Posted on Oktober 18, 2008 by sumardiono
Posted on Oktober 2, 2008 by sumardiono
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Berkehendak dan Memberikan Berkah, hari ini situs Detak Nurani selesai dibuat, diupload, dan mulai bisa diakses secara live. Blog DetakNurani merupakan kelanjutan dari blog turunkebumi ini, sekaligus rangkuman dengan isi yang lebih lengkap mengenai berbagai isu spiritualitas.
Masih banyak detil yang harus diperbaiki. Walaupun begitu, rumah baru ini sudah bisa dikunjungi bagi siapapun yang ingin mampir.
Monggo, silakan berkunjung dan berbincang di http://detaknurani.com.
DIarsipkan di bawah: Diari, religi | Tagged: Detak Nurani, DetakNurani, launching | Leave a Comment »
Posted on Agustus 28, 2008 by sumardiono
Berita di DetikCom, hari ini (28/8/2008) para aktivis FPI yang menghadiri sidang Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjambak dan menampar seorang wanita yang ada di dalam ruang sidang. Menurut berita DetikCom itu, alasannya adalah karena wanita itu meneriakkan “teroris”.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: intoleransi, religi | Tagged: FPI, Habib Rizieq, Habib Riziq, Sidang | 2 Komentar »
Posted on Juni 24, 2008 by sumardiono
Genosida berarti suatu tindakan yang dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian bangsa, etnis, ras atau kelompok kepercayaan. Genosida adalah suatu proses yang terdiri dari delapan buah tahap. Tahapan- tahapan ini terjadi berurutan dan dapat diprediksikan sebelumnya.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: refleksi, religi | Tagged: genosid, genosida | Leave a Comment »
Posted on Juni 9, 2008 by sumardiono
Akhir-akhir ini, ada dua ekspresi beragama yang cukup mencuat di publik.
Yang pertama adalah kekerasan mengatasnamakan agama. Atas nama pembelaan terhadap kemuliaan Tuhan dan agama, sekelompok orang menghalalkan dan mempraktekkan kekerasan kepada orang lain yang dianggap sesat atau berbeda. Dalam bentuk ekstrem, kita pernah menyaksikannya dalam bentuk bom Bali. Dalam skala yang lebih kecil (walaupun tetap saja mengkhawatirkan), penyerangan dan anarkisme mengatasnamakan agama sering kita saksikan di berbagai kota di Indonesia. Yang terakhir adalah penyerangan FPI terhadap massa AKKB yang sedang melakukan aksi damai di Monas dan aksi balasan terhadap FPI di Cirebon/Yogya.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: religi | Tagged: anti-kekerasan, kekebalan, klenik, Lawatan Duta Cahaya, ldc, religi, spiritualitas | 1 Komentar »
Posted on Juni 9, 2008 by sumardiono
Soal Jemaat Ahmadiyah di Indonesia ini memang kompleks. Sebab, Indonesia bukanlahnegara Islam. Kalau Indonesia adalah negara yang dibangun berdasarkan Syariat Islam, persoalan Ahmadiyah akan selesai dengan pelarangan Ahmadiyah sebagaimana yang terjadi di Arab Saudi dan Pakistan. Argumentasi para penentang Ahmadiyah pasti akan dikabulkan.
Demikian pun, seandainya Indonesia adalah negara sekuler yang memisahkan secara tegas antara agama dan keyakinan, maka persoalan Ahmadiyah tidak akan muncul karena negara tidak campur tangan pada urusan keyakinan warga negaranya.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: peristiwa, religi | Tagged: ahmadiyah, MUI, NKRI, religi | 6 Komentar »
Posted on Juni 3, 2008 by sumardiono
Posted on Juni 3, 2008 by sumardiono
Berikut ini daftar korban (yang sempat teridentifikasi) oleh AKKBB dalam aksi serangan FPI terhadap AKKBB di Monas (1/6).
Korban (yang sempat teridentifikasi)
1. Imdadun Rahmat : Memar di sekujur badan, kepala bocor
2. M. Guntur Romli : Memar di sekujur badan, hidung patah
3. KH Maman Imanulhaq : Memar di sekujur badan, sobek di dagu
4. Ahmad Suaedy : Memar di punggung, sobek di dagu
5. Dr. Syafii Anwar : Kepala berdarah
6. Hamid Taher : Gegar otak ringan dan tangan kiri patah
7. Niratun (sempat dibawah ke RS. Tarakan), luka dikepala dengan 4 jahitan dan muntah-muntah, badan memar akibat pukulan.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: intoleransi, peristiwa, religi | Tagged: AKKBB, FPI, korban, penyerangan, religi, rusuh Monas | 3 Komentar »
Posted on Juni 3, 2008 by sumardiono
Posted on Juni 3, 2008 by sumardiono