Pancasila, Satu Indonesia untuk Semua.”

Sayangnya, pers release itu tidak bisa disebarkan karena massa AKKBB yang sedang bersiap di Monas diserbu oleh sekitar 500 anggota Front Pembela Islam (FPI). Berikut ini pers release selengkapnya:

63 tahun Pancasila
”SATU INDONESIA UNTUK SEMUA”

Baca lebih lanjut »